Personal Branding Dalam Dunia Politik Septo Indarto (Team Double S)

22 Apr

Personal Branding Dalam Dunia Politik
Septo Indarto (Team Double S)

Apa yang Anda lihat ketika Anda sedang melihat sebuah kampanye politik di TV dan internet TV? Apakah Anda hanya melihat atau memikirkan apakah dia orang yang layak untuk menjadi seorang pemimpin yang akan memimpin negaranya jika berhasil mendapatkan mandat dari rakyat melalui pemilu.
Apa yang Anda pikirkan ketika Anda sedang membaca sebuah artikel atau sebuah iklan kampanye politik mengenai program-program kampanye yang dia janjikan kepada para pemilihnya, apakah Anda langsung setuju atau Anda berpikir kritis apakah program tersebut sudah tepat dalam menjalankan roda organisasi pemerintahan dalam menjawab banyak tantangan saat ini.

Saat ini bagi semua politisi Personal Branding adalah hal yang penting, membuat poster-poster ukuran raksasa dan ukuran kecil adalah sebuah keharusan untuk dikenal oleh masyarakat luas, poster adalah alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan program, walaupun kadang-kadang pemilih sama sekali tidak mengerti mengenai program yang ditawarkan.
Poster-poster yang dibuat dan dipasang di tiang jalan dan di pohon, sering kita lihat, seperti:
Pemimpin penuh amanah
Pemimpin jujur
Pemimpin yang merakyat
Pemimpin yang peduli dengan rakyat
Pemimpin yang selalu berada di hati rakyat

Tapi jika Anda berpikir sejenak ketika Anda melihat dan membaca poster tersebut apa yang Anda pikirkan mengenai personal branding mereka. Mungkin Anda akan bertanya seperti apa Pemimpin yang penuh dengan amanah, pemimpin yang jujur, pemimpin yang merakyat, pemimpin yang peduli dengan rakyat dan pemimpin yang selalu berada di hati rakyat. Kalimat-kalimat itu masih membutuhkan banyak sekali pertanyaan.
Tapi itu adalah pesan singkat untuk menciptakan personal branding para politisi untuk menuju ke kursi kekusaaan.
Hal yang paling efektif untuk mengetahui tentang visi-misi dari program-program mereka adalah dengan kampanye dialog antara para politisi dan rakyat. Rakyat bebas bertanya tentang program-program mereka dengan pandangan yang kritis dan pandangan yang membangun. Rakyat juga akan menilai apakah memang mereka pemimpin yang layak untuk menjadi pemimpin rakyat, apakah mereka bisa menjawab setiap pertanyaan dengan argumentasi yang berbobot, bahasa yang mudah dimengerti dan bisa meyakinkan para pemilih untuk memilihnya. Ini semua akan menjadi indikator bagi rakyat untuk mengetahui program kerja mereka dalam mensejahterakan rakyat. Rakyat hanya ingin dipimpin oleh pemimpin yang jujur dan mempunyai program kerja yang jelas untuk meningkatkan taraf kehidupan rakyat ketika kehidupan yang kita alami dan kita hadapi semakin terasa berat dari tahun ke tahun.
Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah dan itu membutuhkan proses belajar yang cukup lama untuk memantangkan jiwa dan pikiran. Menghadapi banyak kesulitan-kesulitan dan kemudian bagaimana menyelesaikan semuanya. Itu membutuhkan proses waktu untuk belajar. Kita tidak ingin memilih pemimpin instan yang hanya bermodal uang banyak dan kemudian karena kepentingan ekonomi untuk mencari kekuasaan yang lebih besar demi kemakmuran kelompok dan keluarganya. Hal itu berarti sama saja menghancurkan Negara secara tidak langsung. Menggunakan kepentingan Negara untuk kepentingan pribadi tanpa adanya transparansi informasinya sama saja mencuri hak-hak rakyat, sementara rakyat setiap tahun harus membayar pajak dalam jumlah tertentu untuk dijadikan modal keuangan Negara, tetapi tidak digunakan untuk kepentingan yang layak. Maka yang akan terjadi adalah pertumbuhan ekonomi akan lambat dan juga investasi dalam negeri tidak akan dapat berjalan dalam jumlah besar, karena investor takut untuk menanamkan modal, sehingga dalam jangka panjang akan menciptakan bahaya ekonomi bagi Negara, Negara tidak akan mempunyai penghasilan yang cukup untuk biaya operasional. Ini sangat berbahaya

Setiap Negara harus mempunyai pemimpin yang visioner, tujuannya bagaimana dapat mengelola kekayaan Negara baik itu kekayaan alam dan kekayaan modal intelektual untuk meningkatkan produktivitas. Pada dasarnya persaingan hidup saat ini bukan hanya terjadi persaingan antar individu tetapi juga persaingan antar Negara. Saat ini Negara-negara diseluruh dunia mulai menciptakan produk-produk unggulan dengan didukung oleh riset dan pengembangan sehingga menjadi daya saing ekonomi yang kompetitif.
Apa jadinya jika kita memilih para pemimpin yang tidak mempunyai program yang jelas untuk membangun Negara dan itu akan menciptakan ketertinggalan dan kemiskinan rakyat. Setiap Negara mempunyai keunggulan-keunggulan kompetitif dan tugas para pemimpin untuk menciptakan keunggulan tersebut.
Para pemimpin harus mampu memetakan keunggulan-keunggulan daya pembangunan ekonomi. Karena ini menyangkut potensi ekonomi untuk meningkatkan kemakmuran daerah menjadi daerah yang kompetitif dalam jangka panjang. Tugasnya adalah:
1. Bagaimana memetakan daya kompetitif ekonomi suatu daerah.
2. Menciptakan infruktur yang tepat.
3. Menciptakan basis industri yang mampu memberikan nilai tambah.
4. Menciptakan institusi pendidikan untuk menyiapkan tenaga yang handal.
Para politisi harus memikirkan itu semua untuk menciptakan personal branding karena hal itu menyangkut integritas mereka dimata publik. Apakah layak atau tidak untuk menjadi pemimpin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: