Kaizen-Sebuah Catatan Septo Indarto (Team Double S) Tahun 1945, Jepang kalah total melawan tentara Sekutu dibawah pimpinan Amerika Serikat. Setelah Perang Dunia II berakhir, Amerika menginginkan perekonomian dan industri Jepang untuk bisa bangkit kembali. Untuk mengatsi hal itu, Amerika mengirimkan para ahli industri dan managemen untuk mengembangkan sebuah program pelatihan managemen. Salah satu program pelatihan itu adalah perbaikan dalam 4 tahap yang kemudian disebut Kaizen. Kaizen saat menjadi suatu ilmu yang wajib dipelajari, bagi mereka yang berminat untuk mempelajari ilmu managemen. Kaizen banyak diterapkan diperusahaan-perusahaan Jepang, karena Jepang pada tahun 1960-an berhasil menjadi salah satu Negara industri terkemuka di dunia. Jepang berhasil meruntuhkan dominasi Amerika pada tahun 1960-an, ketika banyak produk-produk Jepang yang mulai menguasai seluruh dunia. Kaizen diterapkan secara berkelanjutan, karena ini menyangkut perbaikan secara terus-menerus untuk menciptakan hasil yang diinginkan dan tidak diterapkan dalam waktu singkat. Pengertian Kaizen Kata Kaizen (baca: Kai Seng), dalam bahasa Jepang , yaitu Kai= Merubah dan Zen= Lebih baik. Artinya perbaikan secara menyeluruh yang dilakukan berkelanjutan. Dalam ilmu managemen, pengertian Kaizen adalah suatu perbaikan yang dilakukan terus-menerus (berkelanjutan) untuk menjadi lebih baik atau dengan kata lain meningkatkan mutu produk dari produk-produk yang telah dibuat. Ada juga beberapa pihak yang mengatakan Kaizen Teian, Kaizen= merubah dan Teian= sistem. Kata Kaizen Teian artinya adalah suatu sistem perusahaan yang kompeherensif yang dilakukan dalam rangka perbaikan terus-menerus untuk mencapai kondisi yang lebih baik, sehingga dapat melakukan banyak pembaharuan kearah yang lebih baikbagi setiap perusahaan atau organisasi. Menurut Cane (1998:27): Ciri kunci managemen Kaizen adalah lebih memperhatikan mengenai proses dan bukan hasil, managemen fungsional silang dan menggunakan lingkaean kualitas dan peralatan lain untuk mendukung peningkatan terus menerus. Elemen inti Kaizen adalah kemauan untuk melakukan perubahan, bergerak ke arah yang lebih maju, memprioritaskan kualitas, konsisten, mencakup keterlibatan seluruh pegawai dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Semua karyawan harus memberikan saran untuk perbaikan, kunci Kaizen adalah kedisiplinan dan kerjasama tim adalah hal yang utama dalam meningkatkan moral pekerja untuk menjalankan siklus mutu Kaizen. Filsafat Kaizen memfokuskan bahwa cara hidup kita seperti kehidupan bekerja atau kehidupan berumah tangga dan kehidupan sosial harus difokuskan kepada perbaikan terus-menerus. Perbaikan itu dilakukan secara bertahap dari yang bersifat kecil, konsep Kaizen tidak bersifat dramatis yang memerlukan perubahan yang besar bahwa konsep Kaizen diterapkan berdasarkan akal sehat dan berbiaya rendah dan memberikan kemajuan dan imbalan hasil dalam jangka panjang. Jadi lebih menitikberatkan pada proses dan melanjutkan pekerjaan yang sudah ada, artinya dari hal yang sederhana menuju kesempurnaan melalui perbaikan mutu produk. Hitoshi Takeda (2006:82): Penerapan Kaizen dalam sebuah perusahaan adalah mencakup perbaikan yang dilakukan terus-menerus yang melibatkan seluruh pekerjanya, baik managemen tingkat atas sampai managemen tingkat bawah. 10 Principles of Kaizen: 1. Say no to status quo, implement new methods and assume they will work 2. If something is wrong, correct it 3. Accept no excuses and make things happen 4. Improve everything continuously 5. Abolish old, traditional concepts 6. Be economical. Save money through small improvements and spend the saved money on further improvements 7. Empower everyone to take part in problems’ solveing 8. Before making decisions, ask “why” five times to get to the root cause. (5 Why Method) 9. Get information and opinions from multiple people 10. Remember that improvement has no limits. Never stop trying to improve

18 Sep

Kaizen-Sebuah Catatan
Septo Indarto (Team Double S)

Tahun 1945, Jepang kalah total melawan tentara Sekutu dibawah pimpinan Amerika Serikat. Setelah Perang Dunia II berakhir, Amerika menginginkan perekonomian dan industri Jepang untuk bisa bangkit kembali. Untuk mengatsi hal itu, Amerika mengirimkan para ahli industri dan managemen untuk mengembangkan sebuah program pelatihan managemen. Salah satu program pelatihan itu adalah perbaikan dalam 4 tahap yang kemudian disebut Kaizen.
Kaizen saat menjadi suatu ilmu yang wajib dipelajari, bagi mereka yang berminat untuk mempelajari ilmu managemen. Kaizen banyak diterapkan diperusahaan-perusahaan Jepang, karena Jepang pada tahun 1960-an berhasil menjadi salah satu Negara industri terkemuka di dunia. Jepang berhasil meruntuhkan dominasi Amerika pada tahun 1960-an, ketika banyak produk-produk Jepang yang mulai menguasai seluruh dunia. Kaizen diterapkan secara berkelanjutan, karena ini menyangkut perbaikan secara terus-menerus untuk menciptakan hasil yang diinginkan dan tidak diterapkan dalam waktu singkat.

Pengertian Kaizen
Kata Kaizen (baca: Kai Seng), dalam bahasa Jepang , yaitu Kai= Merubah dan Zen= Lebih baik. Artinya perbaikan secara menyeluruh yang dilakukan berkelanjutan. Dalam ilmu managemen, pengertian Kaizen adalah suatu perbaikan yang dilakukan terus-menerus (berkelanjutan) untuk menjadi lebih baik atau dengan kata lain meningkatkan mutu produk dari produk-produk yang telah dibuat. Ada juga beberapa pihak yang mengatakan Kaizen Teian, Kaizen= merubah dan Teian= sistem. Kata Kaizen Teian artinya adalah suatu sistem perusahaan yang kompeherensif yang dilakukan dalam rangka perbaikan terus-menerus untuk mencapai kondisi yang lebih baik, sehingga dapat melakukan banyak pembaharuan kearah yang lebih baikbagi setiap perusahaan atau organisasi.
Menurut Cane (1998:27): Ciri kunci managemen Kaizen adalah lebih memperhatikan mengenai proses dan bukan hasil, managemen fungsional silang dan menggunakan lingkaean kualitas dan peralatan lain untuk mendukung peningkatan terus menerus.
Elemen inti Kaizen adalah kemauan untuk melakukan perubahan, bergerak ke arah yang lebih maju, memprioritaskan kualitas, konsisten, mencakup keterlibatan seluruh pegawai dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Semua karyawan harus memberikan saran untuk perbaikan, kunci Kaizen adalah kedisiplinan dan kerjasama tim adalah hal yang utama dalam meningkatkan moral pekerja untuk menjalankan siklus mutu Kaizen.
Filsafat Kaizen memfokuskan bahwa cara hidup kita seperti kehidupan bekerja atau kehidupan berumah tangga dan kehidupan sosial harus difokuskan kepada perbaikan terus-menerus. Perbaikan itu dilakukan secara bertahap dari yang bersifat kecil, konsep Kaizen tidak bersifat dramatis yang memerlukan perubahan yang besar bahwa konsep Kaizen diterapkan berdasarkan akal sehat dan berbiaya rendah dan memberikan kemajuan dan imbalan hasil dalam jangka panjang. Jadi lebih menitikberatkan pada proses dan melanjutkan pekerjaan yang sudah ada, artinya dari hal yang sederhana menuju kesempurnaan melalui perbaikan mutu produk.
Hitoshi Takeda (2006:82): Penerapan Kaizen dalam sebuah perusahaan adalah mencakup perbaikan yang dilakukan terus-menerus yang melibatkan seluruh pekerjanya, baik managemen tingkat atas sampai managemen tingkat bawah.
10 Principles of Kaizen:
1. Say no to status quo, implement new methods and assume they will work
2. If something is wrong, correct it
3. Accept no excuses and make things happen
4. Improve everything continuously
5. Abolish old, traditional concepts
6. Be economical. Save money through small improvements and spend the saved money on further improvements
7. Empower everyone to take part in problems’ solveing
8. Before making decisions, ask “why” five times to get to the root cause. (5 Why Method)
9. Get information and opinions from multiple people
10. Remember that improvement has no limits. Never stop trying to improve

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: