Kenapa Setiap Orang Menyebut Anda Sebagai Pemimpin (2) Septo Indarto

22 Mar

Kenapa Setiap Orang Menyebut Anda Sebagai Pemimpin (2)
Septo Indarto

Kita berada dan kita hidup dalam dunia yang keras untuk memenangkan sebuah kompetisi, kita harus mempersiapkan kekuatan kita. Kita hidup dimana disetiap Negara terjadi banyak perubahan yang didukung oleh kemajuan teknologi informasi, ketika paham demokrasi berkembang, perdagangan bebas menjadi suatu hal yang menjadi kewajiban setiap Negara harus melakukannya, ketika sebuah zaman dimana terjadi banyak sekali kekacauan politik yang menyebabkan terjadinya kerusuhan politik yang menjadi krisis politik, setiap Negara dipandang untuk menjalankan paham demokrasi dan paham kapitalis, ketika Negara kuat terus menekan Negara lemah. Anda mungkin akan bertanya: Dimana Kepemimpinan yang penuh nilai kemanusiaan? Karena jawabannya adalah kita hidup di dunia yang keras dan tidak memperdulikan lagi moral, kekuasaan adalah tujuan setiap orang untuk meraihnya dan para pemimpin ingin mengatur dunia sesuai keinginan mereka tanpa memperdulikan kembali keragaman dan ingin selalu mendominasi kaum yang lemah.
Leadership dilahirkan untuk bagaimana mengatur kelompok-kelompok untuk hidup berdampingan, untuk saling menghormati satu sama lain. Memimpin bukan hanya dijalankan dengan ambisi besar tanpa pernah menyentuh nilai-nilai kemanusiaan. Kita telah melihat banyak Negara hancur baik karena permasalahan dalam negeri atau yang berasal dari tekanan internasional. Ini adalah kehancuran dari cara Leadership yang dijalankan dengan cara yang salah tanpa pernah bisa untuk memperbaikinya. Studi mengenai kepemimpinan abad 21 telah berkembang pesat, dimana Leadership berkembang dengan cepat, tetapi dalam menjalankan Leadership kita harus mempunyai moral dan etika.
Dalam studi Leadership abad 21, Leadership jangan hanya difokuskan untuk melakukan studi mengenai organisasi perusahaan tetapi juga bagaimana mempelajari mengenai studi organisasi Negara. Ekspansi organisasi perusahaan adalah hal yang biasa dalam praktik bisnis perusahaan-perusahaan, tetapi ekspansi organisasi Negara kepada Negara lain apakah hal ini menjadi contoh sukses dalam praktik kepemimpinan global. Tentu jawabanya sama sekali tidak. Konflik Timur Tengah adalah sebuah studi yang kita bisa pelajari dimana Negara-negara di jazirah Arab saling memperebutkan pengaruh satu sama lain untuk menunjukkan kekuatannya di bidang politik dan di bidang militer. Konflik kawasan Asia dalam masalah konflik perebutan dikawasan laut China Selatan, setiap Negara menunjukkan kekuatan militer untuk mengklaim kawasan yang kaya akan minyak yaitu kepulauan Spratly, konflik perbatasan China-Jepang, krisis Nuklir Korea Utara. Itu semua menunjukkan bahwa kepentingan pengaruh ingin menjadi yang terkuat sangat nyata.
Jadi yang menjadi pertanyaan: Saat ini dimana Perdamaian?
Kita tidak mungkin hidup dalam suasana ketakutan, itu akan menciptakan kecemasan dan frustasi, ini harus dihindarkan oleh setiap pemimpin. Manusia ingin hidup dalam kebersamaan, saling mengasihi, dan saling berbagi. Leadership harus dilihat dari bagaimana bertindak dengan benar dan melindungi orang banyak dari ketidakadilan, bukan bagaimana menunjukkan kekuatan kepada setiap orang untuk mengatakan saya yang paling kuat.
Leadership juga harus dibangun dengan jiwa yang penuh kasih, sudah saatnya para pemimpin melihat bahwa manusia bukan hanya membutuhkan perubahan yang besar tetapi juga memerlukan perlindungan. Seorang pemimpin harus didukung oleh tim kuat, tim kuat ini harus berani memberikan banyak gagasan kepada pemimpin mengenai hal-hal yang harus dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Ini berkaitan dengan keberanian dan kerjasama tim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: