Ekonomi Kreatif adalah Ekonomi Berdasarkan Ide Septo Indarto

4 Nov

Ekonomi Kreatif adalah Ekonomi Berdasarkan Ide
Septo Indarto

Dalam perkembangan ekonomi modern, ekonomi kreatif akan menjadi kekuatan baru dalam membangun perekonomian masyarakat. Ekonomi kreatif yang berdasarkan ekonomi ide akan memberikan pengaruh besar dan akan memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi sebuah Negara. Perkembangan ekonomi kreatif terus tumbuh setiap tahun dan pelakunya juga tumbuh dan ini akan menciptakan kultur wiraswasta yang bagus, sehingga setiap orang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan dalam jangka panjang akan mengurangi angka pengangguran.
Saat ini dunia memasuku peradaban keempat yang disebut dengan era kreatif, era kreatif adalah sebuah era dimana setiap individu yang mempunyai ide, bergerak untuk mewujudkan ide tersebut dan menjadikan sebuah proses kreatif untuk menghasilkan sebuah nilai yang menjadi penggerak bagi pertumbuhan ekonomi sebuah Negara. Nilai itu berupa konsep-konsep baru yang belum pernah ada sebelumnya kemudian diwujudkan dalam hal yang nyata. Contoh: seorang individu mempunyai ide untuk menciptakan mobil listrik yang mampu bertahan sampai 3 hari, kemudian dia bekerja keras untuk mewujudkannya dalam konsep yang nyata dan mendirikan perusahaan (start up) untuk memulai usahanya, mobil itu diproduksi sesuai dengan permintaan pasar. Nilai= ide untuk membuat mobil listrik yang mampu bertahan sampai 3 hari dan kemudian berhasil mewujudkannya dalam menciptakan mobil tersebut, kemudian memproduksinya dan menjualnya sesuai dengan permintaan pasar.
Alvin Tofler menyebut era peradaban manusia terdiri atas tiga gelombang, yaitu:
1. Era Pertanian
2. Era Industri
3. Era Informasi
Sementara era kreatif muncul sebagai kelanjutan dari era informasi. Dia telah meramalkan itu dalam bukunya yang berjudul Future Shock (1970). Era ekonomi kreatif tidak bisa berdiri sendiri, hal ini perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah berupa kebijakan yang mendukung dan peningkatan sarana infrastruktur, tanpa itu semua maka akan sangat sulit untuk berkembang di masa mendatang. Jadi peranan pemerintah sebagai pembuat kebijakan memainkan peranan yang sangat penting.
Ekonomi kreatif dapat didefinisikan sebagai sistem kegiatan manusia yang berkaitan dengan produksi, distribusi, pertukaran, serta mengkonsumsi barang dan jasa yang mempunyai nilai kultural, artistik dan hiburan.
Ekonomi kreatif mempunyai dimensi yang luas karena bermacam-macam barang dan jasa dapat diciptakan dan kemudian dipasarkan. Ide adalah kekuatan utama dibalik suksesnya ekonomi kreatif. Orang-orang yang mempunyai bakat selalu berpikir secara inovatif dan terus mengembangkan karya-karya mereka, karya-karya yang dihasilkan selalu baru dan unik dari waktu ke waktu.
John Howkins dalam bukunya yang berjudul The Creative Economy (2001) melihat kontribusi ekonomi kreatif kepada pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Karya hak cipta Amerika Serikat mempunyai nilai penjualan ekspor senilai USD 60, 18 miliar (Rp 600 triliun) angka ini tentunya sangat mengejutkan dan telah melampaui andalan sektor utama ekonomi Amerika Serikat, seperti pertanian, otomotif dan pesawat terbang. Dalam ekonomi kreatif yang menjadi pelaku adalah dalam jumlah yang banyak, sehingga ketika usaha itu berhasil menjadi besar dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sedangkan dalam ekonomi konvensional para pelaku yang terlibat tidak banyak, seperti pengusaha yang mempunyai pabrik otomotif jumlahnya bisa di hitung dengan jari, walaupun pekerjaan itu memerlukan tenaga kerja dalam jumlah banyak.
Ekonomi kreatif berkembang karena individu dapat memanfaatkan apa yang ada disekelilingnya, misalnya di daerah tempat tinggalnya terdapat hutan jati yang rimbun, kayu-kayu tersebut bisa diolah menjadi mebel dengan desain yang menarik dan menawarkan warna yang indah serta didukung dengan pemasaran yang tepat, maka harga jualnya akan tinggi dan akan memberikan pemasukan kepada desa tersebut, disisi lain angka pengangguran akan berkurang. Bayangkan jika di desa yang memiliki hutan kayu jati yang rimbun hanya mampu menjual kayu gelondongan atau kayu mentah saja, maka harga jualnya akan sangat rendah dan tidak mempunyai nilai tambah. Lingkungan hutan kayu jati tersebut bisa dijadikan sebagai tempat wisata dan juga balai latihan kerja untuk membuat desain dan olahan hasil kayu yang lebih baik dan disukai konsumen. Maka industri pengolahan kayu akan menghasilkan pendapatan yang besar dan akan menjadi desa yang mandiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: