Leadership Dalam Sudut Pandang Motivasi

31 Okt

Leadership Dalam Sudut Pandang Motivasi

 

Presiden Amerika Serikat yang sangat legendaris Abraham Lincoln mengatakan berbicara mengenai Leadership adalah mengenai pengaruh yang bisa diberikan kepada semua orang. Leadership adalah tentang memberikan contoh dan aksi yang harus dilakukan oleh seorang Leader. Dalam memberikan pengaruh Leader harus mempunyai motivasi yang kuat untuk menggerakkan anak buah ataupun masyarakat untuk mengubah kondisi saat ini menjadi lebih baik. Kembali ke era Presiden Abraham Lincoln. Bagi bangsa Amerika dia adalah legenda yang berhasil mempersatukan kembali antara pihak utara dan pihak selatan yang hampir terpecah belah karena pandangan politik dan bisa menghancurkan sebuah negara baru yang masih dalam tahap mencari jati dirinya yaitu Amerika Serikat. Jika waktu itu presiden Amerika bukan Abraham Lincoln maka Amerika sebagai sebuah negara sudah hancur dan hanya dicatat oleh buku sejarah saja.

Abraham Lincoln adalah seorang Leader sejati yang banyak memberikan motivasi kepada rakyatnya, khususnya motivasi bagaimana menjadikan Amerika sebagai negara besar yang sejajar dengan negara-negara Eropa di zaman itu. Walaupun Amerika Serikat mengalami pergolakan politik yang hampir memecah persatuan dan kesatuan sebagai negara dan bangsa. Presiden Abraham Lincoln juga banyak mendorong pembangunan infrastruktur di Amerika untuk mendorong Amerika menjadi sebuah negara industri baru. Pembangunan pertanian, rel kereta api dan juga pembangunan jaringan listrik, pembangunan waduk dan pemerataan pembangunan dari pantai barat ke pantai timur untuk mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi ke seluruh Amerika.

Dia selalu memberikan motivasi kepada rakyatnya, bahwa masa depan negara ini ditentukan oleh perjuangan kita saat ini, perjuangan kita saat ini akan menentukan perjuangan bangsa dan negara ini di masa yang akan datang. Perjuangan presiden Abraham Lincoln sebagai seorang presiden menjadi sebuah catatan emas bagi sejarah perjalanan negara Amerika. 100 tahun kemudian, perjuangan itu berhasil mempersatukan hak-hak kulit hitam di bawah perjuangan pendeta Martin Luther King Jr yang berjuang untuk persamaan hak antara kulit putih dan kulit hitam sebagai sebuah kesetaraan warga negara. Martin Luther King Jr adalah pemimpin besar melalui perjuangannya yang berhasil mendobrak tembok pemisah gender di Amerika Serikat antara kulit hitam dan kulit putih. Pengorbanannya di capai melalui perjalanan yang sangat panjang, dia telah lama melihat ketidakadilan dalam struktur sosial masyarakat di Amerika Serikat, dimana kaum kulit hitam dijadikan kaum kelas dua dan selalu mendapatkan diskriminasi di seluruh Amerika Serikat. Dia melihat ada sebuah ketidakadilan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan pendidikan. Kaum kulit putih bebas melakukan semuanya, sementara itu kaum kulit hitam dipersulit dan ditekan di semua aspek kehidupan.

Kisah Rosa Parks: Dengan menolak menyerahkan tempat duduknya kepada seorang pria kulit putih di sebuah bus kota Montgomery, Alabama, pada tahun 1955, penjahit kulit hitam Rosa Parks (1913-2005) membantu memulai gerakan hak-hak sipil di Amerika Serikat. Para pemimpin komunitas kulit hitam setempat mengadakan boikot bus yang dimulai pada hari Parks dihukum karena melanggar undang-undang segregasi. Dipimpin oleh seorang pendeta muda Dr. Martin Luther King Jr., pemboikotan berlangsung lebih dari setahun – di mana Parks tidak kebetulan kehilangan pekerjaannya – dan berakhir hanya ketika Mahkamah Agung A.S. memutuskan bahwa pemisahan bus tidak konstitusional. Selama setengah abad berikutnya, Parks menjadi simbol martabat dan kekuatan yang diakui secara nasional dalam perjuangan untuk mengakhiri pemisahan rasial yang mengakar. Pada tahun-tahun setelah dia pensiun, dia melakukan perjalanan untuk memberikan dukungannya terhadap kejadian dan penyebab hak-hak sipil dan menulis sebuah otobiografi, “Rosa Parks: My Story.” Pada tahun 1999, Parks dianugerahi Medali Emas Kongres, penghargaan tertinggi untuk Amerika Serikat melimpahi seorang sipil (Penerima lainnya termasuk George Washington, Thomas Edison, Betty Ford dan Ibu Teresa.) Ketika meninggal pada usia 92 pada tanggal 24 Oktober 2005, dia menjadi wanita pertama dalam sejarah negara yang terbengkalai di Capitol A.S.

Tahun 2008, seorang presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat yang mengubah jalannya sejarah politik Amerika modern yang bernama Barack Obama (Partai Demokrat) berhasil terpilih menjadi seorang presiden dan di dukung dengan kemenangan mutlak melawan saingannya Senator John McCain seorang Republik sejati (Partai Republik) dan pahlawan perang Vietnam. Bagi rakyat Amerika nama Barack Obama masih terasa asing dan figurnya di dalam politik Amerika Serikat masih sangat baru, tapi namanya mulai dikenal orang ketika berhasil menjadi satu-satunya figur yang sangat kuat dalam konvensi Partai Demokrat. Dia banyak mengalahkan para politisi senior yang sudah berkarya dan mengabdi sebagai seorang pemimpin. Mendapatkan banyak dukungan dari generasi muda, mendapatkan dukungan dari masyarakat luas, mendapat dukungan dari kelompok politik lintas partai. Media massa di Amerika menyebutnya sebagai seorang visioner muda yang mempunyai cita-cita membawa Amerika Serikat ke era baru. Dengan slogan yang sangat terkenal Yes We Can. Namanya menarik banyak orang dari seluruh Amerika untuk mendukungnya sebagai seorang pemimpin. Dia adalah orang yang telah memberikan contoh nyata sebagai seorang pemimpin yang mengabdi ke masyarakat, sebelum dia terjun ke dunia politik Amerika dia telah mengabdi di bidang hukum untuk membantu orang-orang tidak paham hukum dan orang-orang yang membutuhkan keadilan. Dia ingin melihat kesetaraan hak bagi seluruh rakyat Amerika dan kesataraan tingkat ekonomi sehingga jurang pemisah antara masyarakat kelas menengah dan kelas atas bisa diperkecil. Dalam setiap pidato politiknya selama masa kampanye dia selalu mengatakan bahwa tidak ada rakyat Amerika yang terbagi dengan pandangan politik, tidak ada seseorang itu dipanggil sebagai seorang Republik dan seseorang dipanggil sebagai seorang Demokrat, dia mengatakan dengan tegas bahwa seseorang dipanggil dengan satu sebutan dia adalah seorang Amerika.

Hal yang dapat kita pelajari adalah Leadership dari sudut pandang motivasi adalah Leadership bukan hanya memberikan pengaruh tetapi Leadership harus mampu memberikan perubahan yaitu perubahan besar bagi masyarakat luas. Para pemimpin mempunyai ide dan pandangan yang luas mengenai bagaimana melihat kondisi masyarakat apakah kondisi masyarakat dalam keadaan baik dan tidak baik, jika kondisi masyarakat dalam keadaan yang tidak baik maka mereka turun langsung ke masyarakat dan memberikan ide-ide untuk menyelesaikan masalah yang ada. Umumnya mereka menjadi seorang Leader karena mempunyai motivasi untuk memperbaiki keadaan, karena mereka melihat dengan hati dan mereka mempunyai pemikiran jangka panjang mengenai solusi yang ditawarkan. Mereka mengajak masyarakat luas dan dimulai dari kelompok kecil dan berkembang menjadi kelompok besar. Masyarakat mendukung perjuangannya karena tahu bahwa mereka menjadi seorang Leader bekerja tanpa pamrih.

Presiden Abraham Lincoln, Martin Luther King dan juga Presiden Barack Obama telah memberikan warna kepemimpinan kepada dunia dan peradaban modern.

Editor and Source:  Septo Indarto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: