Nintendo Kenapa Gagal? Septo Indarto (Team Double S)

20 Jan

Nintendo Kenapa Gagal?
Septo Indarto (Team Double S)

Nintendo harus tersingkir dalam persaingan consol next generation, Nintendo harus mengalami kerugian sebesar 35 triliun Yen. Melihat latar belakang sejarah perusahaan yang sudah berdiri dari tahun 1889, seharusnya perusahaan ini siap menghadapi perubahan teknologi video game. Nintendo memang mengadakan revolusi permainan yaitu cara bermain game ketika meluncurkan Nintendo Wii, tetapi bagi para pencinta game kualitas yang ditawarkan sangat biasa sehingga tidak menarik. Nintendo berada di tengah-tengah persaingan Sony dan Microsoft. Ketika teknologi animasi 3 dimensi menjadi standar permainan baru yang dipelopori oleh Sony dengan mengeluarkan produk Console Sony Playstastion, dominasi Nintendo perlahan-lahan mulai pudar, Nintendo hanya berani menjual produk-produk permainan klasik seperti Super Mario, L:egend of Zelda, Don King Kong, Pokemon. Judul permainan video game tidak ada pemabaharuan. Dominasi Nintendo masih bisa bertahan dan berjalan dalam produk Game Mobile dengan seri Nintendo Game Boy. Tetapi para competitor terus mengembangkan teknologi baru dengan menampilkan kualitas gambar grafis yang lebih bagus, sementara Nintendo tidak mengelami perubahan besar hanya menawarkan produk baru dengan model baru sementara permainan video yang ditawarkan tidak bertambah.
Era 1980-1990 adalah era kejayaan Nintendo, Nintendo berhasil mempertahankan mascot Mario Bros sebagi ikon produknya dan berhasil mengalahkan pesaingnya yaitu Sega. Tetapi ketika Sony mulai meluncurkan video game baru dengan teknologi 32 bit pada tanggal 3 Desember 1994, sudah terlihat bahwa Sony akan mendominasi permainan video game dari mulai cara bermain dan juga grafis 3 dimensi yang ditawarkan kepada para pemain video game. Nintendo pernah berhasil menghentikan dominasi Sony dengan meluncurkan produk Nintendo 64 yang memakai teknologi 64 bit dengan menawarkan teknologi grafis yang lebih baik. Ketika Microsoft meluncurkan X Box pada tanggal 15 November 2001, persaingan semakin ketat, X box dan Sony mendominasi persaingan video game satu sama lain. Para developer game banyak yang memproduksi game-game untuk kedua merek tersebut. Nintendo menjadi tenggelam menghadapi dua competitor tersebut.
Ketika Nintendo meluncurkan Nintendo Wii U diharapkan penjualan console game ini akan naik, tetapi dalam kenyataannya pasar tidak menerima dengan baik, pertama harganya terlalu mahal, kualitas grafis hampir sama dengan PS 3 dan X Box 360, walaupun diklaim memiliki kualitas grafis yang lebih baik dari kedua merek tersebut, tetapi yang menjadi masalah adalah ketersediaan game tidak banyak untuk bisa dimainkan di console Wii U. Ini yang menjadi masalah kenapa Nintendo Wii U tidak mampu bersaing dalam penjualan Console Next Generation.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: