Manajer dan Dunia Internet Septo Indarto

3 Jan

Manajer dan Dunia Internet
Septo Indarto

Dunia internet sudah berkembang sedemikian pesat. Hampir semua sendi kehidupan umat manusia telah tersentuh dengan dunia internet. Mulai dari rumah tangga, laboratorium riset, kantor, universitas, lembaga-lembaga pemerintahan, lembaga-lembaga keuangan. Internet telah menjadi alat pertukaran informasi, pemberi informasi, penyedia informasi dan pengembangan informasi. Internet telah menjadi alat interaksi kehidupan manusia. Di dunia internet kita bisa mendapatkan berbagai macam jenis informasi mulai dari berita, hiburan, komunitas blog dll. Jadi semuanya tersedia secara lengkap.
Anda sebagai seorang manajer harus menguasai seluk beluk dunia internet dan harus mampu menjadikan dunia internet sebagai aktivitas perusahaan Anda untuk kegiatan bisnis dan company profile supaya dikenal oleh masyarakat luas. Misalnya, untuk perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, media internet adalah hal yang sangat vital. Dunia akan terus melahirkan revolusi ilmu pengetahuan dan media internet adalah wadahnya. Akibat perkembangan informasi yang begitu cepat membuat karakteristik ekonomi dunia saat ini sudah mengalami perubahan yang luar biasa akibatnya mobilitas ekonomi semakin cepat. Karena komoditi informasi dalam dunia ekonomi menyediakan informasi yang beragam, efisien dan aktual.
Akhirnya kegiatan ekonomi tradisional secara cepat menstransformasi menjadi eknomi modern. Informasi menjadi senjata andalan dan dunia bisnis terkena pengaruhnya secara besar. Oleh karena seorang pengusaha yang ingin memajukan perusahaan dan bersaing dalam tingkat global akan menggunakan internet untuk ekspansi bisnisnya.
Mengenai keunggulan ekonomi baru ini, pada tahun 1960 Peter Drucker sudah memulai menelitinya yaitu kedatangan para pekerja yang berpendidikan (Knowledge Worker) pembahasan penelitian ini adalah bahwa banyak bisnis yang telah mempunyai basic pengetahuan akan berjalan dengan lancar dan pengetahuan itu mempunyai alur dengan menggunakan Capital Information. Perencanaan besar dalam hal ini membuat strategi marketing akan menggunakan Media Internet untuk memperluas jaringan bisnis. Oleh karena para ahli bisnis memberikan istilah baru pada kegiatan bisnis dengan media internet yang disebut sebagai Network Economy. Network Economy telah memberikan perubahan. Secara langsung Media Internet akan memberikan perubahan yang sangat besar bagi perkembangan bisnis perusahaan dan setiap perusahaan akan terus memberikan inovasi dan mengembangkan WeSite yang berbasis e-commerce. Sejak tahun 2000 lebih dari 500.000 perusahaan diseluruh dunia telah mengembangkan e-commerce sebagai media penjualan dan interaksi perusahaan dengan konsumen. Karena target market perusahaan di seluruh dunia adalah semua orang yang menggunakan internet. Hal ini dikarenakan melalui internet para konsumen berhubungan langsung dengan perusahaan yang bersangkutan dalam hitungan menit sehingga terjadi efisiensi waktu dan biaya. Dengan memanfaatkan internet, maka bisnis yang kita jalankan mampu bergerak dengan cepat dan konsumen yang akan berinteraksi dengan kita berasal dari selruh dunia. Internet dalam bidang bisnis secara langsung mendorong perdagangan bebas. Apakah itu bentuknya WTO, APEC, AFTA, NAFTA, Uni Eropa. Hebatnya internet adalah sebagai media bisnis yang melakukan aktivitas adalah semua lapisan masyarakat bisnis, yaitu pebisnis besar, pebisnis kecil, pembeli dengan income besar dan pembeli dengan income kecil. Jadi bukan hanya lapisan elit bisnis.
Banyaknya perusahaan-perusahaan menggunakan media internet hal ini dikarenakan: Efesienitas, memudahkan pendistribusian promosi, hadir selama 24 jam, memudahkan akses Hperlink. Tapi para manajer yang ingin masuk ke dalam Marketing-Internet tetap harus melakukan analisis pasar karena hal ini merupakan hal yang sangat penting dan mendasar dari setiap bentuk kegiatan bisnis. Analisis pasar harus meliputi produk apa yang paling di minati konsumen, target konsumen yang akan dijadikan target seperti umur dan penghasilan yang diperoleh setiap bulan, keuntungan yang akan diperoleh setiap bulan. Hasil riset pasar bisa menjadi bahan rujukan untuk strategi penggunaan Website. Strategi ini meliputi visi dan misi yang dimiliki oleh perusahaan, informasi mengenai produk yang akan ditawarkan kepada konsumen, startegi untuk melakukan pengembangan bisnis. Jika kita telah siap dengan semua hal itu. Kita juga perlu merancang sebuah Website perusahaan kita yang sesuai dengan ciri khas perusahaan kita, seperti isi informasi yang diberikan mengenai company profile, produk yang akan dijual, laporan keuangan, strategi bisnis ke depan dll.
Ketika kita memutuskan membuat Website perusahaan yang paling terpenting adalah mengenal konsumen. Karena dengan mengenal konsumen berarti kita tahu sasaran target penjualan kita. Hasil riset dan data konsumen adalah informasi yang sangat berharga. Karena konsumen adalah hal yang paling vital. Bagilah konsumen menjadi beberapa group berdasarkan:
1. Pendidikan atau tingkat profesi.
2. Umur, pendapatan dan jenis kelamin.
3. Tipe perusahaan atau industri, dimana mereka bekerja
4. Pendapatan bulanan.
Keempat unsur diatas bisa membantu kita untuk mendapatkan inforamsi yang kita inginkan sehingga kita dapat menganalisa target konsumen yang kita inginkan dan apakah produk yang kita jual dikenal oleh mereka atau tidak. Menganalisa sebuah market atau pasar merupakan langkah yang pertama untuk menciptakan sebuah Web Plan bagi perusahaan. Hasil analisa pasar akan membimbing kita untuk membuat Web plan. Web Paln yang kan kita buat memuat dan memberi penjelasan mengenai segmentasi fokus mengenai target pasar dan prediksi pasar. Karena dengan ketiga dasar tersebut kita bisa membuat pertanyaan mengenai siapa konsumen yang kita bidik, seperti pertanyaan: Siapa mereka sebenarnya? Apa yang mereka benar-benar butuhkan? Berada dimana mereka (tempat tinggal/domisili)? Dimana mereka akan membeli? Seperti apa keputusan mereka dalam membeli sebuah produk (Apa latar belakang mereka untuk benar-benar membeli sebuah produk yang kita tawarkan)?
Secara langsung pertanyaan-pertanyaan diatas kita bisa mengetahui mengenai demografi pasar kita (Seperti jumlah populasi dalam suatu daerah, pendapatan individu setiap bulan, pengeluaran untuk belanja setiap bulan, klasifikasi pekerjaan/profesi yang dijalankan).
Data-data yang telah terkumpul kemudian diolah untuk mendapatkan informasi yang lebih mendtail dan lebih lengkap. Setelah dibuat dan menghasilkan data yang valid, manejer juga harus mendiskusikan dengan departemen-departemen yang lain hasil dari olahan data tersebut. Hal yang paling mutlak adanya meeting perusahaan untuk mengundang seluruh departemen untuk mendiskusikan hasil data dari riset pasar tersebut. Dalam meeting tersebut kita bisa mencari solusinya. Seperti Departemen Pemasaran merancang konsep untuk strategi marketing, Departemen Keuangan menganggarkan budget untuk biaya operasionalnya. Departemen Manufaktur mencipatakan produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Jadi di Meeting antar departemen kita dapat mencapai konsensus atau mufakat mengenai strategi yang akan dijalankan. Kerja sama antar departemen yang solid akan memudahkan Anda sebagai manejer untuk mengimplementasikan ide-ide yang telah Anda buat.

Internet untuk e-Business
Menurut Rayport& Sviokla bahwa implementasi e-business menuntut pergesaran paradidma secara fundamental dari semula Marketplace (tempat) yang menekankan interaksi secara fisik antara penjual dan pembeli menjadi Marketspace (Virtual) yang mengandalkan transaksi elektronik. Pergeseran ini ditandai dengan perubahandari Geographic Business Model (Location Based) menjadi Global Business Model (Virtual Marketplace) (Rayport&Siviokla, J.J, 1995, Exploiting the Virtual value chain, Harvard Business Review, November-December, P.P. 75-85).
Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia menggunakan konsep e-Business sebagai strategi pemasaran mereka. Internet diguanakan sebagi e-Business karena diharapkan perusahaan mempunyai konsumen baru lintas negara. Karena konsumen baru lintas negara dapat memberikan kontribusi profit untuk perusahaan. E-Business juga banyak menawarkan kemudahan. Karena dalam dunia maya (vitual Marketplace World) semua aliran informasi produk, proses interaksi komunikasi antara produsen dan konsumen serta transaksi jual-beli barang berlangsung dalam dunia maya. Satu hal yang sangat jelas adalah budget untuk promosi memerlukan anggaran yang tidak terlalu besar karena kita tidak memerlukan fasilitas fisik. Batas-batas geografis yang sering menjadi kendali secara otomatis akan terhapus. Contohnya ketika perusahaan otomotif BMW akan menawarkan produk baru ke konsumen dalam waktu serentak dapat dilakukan melalui We sitenya. Jadi baik individu itu berada di Eropa, Amerika atau Asia walaupun waktu mereka berlainan mereka dapat melihat produk mobil baru dari BMW secara bersamaan. Karena setiap orang dapat melihatnya secara langsung melalui layar komputer tanpa harus pergi ke Jerman. Keuantungan lainnya para konsumen dapat mencari informasi yang berkaitan langsung dengan segala sesuatunya mengenai produk mobil BMW.
E-Business dalam prakteknya telah membuat percepatan untuk globalisasi industri, di mana setiap barang atau produk yang dibuat untuk dijual kepada konsumen dapat dengan mudahdipromosikan ke seluruh penjuru dunia dalam waktu yang bersamaan. E-Business juga dapat membuat nilai yang bersifat universal melalui Manegement 3C: Content, Context, dan Carrier. Content menyediakan informasi mengenai produk fisik yang diperluas dengan jasa informasi. Context berupa saluran elektronik atau outline produk/jasa. Carrier merupakan operator infrastruktur elektronik yang digunakan. 3C dalam prakteknya di dalam dunia bisnis telah mengubah cara sebuah perusahaan dalam merancang, memproses, memproduksi, memasarkan dan mempromosikan sebuah produk. Yang akan terjadi adalah segmen market akan menjadi semakin besar, konsumsi produk menjadi konsumsi massal, pemasaran dan iklan menjadi semakin interaktif, terjadi forum dialog dalam dunia maya baik Customer to Customer dan Customer to Company.
Pada dasarnya E-Business itu mengeksplor:
1. Informasi pasar.
2. Strategi Marketing yang tepat.
3. Menjalin relasi secara on-line dengan konsumen.
4. Kemampuan Anda sebagai manejer dan tim Anda untuk memenangi persaingan.
Jika kita sedang surfing di internet banyak iklan-iklan e-business yang menawarkan berbagai macam produk. Dari produk Alat-lat rumah tangga sampai perjalanan wisata. Perusahaan melihat internet sebagai media yang interaktif dalam memasarkan produknya. Menurut Andersen dan Vince: Proses penyampaian produk secara digital akan semakin pesat perkembangnnya, seperti perangkat lunak (software), surat kabar on-line, CD musik, tiket pesawat, sekuritas, jasa konsultasi, hiburan, perbankan, industri asuransi, pendidikan, dan perawatan kesehatan (Andersen, C.H& Vincze, J.W. (2000), Startegic Marketing Management: Maeeting the Global Marketing Challenge, Boston, Houghton Mifflin Company).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: