Why Marissa Mayer Failed to Lead Yahoo (Kenapa Marissa Mayer Gagal Membangun Yahoo) Septo Indarto’s Note (Source Article: Linkedin and the others) English Business

16 Jan

Why Marissa Mayer Failed to Lead Yahoo

(Kenapa Marissa Mayer Gagal Membangun Yahoo)

Septo Indarto’s Note (Source Article: Linkedin and the others)

English Business

 

Ketika Marissa Mayer mengundurkan diri dari perusahaan Google dan menerima tawaran sebagai CEO di perusahaan Yahoo. Berita tersebut menggemparkan dunia. Marissa mempunyai karir yang cemerlang di perusahaan Google. Dia adalah wanita yang sangat pintar, itu adalah kata-kata yang di tulis di media cetak dan media online. Tetapi hal yang mengejutkan bahwa dia juga gagal memimpin Yahoo. Yahoo adalah perusahaan stagnan saat ini, padahal di awal booming internet, Yahoo adalah brand pioneer bagi perusahaan teknologi. Apa yang menyebabkan dia gagal. Dalam pelajaran English Business kita akan mencoba mengetahui kenapa dia gagal memimpin Yahoo.

5 tragic reasons why Marissa Mayer failed. Learning from mistakes is the best education. If you can afford the tuition. Much cheaper and safer to learn from mistakes of others. So what can we learn from a multi-billion mistake of putting Marissa Mayer in charge of Yahoo? (Ada lima alasan yang dikemukakan sebagai sebuah opini yang menyebabkan Marissa Mayer gagal membangun Yahoo sebagai sebuah perusahaan teknologi. Kesalahan tersebut bisa menjadi pelajaran bagi diri kita dalam memimpin sebuah organisasi perusahaan).

Experience. I would not trust a brilliant rocket scientist to do a heart transplant on me. Why anyone thought that a highly intelligent person with no turn around experience, no experience in running large enterprises, and no real management experience is the right person to run Yahoo? Penekanannya: Kurangnya pengalaman. Marissa Mayer adalah wanita yang sangat cerdas, di Google dia di percaya, tetapi jam kerja dia belum  tinggi di Google, ketika dia memutuskan untuk menjadi CEO Yahoo, pengalaman dia masih sangat minim untuk mengelola sebuah perusahaan teknologi raksasa, seandainya dia masih bergabung dengan Google untuk jangka waktu 5-7 tahun, maka dia siap menjadi sebuah CEO di perusahaan teknologi yang lain.

  1. Marissa’s Google experience was not applicable. If you do a heart transplant, you need to make sure that new healthy heart is compatible with the body. What works in one company does not in another. I have seen all too often new leader come and try to instill a foreign culture, strategy and method-and fail. Penekanannya: Perusahaan Yahoo dan Google mempunyai budaya kerja yang berbeda, ini jelas membutuhkan waktu untuk menyesuaikannya. Marissa terbiasa dengan gaya kerja Google dan ingin menerapkannya di Google, seharusnya dia menyesuaikan diri dengan gaya kerja Yahoo dan kemudian menciptakan budaya kerja baru di Yahoo secara perlahan.
  2. And then there is thing called arrogance. A brilliant book “Why Smart Executive Fail” by Sidney Finkelste. Names arrogance as one the most common reasons for executive failure. We need to stay humble, no matter what achievements we had and what successful companies We have worked for previously, and what fancy university we graduated from. Penekanannya: Kita harus membuang sikap sombong jangan dijadikan sebagai standar atau patokan sebagai prestasi kerja di tempat kerja yang terdahulu. Kesombongan adalah kunci kegagalan dalam bekerja di tempat yang baru, karena pada dasarnya sebagai orang baru kita harus belajar lagi semua dari awal).
  3. Leaders do not ask people what they would not do them selves. She abolished WFH for everyone else. Creating a WFH substitute for her self by installing a nursery next to her office was considered by many as a slap in the face-to woman and men alike. Much was made in the beginning of Mayer’s data driven approach. As a leader, before we become data-driven, we need to become people-driven. People first-data second. I have to walk fast to follow my people because I am their leader. I wish they would teach this quote at Standford University. Penekanannya: Sebagai seorang pemimpin atau leader dia bagus menghapus kebijakan WFH (Work Fom Home) adalah kebijakan yang tepat, tetapi dia memfokuskan kerja kepada data driven, seharusnya people-driven terlebih dahulu untuk menciptakan tim kerja yang kuat.
  4. Marissa’s strategy was video, mobile, native and social. On the surface it sounds common sense. It is so common sense, that a college graduate can from up with this. And that is precisely the problem-the strategy is still broad. Penekanannya: Seharusnya dia menciptakan produk baru bagi Yahoo, bukan yang sudah ada dilanjutkan, karena di perusahaan teknologi sebuah karya inovasi adalah sebuah keharusan.

The hard part about strategy is deciding what not to do. Steve jobs did not turn around people with broad platitude strategies, but with brilliant new products. Penekanannya: Seperti Steve Jobs tidak membuang waktu untuk selalu mengumbar kata-kata hambar mengenai strategi perusahaan kepada karyawan tetapi mengajak karyawan untuk fokus kepada menciptakan produk yang baru.

IBM CEO Louis Gerstner decided to pivot the company into services. Something new was needed, something novel. Saying we will do social, video, mobile and native is saying we will do everything everyone else is doing. Penekanannya: CEO IBM Louis Gerstner juga mengubah haluan strategi bisnis IBM, dengan menjual divisi komputer dan hardware ke perusahaan Lenovo dari China. IBM sekarang lebih fokus kepada pelayanan jasa dan banyak menciptakan perangkat lunak yang membantu produktivitas kerja sebuah negara, kota, perusahaan dan individu, salah satu andalannya adalah Program Smart Planet.

I feel bad for all those people who worked so hard at Yahoo all these years, nights and weekends. What a monumental waste to efforts by so many smart and dedicated employees. What was the number one internet company becomes a division of a telephone giant. That said Verizon is a very smart company. They have an incredibly experienced and strategy leadership. Penekanannya banyak sekali para pegawai yang mempunyai talenta tinggi dan sangat pintar dan memberikan dedikasi yang tinggi kepada perusahaan, tetapi kesalahan strategi perusahaan membuat pekerjaan mereka sia-sia. Verizon sebagai sebuah perusahaan telekomunikasi mempunyai strategi yang lebih pintar karena berhasil membeli Yahoo seharga U$ 44 miliar pada 25 Juli 2016.

Did not ditch your yahoo e-mail accounts.

And if you are a Yahoo employee, I would stay put if I were you. Finally after all these years, you will enjoy values of experiences leadership. 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: