Menciptakan Keunggulan Septo Indarto

6 Nov

Menciptakan Keunggulan
Septo Indarto

Menciptakan Keunggulan -Menciptakan keunggulan berarti harus meningkatkan kemampuan. Menciptakan keunggulan berarti kita harus membawanya ke bidang baru dan kompetisi baru. Dalam studi bisnis modern, perusahaan-perusahaan seperti Google, Apple, Airbus, Samsung. Tanpa kenal lelah terus meningkatkan keunggulan mereka dengan menciptakan produk-produk baru dan menciptakan pasar baru. Hal yang terpenting adalah bagaimana menjadi pemain utama dalam bidang yang mereka kuasai.
-Google bukanlah perusahaan teknologi pertama yang menciptakan mesin pencari di dunia internet. Sebelum Google sudah ada Yahoo yang terlebih dahulu memasuki dunia internet sebagai situs pencari. Tetapi kenapa Google bisa lebih unggul dibandingkan Yahoo dan Google terus meningkatkan inovasinya dengan menciptakan produk-produk baru yang berkaitan dengan dunia teknologi, seperti Google Map, Kacamata Pintar, mengembangkan teknologi OS Android. Karena Google terus meningkatkan kemampuan mereka untuk tetap unggul melawan pesaing-pesaing mereka di industri teknologi. Google merekrut para pegawai terbaik dengan hasrat besar menjadi innovator terbaik di bidangnya. Google sukses dengan tujuannya.
-Kita harus tetap fokus dan tidak boleh berhenti melakukan inovasi, karena inovasi akan membangun kekuatan kita. Inovasi mampu meruntuhkan keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki untuk menjadi keunggulan yang kita miliki.
-Untuk menciptakan keunggulan kita, kita harus fokus untuk melihat keahlian kita dalam menciptakan keunggulan kita. Hal itu berarti kita sedang membangun kekuatan kita. Menciptakan keunggulan berarti menciptakan produktivitas.
-Ketika kita menjadi produktif kita harus mempunyai pengetahuan dan skill. Itu tidak bisa ditawar dan itu merupakan kekuatan yang paling mendasar yang harus kita miliki.
-Perusahaan DuPont mempunyai keunggulan, perusahaan ini mempunyai pengetahuan dan juga skill untuk menciptakan produk-produk yang mempunyai nilai tambah, perusahaan ini mempunyai keahlian dan skill dalam bidang kimia dan juga produksi bahan kimia. DuPont memulai usaha dengan memproduksi bahan peledak, bahkan dikenal sebagai perusahaan spesialis bahan peledak. Setelah Perang Dunia I, perusahaan ini mengembangkan keahliannya dan memproduksi selusosa, karet sintesis, dan cat. Keahlian dibidang sintetis berhasil menciptakan skill baru di bidang kimia polimer dan berhasil menciptakan produk baru yaitu Lucite dan Teflon pada tahun 1935.
-Kita bisa melihat bahwa pengetahuan tidak ada habisnya dan berhasil menciptakan produk-produk baru yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.
-Menciptakan produk-produk baru akan meningkatkan keunggulan kita dan pada akhirnya akan meningkatkan branding kita. Keunggulan kompetitif mutlak kita miliki dalam meningkatkan skill kita. Inovasi akan terus berjalan dan akan menciptakan nilai-nilai baru. Kita akan terus meningkatkan kemampuan diri kita dengan keahlian yang kita miliki.
-Keunggulan yang kita miliki akan berkaitan dengan merek, hubungan dengan pelanggan dan juga reputasi kita.
-Apple adalah salah satu contoh yang sangat sukses dalam menciptakan keunggulan mereka, merek mereka terlihat sangat ekslusif karena menawarkan kualitas premium dan harga yang premium, perusahaan Apple mempunyai hubungan loyalitas yang sangat baik dengan pelangganya dan pelangganya sangat loyal dan fanatik dengan branding Apple. Sebagai sebuah perusahaan teknologi, reputasi Apple sangat dihormati oleh para kompetitornya, karena produk-produk Apple sering dijadikan contoh dan di tiru oleh para kompetitornya. Steve Jobs selama beliau masih hidup telah berhasil meletakan pondasi yang kuat terhadap budaya inovasi Apple, sehingga hal itu meningkatkan reputasi Apple di dunia teknologi.
-Menurut Richard P. Rumelt untuk meningkatkan keunggulan ada empat cara:
1. Memperdalam keunggulan
2. Memperluas jangkuan keunggulan
3. Menciptakan permintaan yang lebih tinggi untuk produk atau layanan yang lebih unggul.
4. Memperkuat mekanisme pengisolasi yang menghalangi replikasi dan imitasi yang mudah dilakukan oleh pesaing
(Richard P. Rumelt-Good Strategy/Bad Strategy).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: