Motivasi Menjadi Orang Yang Berkualitas Pada Abad ke 21 (Septo Note)

29 Agu

Motivasi Menjadi Orang Yang Berkualitas Pada Abad ke 21
(Septo Note)

Abad 21 adalah abad kemajuan teknologi di segala bidang. Abad 21 adalah abad informasi, dimana setiap orang mendapatkan akses informasi dengan mudah dan murah. Abad 21 adalah abad dimana setiap orang termotivasi menjadi yang terbaik dalam prestasi kerja yang didukung oleh kompetensi dan penguasaan teknologi informasi.

Persaingan untuk menjadi yang terbaik semakin sengit. Kesuksesan yang diraih harus didukung oleh visi hidup jangka panjang. Kita hidup dalam persaingan yang luar biasa ketat. Hidup tidak cukup hanya diisi oleh impian untuk menjadi sukses. Visi jangka panjang sangat diperlukan untuk membuat strategi yang tepat bagi diri Anda, ketika perubahan datang ke dalam diri Anda dimana Anda harus menyesuaikan dengan perubahan tersebut.
Kita harus belajar mengenai hal-hal yang baru yang dapat meningkatkan kompetensi kita. Hal-hal yang baru yang akan dapat memberikan manfaat banyak. Setiap detik waktu adalah hal yang sangat berharga untuk diri dalam meningkatkan kualitas diri untuk menjadi yang lebih baik dan kemudian untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Saat ini kita hidup dalam sebuah waktu yang memerlukan hal-hal yang baru, hal-hal baru itu adalah sebuah ilmu. Ilmu yang harus kita pelajari yang dapat membawa nilai tambah bagi diri kita.
Contoh Anda seorang marketer di sebuah perusahaan. Anda mempunyai nilai lebih dalam working-skill, yaitu mampu membuat dan mendesain sebuah situs web e-commerce yang dapat membantu peningkatan penjualan perusahaan Anda, itu adalah nilai lebih untuk Anda sebagai seorang professional karena diri Anda adalah berkualitas.
Saat ini Anda juga dituntut untuk mengetahui pengetahuan yang layak mengenai teknologi karena hal ini akan membantu produktivitas Anda. Anda mempunyai skill/keterampilan yang bagus dan dibutuhkan oleh lingkungan kerja tetapi Anda tidak mempunyai pengetahuan tentang teknologi yang layak maka yang Anda lakukan adalah akan sia-sia.
Ada sebuah pengalaman yang lucu, saya pernah bertemu teman saya di kantornya pada jam kerja. Ketika dia bertemu dengan saya di kantornya pada jam kerja dia sudah menyelesaikan tugas membuat surat tetapi printernya tidak bisa mencetak karena tintanya habis, sementara itu Cartridge tinta yang baru telah disediakan oleh bagian umum. Tetapi kemudian dibertambah bingung karena tidak bisa memasang Cartridge tinta. Akhirnya saya yang memasangnya, dia pun senang karena bisa mencetak dokumen.
Ini adalah sebuah persoalan yang kecil yang dapat menurunkan produktivitas dia. Karena dia telah membuang waktu sekitar 10 menit karena tidak mengerti bagaimana cara mengganti Cartridge tinta. Padahal printer itu selalu dipakainya. Dia selalu minta bantuan orang lain untuk memasang Cartridge tinta. Seharusnya dia harus mengetahui mengenai alat-alat kantor di mejanya bagaimana menggunakan dan merawatnya, sehingga dapat menghemat biaya operasional kantor dan meningkatkan produktivitas.
Personal Balanced Scorecard (PBSC) banyak membantu Anda untuk meningkatkan produktivitas diri dan mampu membuat visi Anda dalam jangka panjang. PSBC adalah catatan pribadi yang dibuat berdasarkan perenungan diri. Kita harus merenungkan diri kita untuk mengetahui langkah apa yang harus kita lakukan dimasa yang akan dating. PBSC adalah perubahan proses berpikir dan cara berpikir, tujuannya adalah untuk mempersiapkan diri Anda untuk bertindak dan terlibat dalam pekerjaan dengan penuh keyakinan, gairah dan energy.
Sebuah kekuatan yang berasal dari diri Anda untuk meningkatkan produktivitas diri anda untuk menjadi individu yang lebih baik. PBSC mengajar Anda untuk belajar lebih cepat dan lebih cerdas.
PBSC meliputi misi, visi, peran kunci, faktor penentu keberhasilan, ukuran kinerja, target dan tindakan perbaikan pribadi.
Semua itu dikelompokkan kedalam empat perspektif yaitu internal, eksternal, pengetahuan dan pembelajaran, dan keuangan. Tujuannya membawa Anda kepada kesejahteraan pribadi, keberhasilan di tempat kerja maupun di luar tempat kerja.
1. Internal: Kesehatan fisik dan keadaan mental. Bagaimana Anda mengendalikan dua aspek ini untuk menciptakan nilai bagi diri Anda sendiri dan orang lain? Bagaimana Anda tetap merasa nyaman baik dalam waktu kerja maupun diluar waktu kerja?
2. Eksternal: Hubungan dengan pasangan Anda, anak-anak, atasan, rekan kerja, dan yang lainnya. Bagaimana mereka melihat Anda?
3. Pengetahuan dan Pembelajaran: Keterampilan dan kemampuan pembelajaran Anda. Bagaimana tetap bisa sukses dimasa depan?
4. Keuangan: Stabilitas keuangan. Sampai pada tingkat apa Anda mampu memenuhi kebutuhan keuangan Anda?
Keempat faktor diatas akan membentuk bagian integral misi, visi, dan peran kunci pribadi (Ambisi Pribadi Anda). Perspektif dan faktor penentu keberhasilan bersama-sama, membentuk sebuah penghubung antara ambisi pribadi (Jangka Panjang) dengan sasaran pribadi, ukuran kerja, target dan tindakan perbaikan (Jangka Pendek).
Keempat factor tersebut menghubungkan ambisi pribadi dengan tindakan. Bagaimanapun juga, ambisi tanpa tindakan adalah halusinasi. Untuk mengubah visi misi menjadi tindakan Anda memerlukan sebuah energi.
Kerangka PSBC menurut Hubert Rempersad.
1. (Misi Pribadi) Siapa Saya? Apa falsafah hidup Anda? Mengapa Saya dilahirkan di dunia ini? Apa sasaran hidup Saya secara keseluruhan? Apa aspirasi hidup Saya yang terdalam? Mengapa Saya melakukan sesuatu yang Saya lakukan? Apa talenta unik Saya? Apa keyakinan inti Saya?
2. (Visi Pribadi) Kemana Saya menuju nilai-nilai dan prinsip-prinsip Apa yang membimbing Saya? Apa yang ingin Saya capai? Apa tujuan jangka panjang Saya? Apa keyakinan Saya? Bagaimana Saya akan membedakan diri dalam masyarakat? Bagaimana Saya melihat diri Saya sendiri?
3. (Peran Kunci Pribadi) Hubungan Seperti Apa yang ingin Saya miliki dengan orang lain? Bagaimana Saya akan mengisi berbagai peran yang berbeda untuk mewujudkan misi dan visi pribadi Saya?
4. (Faktor penentu keberhasilan pribadi) Faktor apa yang membuat Saya unik? Faktor mana dalam ambisi pribadi Saya yang merupakan keharusan untuk kesejahteraan dan keberhasilan pribadi Saya? Apa kompetensi Saya yang paling penting?
5. (Sasaran Pribadi) Hasil Apa yang Saya ingin capai? Hasil pribadi yang terukur, yang bersifat jangka pendek apa yang ingin Saya ingin capai? Sasaran jangka pendek apa yang paling penting? Perubahan paling penting apa yang akan Saya hadapi dalam pekerjaan dan karir?
6. (Ukuran Kinerja dan Target Pribadi) Bagaimana Saya mengukur hasil pribadi Saya? Bagaimana agar sasaran pribadi saya menjadi terukur? Nilai-nilai apa yang harus Saya peroleh? Apa target Saya?
7. (Tindakan Perbaikan Pribadi) Bagaimana cara saya mencapai hasil tersebut? Bagaimana saya mewujudkan sasaran pribadi Saya? Tindakan perbaikan apa yang harus Saya lakukan untuk mewujudkan sasaran tersebut? Bagaimana cara Saya melihat ini sehingga saya bisa terus-menerus belajar?
PSBC dapat dirumuskan sebagai berikut:
PSBC: Misi pribadi+ Visi pribadi+ Peran kunci pribadi+ Sasaran pribadi+ Ukuran kinerja+ Target+ Tindakan pribadi (dibagi kedalam empat perspektif: Internal, Eksternal, Pengetahuan dan Pembelajaran, dan Keuangan).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: