Kenapa Para Pemimpin Gagal dalam Menciptakan Inovasi Septo Indarto (Team Double S)

30 Sep

Kenapa Para Pemimpin Gagal dalam Menciptakan Inovasi
Septo Indarto (Team Double S)

Banyak para pemimpin organisasi perusahaan yang gagal dalam menciptakan inovasi untuk menciptakan perubahan dan meningkatkan kinerja perusahaan menjadi lebih baik dari waktu sebelumnya. Para pemimpin seperti itu sudah terlena karena merasa nyaman, mereka selalu berpikir dalam jangka pendek, mereka melihat saat ini bisnis perusahaan sedang dalam keadaan baik dan tidak diperlukan kerja keras lagi untuk mencapai target-target baru dimasa mendatang.
Perusahaan-perusahaan multinasional yang lambat dalam menciptakan inovasi baik untuk menciptakan budaya kerja organisasi yang lebih baik dalam bekerja dan juga gagal menciptakan produk-produk baru yang disesuaikan dengan perkembangan jaman banyak yang mati dan bangkrut. Perusahaan seperti Nokia dan Nintendo gagal menciptakan penjualan yang lebih baik dan produk-produk mereka yang dipasarkan oleh konsumen dinilai sudah terlalu kuno dan tidak layak untuk dimiliki, sehingga menciptakan penjualan yang rugi dalam beberapa tahun. Microsoft akhirnya membeli Nokia, dan menggabungkan OS Windows menjadi OS standar untuk setiap Smartphone yang diproduksi oleh Nokia, tetapi penjualannya masih terbilang kecil masih sangat sulit untuk menembus rekor Samsung dan Apple di pasaran. Nintendo pun gagal dalam mengembalikan dominasi mereka dalam konsol game generation next. Nintendo Wii U yang diharapkan oleh Nintendo dapat menembus dominasi X-Box dan Sony Playstation sama sekali tidak bisa bersaing, bahkan Nintendo mengalami kerugian besar karena penjualan Nintendo Wii U dibawah target perusahaan. Bahkan para executive Nontendo rela gaji mereka di potong oleh perusahaan, hal ini dikarenakan mereka merasa bertanggung jawab bahwa mereka melakukan hal yang keliru dalam mengambil keputusan yang menyebabkan perusahaan rugi.
Apa yang terjadi di perusahaan Nokia dan Nintendo adalah para top executive mereka gagal melihat perubahan yang terjadi, ketika para competitor mereka fokus kepada inovasi yang memberikan nilai tambah, kedua perusahaan itu tidak melakukannya. Nintendo cenderung mempertahankan gaya managemen mereka untuk terus mempertahankan ikon-ikon game mereka seperti Super Mario, the legend of Zelda, Don king kong. Nintendo tidak berani menambahkan ikon-ikon baru dan juga up grade teknologi, seperti peningkatan grafis permainan. Permainan Nintendo cenderung datar dan biaya saja. Dalam dunia console generation next, kualitas grafis menciptakan suasana permainan yang mendekati kenyataan, sehingga memberikan pengalaman dalam permainan video game.
Nokia juga statis dalam pengembangan OS sehingga ketika Android mulai berkembang tidak ada langkah untuk mempercepat inovasi untuk produk-produk mereka. Nokia sangat fokus kepada persaingan melawan Blackberry dan tidak memperhatikan Android. OS Android tumbuh dan berkembang karena OS ini diciptakan untuk kebutuhan konsumen yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Android berkembang sangat cepat dan banyak vendor-vendor perusahaan telekomunikasi yang memakai OS ini. Para vendor memakai OS Android mulai dari smartphone yang berharga murah hingga yang kelas premium. Secara perlahan OS Android berhasil menciptakan ekosistem bagi pengembangan bisnis mereka dan menawarkan berbagai pilihan dalam produk software mulai dari software untuk berkerja hingga untuk bermain dan komunitasnya terus tumbuh dengan cepat. Dalam waktu singkat pengguna OS Android tumbuh dan berkembang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: