QQC –Note Septo Indarto (Team Double S)

17 Sep

QQC –Note
Septo Indarto (Team Double S)

Pengertian atau Definisi QCC: Quality Control Circle adalah sejumlah karyawan yang terdiri dari 3-7 orang yang mempunyai pekerjaan sejenis bertemu secara berkala untuk membahas dan memecahkan masalah-masalah pekerjaan dan lingkungannya dengan tujuan untuk meningkatkan mutu usaha dengan menggunakan perangkat kendali mutu (8 Langkah dan 7 Tools/Perangkat).
QCC dibentuk untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi sehari-seharai. QCC dibentuk oleh sekelompok orang tujuannya untuk memberikan pemecahan masalah bagaimana meningkatkan mutu usaha.
Mutu Usaha meliputi:
1. Kualitas produk, biaya dan waktu penyediaan.
2. Keamanan, keselamatan, dan kenyamanan kerja.
3. Melihat dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan kerja disekitarnya.
Asas-asas Pokok QCC
1. Asas Pembangunan Manusia.
2. Asas Dinamika Kelompok dan Kerjasama Kelompok.
Asas Pembangunan Manusia: Sejarah QCC adalah sejarah yang bertolak dari upaya setiap pemecahan masalah dengan cara penempatan peranan individu yang lebih bermakna, khususnya para pekerja pelaksana dengan pemecahan masalah pekerjaan. Penempatan individu yang benara-benar menguasai pekerjaannya dan mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul. Hal yang terpenting adalah falsafah pembangunan manusia (People Building Philospohy) selalu diterapkan untuk meningkatkan produktivitas sehingga hambatan-hambatan yang dihadapi dapat segera diselesaikan.
Asas Dinamika Kelompok dan Kerjasama Kelompok (Group Dynamic and Team Work): Penerapan QCC yang berhasil serta terus menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas bertumpu kepada sumber daya kekuatan-kekuatan kelompok yang saling menunjang (Human Synergistic) dan saling mendukung satu sam alain (Win-win Style).
Tujuan Umum QCC
1. Untuk meningkatkan keterlibatan karyawan untuk menangani persoalan-persoalan pekerjaan yang dihadapi sehari-hari dan mencari upaya pemecahannya.
2. Menggalang kerjasama team work untuk bekerja lebih efektif.
3. Meningkatkan kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi.
4. Meningkatkan kemampuan pengembangan pribadi dan kemampuan pengembangan kepemimpinan.
5. Menanamkan kesadaran mengenai pencegahan masalah.
6. Mengurangi kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan dan meningkatkan mutu kerja.
7. Meningkatkan motivasi karyawan.
8. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam kelompok kerja.
9. Menciptakan hubungan atasan-bawahan yang lebih serasi.
10. Meningkatkan kesadaran tentang keselamatan kerja.
11. Meningkatkan pengendalian dan pengurangan biaya.
Asas-asas Umum QCC
1. Asas Informalitas. Organisasi QCC adalah organisasi yang informal atau tidak resmi, organisasi ini tidak terikat kepada struktur organisasi formal perusahaan.
2. Asas Kesukarelaan. Keikutsertaan seorang karyawan dalam QCC adalah diundang berdasarkan kesukarelaan, seorang karyawan bisa mundur dari organisasi QCC karena merasa telah dirugikan.
3. Asas Keterlibatan Total. Setiap karyawan harus mampu melibatkan diri dalam kebersamaan dan segala upaya memecahkan permasalahan yang ditetapkan secara bersama-sama dan mencari solusi untuk menyelesaikannya.
4. Asas Memadukan. QCC dalam kegiatannya memadukan pengelolaan sumber daya kelompok manusia dan sumber daya non manusia secara seimbang dengan senantiasa memperhatikan proses kelompoknya . Individu harus dipandang sebagai sumber daya dan sebagai pengelola sumber daya tersebut yang sangat berbeda hakekatnya dengan sumber daya yang lain.
5. Asas Belajar Bersama Secara Berkesinambungan. QCC adalah kelompok belajar yang terus belajar untuk memecahkan masalah secara terus-menerus dan sambil belajar bersama serta berkembang bersama baik di dalam mauoun diluar pertemuan gugus. Pertemuan yang dilakukan berkesinambungan sangat penting karena akan menjamin mutu pekerjaan dan kepuasan kerja gugus.
6. Asas Kegunaan. Kepentingan QCC adalah kepentingan semua pihak dan kemajuan yang telah dicapai jika ada kemauan belajar dan saling menerima dengan sikap terbuka dalam anggota tim untuk saling belajar bersama.
7. Asas Loyalitas Kepada Organisasi. Kesetiaan karyawan anggota circle yang dituntut adalah kesetiaan pada organisasi perusahaannya bukan kepada pribadi, baik atasan, pucuk pimpinan maupun pemiliknya. Ketergantungan kepada pribadi seorang akan mengganggu kemantapan stabilitas kegiatan anggotanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: