Keunggulan Inovasi dan MEA Septo Indarto

30 Okt

Keunggulan Inovasi dan MEA
Septo Indarto

Di dalam penerapan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), keunggulan inovasi akan menjadi tolak ukur sebuah Negara yang mampu mengambil manfaat dari perdagangan bebas ini. Inovasi akan memberikan kemudahan dalam menjual dan mengembangkan produk-produk baru. Dalam inovasi, perusahaan melangkah kedalam Blue Ocean Strategy. Inovasi bukan hanya berbicara kemampuan menciptakan produk baru, tetapi ini juga menyangkut kebijakan pemerintah dalam mengelola Negara, budaya kerja keras, kemampuan mengeksplorasi ide yang lebih maju dari para pesaingnya, perlindungan hukum, kemampuan memasarkan produk dan juga keberhasilan mengalahkan kompetitor. Jika sebuah perusahaan mampu menciptakan produk-produk yang lebih inovatif tetapi gagal menguasai pasar dan juga mengalahkan kompetitor maka inovasi dinyatakan telah gagal. Kemampuan pemasaran sangatlah penting untuk mempromosikan produk-produk baru dan memperkenalkan kepada konsumen, jika kemampuan pemasaran tidak mampu menaikkan nilai jual sebuah branding maka inovasi yang diciptakan akan terus mengalami kegagalan dimasa mendatang.
Kemampuan inovasi tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu pendek karena prosesnya memerlukan beberapa tahapan dalam proses yang panjang. Inovasi dimulia dari sebuah ide untuk mewujudkan sebuah produk atau jasa dan bagaimana mengeimplementasikannya, kemudian setelah diimplementasikan apakah produk atau jasa itu bisa di jual atau tidak dan apakah konsumen membutuhkan produk atau jasa yang telah kita buat, produk atau jasa yang telah kita buat kita harus membuat tolak ukur dengan produk-produk dari para pesaing, setelah melakukan evaluasi maka kita harus menetapkan harga yang mampu di beli konsumen, kemudian menciptakan segmentasi pasar, ketika sudah dipasarkan apakah pasar akan menerimanya. Inovasi memerlukan proses Trial dan Error. Itu semua memerlukan proses dan penuh tantangan.
Kemampuan inovasi sangat mutlak, pemerintah juga harus mendukung setiap produk yang diciptakan dan juga melindunginya dengan berbagai kebijakan, sehingga cukup waktu bagi perusahaan untuk melakukan berbagai macam perbaikan untuk meningkatkan kualitas. Tapi di era MEA, semua pihak harus sudah siap, tidak ada perlindungan lagi, satu-satunya yang harus dilakukan pemerintah adalah menyediakan lingkungan yang mendukung untuk penelitian, seperti dana, sumber daya manusia dan infrastruktur riset. Hal ini tidak boleh ditunda lagi, jika terjadi penundaan maka proses yang harus dilakukan akan memakan waktu yang lama dan menghabiskan waktu dan biaya yang jauh lebih besar.
Inovasi harus menjadi budaya setiap perusahaan karena itu merupakan DNA perusahaan untuk mampu terus menjaga persaingan. Beberapa Variabel dalam inovasi yang harus diperhatikan:
1. Kreativitas dan Ide
2. Visi dan Misi Jangka Panjang
3. Kompetensi Sumber Daya Manusia
4. Sistem Organisasi harus flexible menyesuaikan zaman.
5. Kemampuan menyesuaikan dengan teknologi baru.
6. Managemen yang solid.
MEA akan menjadi peluang emas, bagi siapa pun yang mampu memanfaatkannya. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: