Foto Selfie dan Riset Pasar Septo Indarto

13 Okt

Foto Selfie dan Riset Pasar
Septo Indarto

Apa jadinya ketika foto-foto selfie Anda yang Anda unggah ke jaringan Social Media dijadikan riset pasar oleh perusahaan untuk kepentingan pemasaran. Jawabannya Anda akan snagat kaget, karena penggunaannya tanpa seizin diri Anda. Beberapa perusahaan mencoba mencari tahu mengenai produk-produk yang sedang tren melalui foto selfie yang diunggah ke jaringan social media. Saat ini salah satu alat pengumpul data untuk kepentingan marketing adalah foto selfie, foto selfie banyak yang dibuat secara spontan oleh orang yang melakukannya, sehingga hal ini menurut perusahaan dapat membantu mereka untuk mengetahui produk-produk yang disukai dan tidak disukai oleh konsumen. Karena foto itu menampilkan gaya, dari gaya tersebut diketahui apakah konsumen menyukai atau tidak menyukai produk tersebut. Hal ini jelas mengundang kontroversi, khususnya mengenai privasi dari pengguna jaringan social media yang sangat tergila-gila untu men-sharing foto selfie mereka kepada public, walaupun mungkin dikategorikan untuk narsis atau hanya sekedar hanya hanya eksis saja.

Situs jaringan sosial yang paling sering dijadikan sebagai media untuk mengunggah foto selfie, seperti facebook, pinterest, instagram, flickr adalah situs yang paling sering dikunjungi orang karena memang mempunyai posting yang cukup beragam dan juga foto-foto yang ditampilkan sangat banyak jumlahnya. Hal ini menjadi sasaran bagi sejumlah perusahaan untuk melihat perilaku mereka, khususnya untuk kepentingan marketing, perusahaan-perusahaan konsultan bisnis banyak yang memberikan hasil riset foto mereka kepada perusahaan-perusahaan yang menjadi klien mereka yang dikenal sebagai pemasang iklan besar karena mempunyai produk yang laku dipasaran.

Perusahaan Ditto Labs adalah salah satu perusahaan teknologi yang membantu perusahaan-perusahaan besar dalam pemasaran produk mereka, adalah salah satu perusahaan yang melakukan riset foto selfie. Perusahaan ini memakai software yang mampu memindai foto selfie seseorang, contohnya mencari foto seseorang yang sedang minum kaleng branding Coca-cola, Pepsi atau A&W rootbeer. Foto selfie seorang pemuda yang bermain basket memakai sepatu Nike. Foto-foto selfie dapat merefleksikan penggunannya mengenai kenyamanan dalam memakai sebuah branding produk. Foto selfie digunakan juga untuk menerka konteks dari foto. Semua itu kemudian dijadikan sebagai data dan data tersebut dikirim kepada praktisi pemasaran untuk mengirim iklan yang menjadi target dan untuk melakukan riset pasar lanjutan.
Orang akan semakin senang melakukan selfie dari waktu ke waktu, hal ini didukung oleh smartphone yang menawarkan kemudahan penggunaan, ketajaman gambar, mudah untuk di sharing ke social media. Para pemasar digital dapat memperoleh akses foto yang diunggah ke publik melalui jaringan social media dengan menggunakan program API (Application Programming Interface). Hal itu tentunya akan mencemaskan bagi privasi individu, tujuan para pemasar digital menggunakan program API untuk harapan bahwa sebuah brand terkenal mau beriklan dan menggolontorkan uangnya di situsnya. Ini adalah bagian strategi marketing untuk berkompetisi dan mendapatkan uang dalam jumlah besar.
Pemakaian software untuk memindai muka tau obyek masih sangat baru dan sudah saatnya situs mulai menyebutkan teknologi ini dalam kebijakan privasinya untuk melindungi anggotanya.
Perusahaan pemindai foto seperti Ditto Labs yang didirikan oleh David Rose pada tahun 2012, mengatakan bahwa suatu hari softwarenya akan memungkinkan konsumen belanja produk yang ada di foto selfie teman-temannya. Ditto Labs menyusun foto temuannya berdasarkan konteks foto dalam berbagai kategori, seperti penggemar oalh raga dan pencinta makanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: