Hebatnya Animasi Film Finding Nemo Septo Indarto

20 Jan

Hebatnya Animasi Film Finding Nemo
Septo Indarto (18 Maret 2004)

Ketika saya melihat film animasi Finding Nemo yang muncuk hanyalah rasa kagum terhadap kualitas grafis film tersebut. Nemo, film petualangan bawah laut yang menceritakan tentang iklan klown dalam misi pencarian anaknya yang hilang adalah film anak-anak dengan cerita yang cukup bagus, anak-anak dapat diajak untuk mengembangkan imaginasi mereka mengenai petualangan dibawah laut melalui film ini. Tidak dapat disangkal lagi kualitas grafis teknologi komputer dari tahun ke tahun semakin mengagumkan perkembangannya. Ini adalah salah satu sukes besar dari perusahaan alternative animasi film yaitu Pixar Studio pesaing Walt Disney (walaupun dalam film ini mereka bekerjasama, khususnya dalam hal distribusi). Studio film animasi Pixar telah mengeluarkan film-film animasi yang cukup sukses di pasaran adalah A Bug’s Life, Toy Story 1 dan 2, Monster. Inc dan Finding Nemo yang baru dirilis.
Pixar Animation Studios adalah sebuah studio pembuatan film-film animasi yang mempergunakan teknologi grafis komputer. Studio tersebut didirikan oleh Edwin E. Catmull bersama tokoh komputer yang terkenal Steve Jobs. Sebelumnya Edwin E. Catmull adalah pimpinan divisi komputer Lucas Film Lmt tetapi mempunyai impian untuk membuat film animasi dengan menggunakan teknologi komputer. Sosok Edwin E. Catmull memang tidak begitu terkenal dibandingkan Steve Jobs (dari Apple Computer). Tapi ditangan Edwin E. Catmull, Pixar menjadi sebuah perusahaan yang sukses mendapatkan laba dari film-film yang mereka produksi. Dia berhasil menggabungkan para teknisi Silicon Valley yang ahli komputer, kalangan professional produksi Hollywood dan para seniman animasi yang berbakat.
Pixar Animation Studio juga harus membuat film-film animasi terbaru untuk terus mempertahankan dominasinya. Perusahaan ini harus membuat minimal satu film atau lebih pertahun, dimasa lalu perusahaan ini membuat satu film untuk setiap dua tahun. Ini bisa kita lihat setelah peluncuran Toy Story 1 perlu dua tahun untuk memproduksi kembali Toy Story 2 yang setahun kemudian disusul dengan film animasi Monster Inc. Tentunya setelah perusahaan ini terus mendapatkan sukses maka jumlah karyawan yang diperlukan semakin banyak. Untuk masalah distribusi perusahaan Studio Pixar tetap join dengan perusahaan-perusahaan lain, seperti Twentieth Fox dan Walt Disney, perusahaan Pixar hanya membayar distribusi film yang diedarkan ke toko film, bioskop dll. Mengingat Walt Disney dan Twentieth Fox mempunyai jaringan distribusi pemasaran yang luas sejak dulu.
Ini membuktikkan Edwin E. Catmull mempunyai naluri bisnis yang sangat tajam. Seandainya Pixar Animation Studio juga melakukan kegiatan distribusi sebagai perusahaan baru maka biaya yang akan dikeluarkan akan semakin besar tetapi dengan join perusahaan lain maka perusahaan Pixar dapat menghemat pengeluaran karena jaringan distribusi belum mereka kuasai. Tetapi dengan suksesnya film-film animasi mereka maka setiap orang mengetahui tentang eksistensi perusahaan Pixar karena mereka telah dikenal banyak orang maka mungkin bagi mereka untuk membuat jaringan distribusi sendiri.
Latar Belakang Edwun E. Catmull
Edwin E. Catmull adalah orang yang tertarik dengan dunia animasi. Sewaktu masih anak-anak, dia rajin menonton acara TV dari Disney yang berjudul The Wonderful World of Disney, ketetarikannya pada animasi terus berlanjut ketika ia mengambil program pasca sarjana di University of Utah dan berhasil menemukan konsep pemetaan tekstur (yaitu cara menempelkan lapisan rumit ke atas elemen grafis tertentu, bahkan terlihat bergerak di layar komputer). Kemudian dia pergi ke Old Westbury, New York untuk mencari pekerjaan dan bekerja pada jutawan Alexander Schure yang juga tertarik dengan animasi komputer tapi mereka tidak mempunyai pekerja yang berbakat untuk membuat film.
Tahun 1979, Catmull pindah ke Bay Area dan langsung turut serta dalam proses pembuatan Film Star Wars pada perusahaan Lucas Film dan namanya melejit. Tapi kerjasama dengan Steve Jobs di Pixar yang berhasil mewujudkan film animasi Toy Story tahun 1995 yang meledak di pasaran dan kisah-kisah ini berlanjut dengan animasi-animasi Pixar lainnya. Sekarang dia adalah salah satu pakar dan ahli animasi yang paling disegani. Tetapi tampaknya dia lebih senang berada dibelakang layar, tapi penonton film animasi akan selalu menikmati karyanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: