Deklarasi Frankfurt dan Kebangkitan Samsung Septo Indarto

14 Jan

Deklarasi Frankfurt dan Kebangkitan Samsung
Septo Indarto

Deklarasi Frankfurt adalah awal dimana perusahaan Samsung Electronics menjadi perusahaan raksasa di pentas global. Samsung ingin menjadi pemain nomer satu dalam industri global dan mampu bersaing dengan perusahaan dunia lainnya dan nama Samsung sejajar dengan General Electrics, Unilever, Procter and Gamble, IBM, Microsoft.
Diantara tahun 1988 dan 1993, Samsung berhasil tumbul 2,5 kali lipat di pasar Korea, Samsung menjadi perusahaan terkenal dalam kancah domestik, tetapi chairman Lee Kun Hee tidak puas dengan pencapaian tersebut, sejak mengambil alih kepemimpinan Samsung sejak tahun 1987 penjualan Samsung naik 5.775% (US$141 miliar), angka itu berhasil menempatkan Samsung menjadi perusahaan terbesar dalam segi pemasukan. Samsung mulai menjadi perusahaan Korea yang diperbicangkan. Langkah Lee Kun Hee: Samsung harus menjadi pemain global dan siap bersaing dengan para kompetitornya. Ini adalah pilihan untuk membesarkan nama Samsung di dunia internasional dan menjadi pemain global yang mempunyai pengaruh global yang besar dan tidak hanya dikenal di Korea Selatan saja. Itulah misi Lee Kun Hee sebagai chairman Samsung. Intinya Samsung tidak hanya ingin jago kandang tetapi juga disegani di tingkat global. Samsung mempunyai visi: Kami akan mengabadikan dalam peningkatan sumber daya manusia dan teknologi untuk menciptakan produk dan jasa unggulan serta berkontribusi kepada masyarakat global yang lebih baik.
Untuk mewujudkan hal itu kemudian Lee Kun Hee berkeliling dunia pada tahun 1993, untuk melihat apakah Samsung telah dikenal luas oleh masyarakat dunia sebagai sebuah merek elektronik. Ternyata apa yang dia lihat sangat menyedihkan, Samsung sama sekali tidak dikenal. Pada bulan Februari ketika dia melihat toko alat elektronik di California Selatan (Amerika Serikat), di toko itu dia mengalami pengalaman yang sangat menyakitkan: TV Sony dan TV Panasonic dipajang di jendela depan, sementara TV Samsung ditempatkan di rak bawah belakang dalam keadaan berdebu. Sehingga para konsumen tidak akan memilih TV Samsung tetapi mereka akan memilih TV Sony dan TV Panasonic untuk d beli. Pengalaman itu sangat menyakitkan Lee Kun Hee, maka dia bertekad untuk melakukan perubahan besar dalam managemen Samsung. Samsung harus mampu menjadi pemain global dan bukan menjadi pemain nomer dua dan tidak menjadi pilihan merek yang akan dibeli oleh konsumen.
Bulan Juni dia menginap di Falkenstein Grand Kempinski Hotel, Frankfurt dan memanggil semua eksekutif Samsung yang jumlahnya ratusan. Tanggal 7 Juni sang chairman menyampaikan pidato selama tiga hari dan kutipan yang paling terkenal adalah: Ubah Segalanya (Kecuali Istri dan Anak-anak Anda). Acara tersebut dikenal sebagai Deklerasi Frankfurt 1993 yang menjadi titik balik Samsung menjadi perusahaan besar kelas dunia. Lee Kun Hee memasang target yaitu Tahun 2000. Samsung harus berhasil menjadi pemain global dunia yang disegani dan terus menciptakan inovasi tanpa henti untuk memberikan kontribusi besar bagi kehidupan umat manusia. Deklerasi itu isinya dinamakan Managemen Baru (New Management) yang prinsip-prinsipnya ditulis kedalam buku setebal 200 halaman. Lee terus berkelilimg dunia untuk menyampaikan pidatonya ke seluruh pabrik-pabrik Samsung. Semangat perubahan terus dilakukan supaya para karyawan sadar untuk berkerja lebih produktif dan menjadikan Samsung sebagai perusahaan kelas dunia.
Fokus Managemen Baru adalah
1. Membina SDM
2. Perubahan diawali dari diri sendiri
3. Pengelolaan Mutu.
Pada akhir 2011, Samsung mengumumkan akan menghabiskan dana sebesar US$120 miliar untuk tahun 2020 untuk mengembangkan keahlian mereka di bidang perangkat medis, panel surya, teknologi LED lampu, bioteknologi dan baterai untuk mobil listrik. Dunia teknologi akan terus berkembang untuk melahirkan inovasi-inovasi baru sehingga membutuhkan untuk menciptakan industri baru yang mampu melihat masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: