Sistem Pendidikan di Amerika Serikat Septo Indarto

28 Mar

Sistem Pendidikan di Amerika Serikat
Septo Indarto

Negara Amerika selain dikenal sebagai Negara Super Power dibidang ekonomi dan teknologi juga mempunyai keunggulan dalam menjalankan proses pendidikan. Sistem pendidikan di Amerika mempunyai perjalanan sejarah yang sangat panjang. Sistem pendidikan telah mengalami banyak inovasi , yang bertujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan dan kualiats pendidikan. Maka tidak heran, kalau di Negara Amerika banyak melahirkan orang-orang jenius dan orang-orang pintar yang mempunyai pengaruh besar di dalam percaturan politik antar bangsa, misalnya Bill Gates yang membuat sistem operasi Windows untuk operasi sistem komputer, pada saat ini hampir 80% program komputer dunia berbasis program Windows untuk pengoperasiannya.
Sejarahwan Henry Steele Commager pernah berucap mengenai pendidikan di Amerika Serikat, dia mengatakan: Belum ada bangsa lain yang menuntut begitu banyak dari pendidikan seperti orang Amerika. Tidak ada satu bangsa lain pun pernah dilayani dengan begitu baik oleh sekolah-sekolahnya dan para pendidiknya. Walaupun demikian tambahnya masih saja ada lebih banyak ketidakpuasan daripada ketidakpuasan dan masih lebih banyak cacian daripada pujian. Sistem sekolah negeri tingkat pendidikan dasar dan menengah Amerika yang terbuka untuk umum dengan cuma-cuma adalah salah satu lembaga yang paling dikenal dan penting di Amerika Serikat.
Walaupu demikian masih bsering terdengar kritik-kritik diantara para pengecamnya, diantaranya terdapat sejumlah orang tua murid, sejumlah guru dan pengelola sistem itu sendiri, bahkan lembaga ini sering menjadi obyek pertentangan dalam masyarakat sebagaimana dikatakan oleh seseorang sosiolog Irving Kristol: Tanda-tanda peringatannya begitu keras ditahun-tahun belakangan ini, begitu banyak diagnose saling bertentangan yang dikemukakan, begitu banyak resep luar biasa yang diberikan, sehingga orang heran mendengar bahwa pasien masih tetap hidup.
Perdebatan masa kini mengenai sistem sekolah negeri menyangkut persoalan-persoalan sangat berbeda, seperti disiplin sekolah, upaya mencari keseimbangan ras dan perlunya pengawasan lingkungan. Tetapi persoalan yang paling hangat diperdebatkan adalah mengenai tujuan pendidikan itu sendiri dan sekolah seperti apa yang terbaik untuk anak-anak. Walaupun obyek pertentangan di dalam masyarakat, sistem pendidikan tetap bertahan hidup bahkan tumbuh subur karena bangsa Amerika memiliki keyakinan kuat bahwa semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang paling baik yang dapat diberikan. Kemudian persoalan-persoalan yang timbul karena tidak ada kata sepakat mengenai apa itu pendidikan terbaik dikembalikan kepada pertanyaan-pertanyaan para filsuf jaman dulu mengenai pentingnya dari tujuan pendidikan, yakni pertanyaan-pertanyaan yang telah diperdebatkan sepanjang sejarah pendidikan di Amerika.
Pemikiran-pemikiran yang berasal dari para filsuf di daratan Eropa, seperti Jean Jacques Rousseau, Johann H Froebel dan John M. Pestalozzi tentang pendidikan yang bersumber kepada anak, telah diambil dan diadatapsikan oleh para pembaharu pendidikan di Amerika menganjurkan Pendidikan Anak Seutuhnya. Sebelumnya terjadi beberapa pertentangan pertama yang telah terjadi antara kaum Tradisoanlis, Kaum Humanis Rasional dan Kaum Pembaharu Sosial yang terdiri dari para pendidik yang menginginkan agar sekolah adalah dunianya anak-anak yang benar-benar bebas dan tidak tersusun sampai Kaum Rekonstruksi Sosial yang menginginkan dan memandang sekolah tersusun sebagai tempat revolusi budaya masyarakat akan terbentuk.
Seorang tokoh pendidikan Amerika yang mempunyai pengaruh sangat besar pada abad 20, John Dewey (1859-1952), ia melahirkan konsep pendidikan progresif (merinci pendidikan yang berpusat kepada anak). Dia menginginkan pembaharuan sosial, baginya peranan sekolah adalah untuk menghasilkan pemikir-pemikir yang kritis dan mampu mengambil keputusan sendiri. Dia juga memperingatkan bahwa sikap terlalu memberikan kebebasan, dan melihat kebebasan dan tanggung jawab bukanlah hal yang berlawanan, melainkan sebagai hal yang berkaitan satu sama lain. Variasi gerakan pendidikan progresif dapat dijumpai di sekolah-sekolah Amerika pada tahun-tahun 1940-an. Pendidikan progresif juga mendapatkan kritikan yang tajam, kritik itu adalah adanya keluhan bahwa sekolah terlalu menekankan perkembangan anak sehingga mengorbankan pengetahuan akademis, kritik itu mendapat dukungan ketika Amerika Serikat di bawah pimpinan Presiden John F. Kennedy memasuki jaman antariksa pada akhir 1950-an dan awal 1960-an.
Pada masa sekarang persoalan-persoalan berkisar kepada dua hal, yaitu:
1. Apakah perubahan-perubahan yang perlu untuk pendidikan umum yng bermutu mungkin dalam sistem sekolah yang ada sekarang ini?
2. Dan seberapa baikkah kualitas dari hasil sekolah itu (sebenarnya)?
Menurut golongan Konservatif, Sistem Sekolah Dasar dan Menengah adalah penting sekali dalam pertumbuhan anak, dan pendidikan yang bermutu masih tetap berarti pendidikan dasar, apapun latar belakang pendidikan si anak. Inovasi harus diarahkan kepada perkembangan daya pikir anak. Dipihak lain ada yang menyatakan bahwa jaman perubahan teknologi dan sosial yang cepat pada masa kini, menuntut hubungan yang lebih erat antara sekolah dan masyarakat, dengan banyak pilihan yang berbeda-beda untuk pendidikan masing-masing orang yang sesuai dengan minatnya. Mereka ingin mempersiapkan anak-anak baik untuk hidup maupun untuk pendidikan sekolah selanjutnya.
Mengenai pertentangan tentang fungsi utama sekolah dilakukan oleh suatu survei yang menandai babak baru oleh James S. Coleman, dia adalah guru besar Hubungan Sosial di Universitas John Hopkins, penelitiannya sangat kontras dengan cara berpikir tradisonal tentang sekolah dan masyarakat, penelitiannya menemukan faktor-faktor paling penting dalam menentukan prestasi belajar dalam tes-tes standar membaca dan matematika dan sedikit sekali kaitannya dengan variable-variabel sekolah (jumlah pelajar, pendidikan guru, kurikulum, buku-buku perpustakaan). Dari semua itu menurut Coleman, variable yang paling penting adalah disekolah atau diluar sekolah, mengenai prestasi anak tetaplah latar belakang pendidikan dan latar belakang kelas sosial anak-anak di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: