Universitas (Kampus)-CSR- Bisnis Septo Indarto

29 Des

Universitas (Kampus)-CSR- Bisnis

Septo Indarto

 

Universitas atau biasa disebut kampus adalah tempat untuk melakukan riset. Banyak mahasiswa yang mempunyai ide-ide cemerlang untuk menciptakan sesuatu. Tetapi kadangkala yang menjadi masalah utama adalah dana. Dana sangat minim. Sehingga pihak kampus pun sering mengatakan bahwa penelitian bisa dilakukan ketika kita berhasil mendapatkan dana dari luar kampus yaitu dana CSR atau lebih baik penelitian yang akan dilakukan ditunda dulu karena dana yang tersedia tidak mencukupi.

Tetapi yang harus kita lihat dan sadari adalah kita telah berada dalam krisis ekonomi global lebih dari lima tahun. Perusahaan-perusahaan besar banyak mengalami kerugian besar karena penjualan produk tidak laku hal ini dikarenakan daya beli masyarakat menurun. Sementara biaya produksi berjalan terus, keuntungan sulit di dapat. Akhirnya perusahaan terus merugi dan menyebabkan ketidakpastian dalam berbisnis. Untuk menyelamatkan bisnis dan karyawannya yaitu menjual perusahaan kepada investor lain yang berminat membelinya. Berarti membutuhkan waktu lagi untuk bangkit karena adanya perubahan manajemen.

Di sisi lain, dana CSR yang disediakan oleh perusahaan terus menurun karena keuntungan yang di dapat juga menurun. Yang menjadi pertanyaan bagaimana universitas menyikapi hal itu?

Sebenarnya universitas boleh berbisnis tetapi bukan berbisnis dengan mahasiswa dengan mensyaratkan iuran kampus. Jelas itu salah. Universitas sebagai rumah ilmu pengetahuan sudah banyak menghasilkan karya-karya ilmiah. Di Indonesia yang menjadi masalah adalah karya ilmiah dan skripsi hanya di taruh di perpusataakan dan hanya untuk kepentingan internal riset kampus dan banyak yang sudah berdebu. Kampus biasanya punya lembaga penerbitan sendiri, hasil-hasil riset dan juga skripsi yang berkualitas bisa di jual kepada umum. Tapi seringkali kampus mengatakan tidak semudah itu karena kita butuh bantuan penerbit luar untuk mencetaknya dan juga memasarkan. Ok ada jawaban seperti itu. Tapi pihak kampus  bisa membeli mesin percertakan digital yang disesuaikan dengan bujet. Buat badan sendiri untuk mengelola penerbitan. Ingin jual ke toko tapi kesulitan? Buat web e-commerce yang menjual buku-buku terbitan kampus ke  masyarakat dan harus rajin untuk promosi. Kalau biaya promosi juga kecil gunakan digital marketing. Translate karya-karya ilmiah juga ke dalam bahasa Inggris sehingga bisa di baca oleh pembaca dari luar negeri dan mereka bisa menjadi konsumen, sehingga kampus bisa medapatkan keuntungan tambahan atau Revenue Stream. Buat materi iklan menarik dalam bentuk video dan up load di Youtube dan web kampus mengenai buku-buku yang di jual dan tujuannya untuk menciptakan trending topics. Pihak kampus juga bisa mengadakan pelatihan dan kursus berbayar kepada peruasahaan-perusahaan dan masyarakat luas dengan biaya terjangkau. Uang yang di dapat bisa untuk membiayai penelitian.

Yang kedua pihak kampus bisa menjual hak paten riset kepada perusahaan-perusahaan atau bekerjasama dengan perusahaan untuk mengembangkan proyek bersama yang telah dikembangkan oleh mahasiswa. Keuntungan yang diperoleh bisa dibagi menjadi dua, sehingga kampus akan mendapatkan keuntungan tambahan dan akan mendapatkan tambahan dana untuk penelitian. Mahasiswa-mahasiswa di kampus yang gemar melakukan penelitian bisa di gaji, jika produk tersebut makin laku di pasaran maka bisa menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga mahasiswa sudah bekerja sebelum lulus sesuai dengan bidang yang dikuasainya.

Kampus sekarang bukan hanya sebagai tempat untuk belajar tetapi harus mempunyai kemampuan marketing untuk menambah pemasukan. Ini adalah langkah kecil yang bisa dilakukan oleh kampus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: