10 Faktor Yang Menyebabkan Kegagalan Menjalankan Metode Lean Manufacturing

6 Jan

10 Faktor Yang Menyebabkan Kegagalan Menjalankan Metode Lean Manufacturing

Septo Indarto

 Metode lean telah banyak diterapkan di banyak perusahaan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tujuannya untuk memaksimalkan nilai (value) bagi pelanggan dan meningkatkan profitabilitas perusahaan dengan menghilangkan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (waste). Implementasi Lean Manufacturing (metode serta tools-nya) dilakukan secara terus-menerus untuk menciptakan perbaikan pada proses dan inovasi di perusahaan. Sehingga akan menciptakan efisiensi dan perusahaan akan melakukan apa yang disebut continuous improvement (CI) untuk mencapai operational excellence dan customer intimacy.

Tetapi masih banyak perusahaan yang salah mengimplementasikan mengenai metode lean manufacturing, hal ini disebabkan perusahaan menganggap lean adalah perampingan, padahal konsep yang sebenaranya lean bukanlah tentang “perampingan” atau pengurangan jumlah karyawan. Lean adalah tentang memiliki sumber daya yang tepat, di tempat yang tepat untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dengan kualitas terbaik dan di waktu yang tepat. Perusahaan masih menganggap lean adalah sekumpulan mengenai kumpulan perkakas padahal konsepnya lean bukanlah sekedar kumpulan “perkakas” yang disebut Lean Tools. Lean adalah filosofi yang menghargai setiap orang di dalam organisasi, termasuk pelanggan, pemasok, stakeholder dan karyawan.

Mengenai masalah ini, seorang pakar lean manufacturing, Tim McMahon berbagi pengalaman mengenai kenapa banyak perusahaan yang gagal mengimplementasikan metode lean manufacturing di tempat kerjanya. Menurut pengamatannya, ada sepuluh alasan utama penyebab kegagalan program Lean di perusahaan:

1) Implementasi Tanpa Strategi. Sejak tahap paling awal, perusahaan harus memiliki gambaran yang pasti mengenai visi dan arah pergerakan untuk mencapainya. Strategi yang baik harus memberikan kejelasan mengenai tanggung jawab yang harus dilakukan bersama dan pihak-pihak internal yang harus memberikan komitmennya. Matriks dan timeline juga harus dipersiapkan dan dikukuhkan.

2) Tidak ada Keterlibatan Pimpinan. Menjalankan hal ini tidaklah mudah, oleh karena itu dalam menjalankan metode lean membutuhkan  dukungan kepemimpinan mulai dari yang teratas, hingga yang terbawah. Pemimpin yang berlaku sebagai nakhoda kapal lean haruslah seorang yang tegas dan inspiratif.

3) Terlalu Mengandalkan Pakar Lean atau Champion. Keterlibatan seorang pakar dalam implementasi lean memang sangat penting. Tetapi keterlibatan massa juga tidak kalah pentingnya. Baik tim ataupun karyawan yang terlibat di perusahaan harus memiliki pengetahuan yang cukup agar lean bisa terimplementasi dengan merata dan efektif. Setidaknya perusahaan harus memiliki sejumlah orang yang benar-benar memahami program untuk menjalankannya.

4) Menjiplak Perusahaan Lain. Beberapa perusahaan berpikir bahwa dengan menjiplak implementasi yang dilakukan oleh perusahaan lain, mereka bisa menikmati manfaat yang sama sehingga tidak perlu bekerja keras untuk melakukannya sendiri. Padahal kesuksesan implementasi lean sangat berkaitan dengan filosofi manajemen. Kita tidak bisa sukses dengan meniru dan mengimitasi praktek yang dilakukan oleh perusahaan lain. Program lean harus dikombinasikan dan disesuaikan dengan budaya lokal.

5) Berpikir Lean hanya Sebagai Perkakas. Implementasi lean tidak bisa hanya sebatas proyek, banyak perusahaan menganggap lean adalah sebuah proyek yang dikerjakan oleh massa yang terlibat. Lean bukanlah proyek. Konsepnya adalah perubahan fundamental pada sistem pengadaan dan transfer nilai atau value kepada pelanggan dan stakeholder. Manajemen level atas harus memimpin di garis depan untuk menjalankannya.

6) Tidak Fokus Kepada Pelanggan. Banyak perusahaan terjebak dalam implementasi internal karena alasan-alasan untuk melakukan  penghematan. Padahal tujuan utama lean seharusnya perusahaan harus lebih fokus kepada pelanggan. Fokus lean adalah memberikan nilai atau value yang lebih kepada pelanggan. Tanpa adanya fokus kepada pihak terpenting bagi perusahaan, yaitu pelanggan, program Lean akan sulit memberikan manfaat terbesarnya.

7) Tidak Melibatkan Karyawan. Perusahaan harus melibatkan karyawan karena keterlibatan karyawan dalam proses pengambilan keputusan adalah kunci untuk menghasilkan inovasi, produktifitas dan kepuasan kerja. Karyawan umumnya memiliki pengetahuan yang lebih lengkap mengenai pekerjaan mereka sendiri dibandingkan manajemen. Keuntungan dari keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan adalah hasil keputusan yang lebih tepat karena informasi yang tersedia akan lebih lengkap.

8) Tidak Mengedukasi Karyawan. Mengedukasi karyawan mengenai konsep lean jelas menjadi hal yang amat penting, perusahaan harus menyadari mengenai hal itu. Hal yang harus diperhatikan adalah  isi, level, dan kedalaman pengetahuan yang diajarkan akan berbeda untuk masing-masing perusahaan, divisi dan fungsi. Lihat proses bisnis anda agar bisa menentukan pelatihan seperti apa yang perlu diberikan kepada karyawan.

 

9) Keterbatasan Pemahaman. Di banyak perusahaan, manajemen level atas memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai lean. Ketika kita tidak memahami sesuatu, maka mustahil bagi kita untuk mendukung dan memastikan hal tersebut bisa berjalan dengan baik. Inilah yang seringkali menjadi sumber kegagalan program lean. Solusinya adalah manajemen bisa berkomunikasi dengan para staf bagaimana menjalankan konsep lean dengan baik.

10) Matriks yang Bertentangan. Lean membutuhkan matriks yang fokus kepada proses penciptaan value dan biaya-biaya yang berkaitan dengan proses tersebut. Teknik-teknik akuntasi biaya tradisional seperti penyerapan, mesin tunggal dan kinerja karyawan bisa memicu perilaku non-Lean dimana-mana, sangat diperlukan melakukan pembaharuan dalam bidang akutansi dalam menjalankan metode lean. Akuntansi lean sangat terikat kepada pengukuran finansial namun fokus kepada kinerja sistem pencetak value secara keseluruhan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: