Kereta Super Cepat Jakarta Bandung (MEA) Septo Indarto

27 Nov

Kereta Super Cepat Jakarta Bandung (MEA)

Septo Indarto

Pembangunan jalur kereta super cepat di era pemerintahan Jokowi adalah komitmen penuh pemerintah untuk membangun infrastruktur untuk menggerakan perekonomian jangka panjang. Indonesia saat ini membutuhkan modernisasi infrastruktur sebagai syarat mutlak untuk dapat membangun perekonomiannya di masa mendatang. Investor yang datang ke Indonesia tentunya akan melihat kesiapan Indonesia dalam mendukung bisnis mereka dan manfaat apa yang akan bisa di peroleh. Tentunya manfaat yang positif yang mampu memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta dan Bandung ditargetkan akan selesai pada akhir 2018 dan mulai beroperasi pada awal 2019. Proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung dikerjakan oleh dua konsorsium yaitu dari China dan Indonesia. Biaya peminjaman 75%nya berasal dari China Development Bank dengan jangka waktu pengembalian 40 tahun. Biaya sebesar 15% akan dibiayai oleh konsorsium Indonesia dan sisanya oleh konsorsium China. Biaya tersebut tidak mengeluarkan dana dari APBN kita.

Untuk menyelesaikan proyek tersebut maka dilakukan studi kelayakan terlebih dahulu dan dikonsultasikan dengan beberapa ahli yang berasal dari beberapa lembaga yaitu LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, BMKG dll. Tujuannya untuk melakukan mitigasi pada daerah-daerah yang rawan gempa. Karena keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Ini adalah proyek skala besar atau mega proyek.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditujukan menjadi pengembangan sarana transportasi yang dapat menunjang gerak ekonomi kedua wilayah tersebut. Pergerakan ekonomi akan menciptakan lapangan kerja baru dan juga tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru di kedua wilayah ini, sehingga mempercepat mobilitas masyarakatnya. Pembangunan jalur ini juga menggunakan teknologi Green Technology Concept (Jadi berbasis teknologi ramah lingkungan). Untuk daerah Bandung, yaitu Walini akan di bangun Health Center, Universitas, pusat riset. Sehingga mempercepat pembangunannya.

Indonesia membutuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan tidak lagi hanya terpusat di Jakarta. Karena pusat ekonomi baru akan memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan ekonomi dalam jangka panjang khususnya ekonomi nasional dan akan memakmurkan warga. Karena warga harus dilibatkan dan budaya wirausaha harus dikembangkan, sehingga warga dapat mandiri secara ekonomi dan menambah penghasilan dari kegiatan wirausaha.

Proyek tersebut mampu menyerap tenaga kerja sekitar 39 ribu orang dan masa pengerjaan konstruksinya selama tiga tahun. Sementara pemerintah China hanya mengirimkan tenaga ahlinya untuk membantu menyelesaikan proyek tersebut.

Ketika proyek tersebut sudah selesai dan mulai berjalan. Ini akan membawa manfaat positif untuk menggerakan ekonomi wilayah Jakarta-Bandung dan akan menjadi proyek kebanggaan nasional yang mampu menarik banyak investor baik investor lokal maupun investor luar negeri untuk menggerakan perekonomian dan membuka lapangan kerja. Sehingga kegiatan perekonomian bisa berjalan dengan cepat dan memberikan manfaat bagi warga.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: