Perkembangan UMKM di Indonesia

5 Jan

Perkembangan UMKM di Indonesia

Septo Indarto

 

Perkembangan UMKM di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. UMKM telah menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru dalam menyumbang PDB Inodnesia. Saat ini Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah mengalami peningkatan yang sangat menggembirakan dan berhasil menyumbangkan sekitar 57% dari PDB Indonesia (Hal di dukung oleh data BPS tahun 2006 – 2010) dimana pertumbuhan UMKM meningkat bukan hanya dari dilihat segi kuantitas melainkan juga dilihat dari kemampuan kompetensi tenaga kerja, besarnya modal yang dimiliki serta asset yang mereka miliki. UMKM telah menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia, saat Indonesia terkena imbas dari krisis ekonomi global, UMKM berhasil bertahan bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang dalam usia produktif.

Bagaimana Meningkatkan kemampuan UMKM di Indonesia:

  1. UMKM harus diberikan kemudahan akses untuk mendapatkan kredit dari lembaga keuangan tanpa proses administrasi yang rumit.
  2. Meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM mereka.
  3. Meningkatkan kemampuan marketing.
  4. Menyediakan akses informasi bagi UMKM.
  5. Menjalin kemitraan yang saling menguntungkan antar pelaku usaha (UMKM, pihak swasta dan BUMN).
  6. Membuat program langsung ke tujuan atau sasaran. Dilakukan dengan cara memberikan bantuan baik berupa modal, konsep, dan hal-hal yang dibutuhkan oleh UMKM atau dengan membidik para individu yang memiliki jiwa entrepreneur.

Jika dilihat masalah umum yang terjadi bagi perkembangan UMKM di Indonesia ketika mereka ingin memulai sebuah usaha adalah minimnya modal yang dimiliki, kemampuan administrasi yang buruk dan belum ada pengalaman bagaimana mempromosikan produk mereka. Kebanyakan dari pelaku usaha UMKM hanya mempunyai semangat luar biasa untuk maju dan berkembang.

Menurut Presiden Director PT Bahana Artha Ventura Bapak  Andi, beliau mengatakan ada beberapa kendala yang menghadang pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis, yaitu permodalan, administrasi, dan teknologi.

Permodalan sering menjadi masalah utama ketika memulai sebuah usaha, UMKM sering berjalan dengan modal usaha yang sangat minim sekali. Karena masih berstatus bisnis mikro dan kecil, terkadang UMKM sama sekali tidak  dilirik lembaga perbankan. Di sinilah perusahaan modal ventura dapat bergerak dan menyalurkan kredit modal kepada pelaku UMKM.

Manajemen administrasi juga harus diperhatikan karena ini menyangkut mengenai manajemen usaha. Seperti banyak dari mereka tidak tahu cara membuat laporan keuanga. Jika tidak diperhatikan maka sulit bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang.

Masalah terakhir yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah pemanfaatan teknologi, khususnya teknologi informasi (TI). Perlu diadakan pendidikan mengenai pemanfaatan TI bagi pengembangan bisnis UMKM secara berkala.

Sumber:

http://www.kompasiana.com/ratripurwasih/perkembangan-koperasi-dan-ukm-di-indonesia_5520e43ea33311614a46cdb1

http://industri.bisnis.com/read/20140918/87/258467/ini-3-kendala-utama-perkembangan-ukm

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: