Thailand dan Krisis Politik Septo Indarto (Team Double S)

7 Jan

Thailand dan Krisis Politik
Septo Indarto (Team Double S)

Krisis politik di Thailand belum menunjukkan akan segera berakhir, ribuan orang terus trurun ke jalan untuk mendesak Perdana Menteri Yingluck Shinawatra turun dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Thailand. Thailanad adalah Negara di Asia Tenggara yang tidak pernah lepas dari krisis politik, krisis politik terus melahirkan krisis kepemimpinan dan berlanjut ke arah pergantian kepemimpinan. Krisis politi adalah sebuah keadaan yang terus terjadi di Thailand bagi siapa pun yang berkuasa. Thailand adalah Negara Monarki Konstitusional, posisi raja sebagai kepala Negara juga mempunyai pengaruh yang kuat untuk meredam krisis politik yang terjadi. Raja sangat dihormati di Thailand dan dipanadang sebagai seorang pemimpin yang mampu menjaga persatuan dan kesatuan Negara.
Pihak militer adalah pihak yang paling kuat dalam mengendalikan kekuasaan politik yang ada di Thailand dan selalu menjadi garda yang terdepan ketika krisis politik terjadi. Militer dapat membuat upaya kudeta di Thailand jika tidak menyukai gaya kepemimpinan seorang perdana menteri. Posisi pihak militer sangat kuat sekali di Thailand, bahkan ketika situasi Negara Thailand sudah berada dalam ambang bahaya maka militer akan keluar dari barak militer untuk mengamankan ibu kota Bangkok dari demonstrasi pendukung pemerintah dan demonstrasi anti pemerintah.
Saat ini aktor politik yang akan dicoba digulingkan adalah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra yang berasal dari keluarga kaya Thailand sebagai penerus dinasti keluarga Shinawatra. Pihak oposisi bukan hanya sekedar berdemonstrasi menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur bahkan mereka akan memberikan sebuah aksi yang lebih besar yaitu menghalangi para pegawai yang akan bekerja, mematikan aliran listrik dan air ke kantor dan rumah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Ini adalah upaya kudeta (pengambilan kekuasaan) yang dilakukan oleh para oposisi yang akan melancarkan serangan kudeta.
Sampai saat ini belum ada pemimpin Thailand yang mempunyai pengaruh yang kuat secara individu, kekuatan politi berada di lembaga militer yang sangat kuat dalam mengontrol pemerinatahan. Walaupun saat ini Thailand dipimpin oleh seorang perdana menteri yang berasal dari latar belakang sipil tetapi belum mampu mempunyai pengaruh yang kuat untuk memegang kendali secara utuh terhadap jalannya roda pemerintahan di Thailand. Kekuatan besar yang berada di belakang layar adalah lembaga militer yang mempunyai pengaruh yang kuat dan dapat melakukan kudeta kapan saja. Hanya Raja yang mampu mengendalikan situasi politik di Thailand ketika Thailand berada dalam masa krisis yang menyebabkan krisis politik dan krisis kepemimpinan sehingga harus dilakukan pemilihan umum untuk memilih perdana menteri yang baru untuk segera memimpin jalannya roda pemerintahan.
Pihak oposisi akan terus melancarkan aksinya untuk menggalang kekuatan yang akan memaksa Perdana Menteri Yingluck Shinawatra turun dari jabatannya sebagai perdana menteri. Pihak oposisi beranggapan bahwa Yingluck Shinawatra masih dikendalikan oleh kakaknya mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang sekarang bermukim di Dubai, Uni Emirat Arab. Perdana Menteri Thaksin digulingkan oleh pihak militer yang pro kerajaan karena dianggap telah melakukan tindakan korupsi dan mengembangkan dinasti Shinawatra sebagai penguasa Thailand.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: