Belajar Dari Krisis Politik di Thailand Septo Indarto (Team Double S)

11 Agu

Belajar Dari Krisis Politik di Thailand
Septo Indarto (Team Double S)

Thailand selama ini dikenal sebagai Negara Wisata di Asia Tenggara dan juga Negara pertanian. Ekonomi Thailand termasuk Negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kota Bangkok telah menjadi kota tujuan wisata belanja dan juga wisata kuliner. Kota Bangkok menjadi salah satu ikon di Asia dan Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi telah menjdikan Bangkok emnajdi salah satu kota modern di Asia.
Krisis politik selalu terjadi di Thailand. Pemerintahan yang berkuasa sering kali dijatuhkan oleh pihak militer. Krisis politik selalu mengakibatkan jatuhnya korban dari pihak sipil. Kejadian ini terjadi secara berulang-ulang. Krisis politik sering kali menganggu sektor lain, yaitu sektor ekonomi dan sektor pariwisata. Sejumlah Negara akan mengeluarkan peringatan perjalanan ke Thailand ketika krisis politik terjadi.

Krisis yang baru terjadi adalah terjungkalnya perdana menteri Yingluck Shinawatra dari panggung kekuasaan di Thailand, Yingluck Shinawatra ditahan oleh pihak militer, ketika situasi keamanan sudah sangat tegang, Yingluck Shinawatra ditahan oleh pihak militer dibawah pimpinan Jenderal Prayuth Chan-Ocha setelah melaporkan diri kepada Dewan Pemelihara Ketertiban dan Perdamaian Nasional (NPOMC). Sebelumnya Yingluck Shinawatra bertemu Jenderal Prayuth di markas pengawal Raja Thailand lalu ditahan disebuah instalasi militer, Jenderal Prayuth meminta Yingluck dan kabinetnya untuk membawa pakaian dan obat-obatan yang diperlukan.
Ada sekitar 155 orang yang dilarang ke luar negeri dan tetap secara rutin harus melaporkan diri ke NPOMC. Mereka adalah anggota Partai Pheu Thai yang berkuasa, aktivis pro pemerintah, pemimpin protes anti pemerintah, dan mantan petinggi militer dan polisi yang dekat pada partai yang berkuasa Pheu Thai. Juru bicara militer mengatakan bahwa mereka telah menahan Yingluck Shinawatra, sejumlah anggota kabinet, tokoh dari dua kubu, mereka akan ditahan selama satu pekan untuk menjamin ketenangan Negara dan juga memberikan kesempatan luas untuk berpikir. Tokoh partai Pheu Thai Suranad Vejjajiva, Nopadon Pattama, Somchai Wongsawat. Tokoh kunci Komite Reformasi Demokratik Rakyat (PDRC) Anchalee Paireera dan Nitithon Lamlau.

Pihak Militer menilai Yingluck Shinawatra telah merugikan Negara karena telah lalai untuk membayar petani. Pemerintah baru sementara yang dipegang oleh Militer adalah membayar kerugian petani melalui skema subsidi beras. Pihak Militer mengatakan bahwa Yingluck telah merugikan keuangan Negara dan Departemen Keuangan diminta untuk menyediakan dana sekitar 80 miliar Bath untuk dibayarkan kepada para petani, pembayaran ini dilakukan dalam jangka waktu 15-20 hari. Kemudian Pihak Militer membubarkan Senat sehingga pembuatan dan pengesahan Undang-Undang berada dibawah pengawasan dan pengaruh militer hal ini dilihat sebagai bahwa pihak militer telah berencana untuk mengambil kekuasaan dalam jangka waktu yang lama.
Pemerintah Militer Thailand melalui buletin militer yang disiarkan oleh Televisi Pemerintah: Senat dibubarkan. Tanggung jawab atas undang-undang yang membutuhkan pengesahan Parlemen atau Senat telah diambil alih oleh pemimpin militer. Perebutan kekuasaan antara Pemerintah Sipil dan Pihak Militer telah berlangsung cukup lama, NPOMC telah melakukan perebutan kekuasaan melalui jalan melakukan kudeta yang ke 12 dari 19 kali kudeta dan upaya kudeta sejak tahun 1932.
Politik dan keamanan Thailand akan semakin tidak menentu di hari-hari mendatang. Demokrasi sudah berjalan tetapi masih sangat sulit ditegakan. Pemerintahan sipil selalu mendapatkan ancaman dari pihak militer. Pihak Militer selalu mengatakan bahwa pengambilalihan kekuasaan bertujuan untuk mengamankan jalannya pemerintahan yang dinilai telah melenceng jauh dari konstitusi Thailand.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: