Sebuah Harapan Yang Dia Ajarkan Kepada Dunia- Nelson Mandela Septo Indarto (Team Double S)

9 Des

Sebuah Harapan Yang Dia Ajarkan Kepada Dunia- Nelson Mandela
Septo Indarto (Team Double S)

Dia Nelson Mandela telah mengajarkan kepada dunia dan memberikan harapan kepada dunia untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, melalui jalan perdamaian untuk menciptakan sebuah persatuan bangsa dimana setiap orang dari semua ras, agama, latar belakang mempunyai hak yang sama dan dipersatukan dalam sebuah ikatan persaudaraan yang abadi tanpa melihat kebencian dimasa lalu dan mengarahkan kepada masa depan yang lebih baik dan lebih bermatabat. Dunia memberi penghormatan yang besar kepada dirinya, dia telah memberikan fondasi besar bagi terciptanya perdamaian yang baru dan harapan baru kepada masyarakat Afrika Selatan. Bahwa kita baik yang berkulit hitam dan yang berkulit putih adalah satu sebagai warga Negara Afrika Selatan, semua warga Negara mempunyai hak yang sama dan kewajiban yang sama tanpa dibeda-bedakan. Kita harus mengakui bahwa Nelson Mandela adalah tokoh dunia di abad 20 dan di abad ke 21, dia telah menunujukkan arti dari sebuah kepemimpinan dunia, memberikan arah yang jelas bagi terciptanya perdamaian dan juga memberikan harapan bahwa semua orang adalah sama dan berhak menaikan kualitas hidup mereka. Nelson Mandela telah melakukannya dengan baik. Dia adalah pemimpin Afrika Selatan dan memberikan harapan besar kepada dunia internasional, bahwa cinta dan kasih merupakan hal yang penting dari sebuah aksi yang penuh kebencian. Dia telah menunjukkan kepada kita bahwa cinta kasih dan sikap untuk memaafkan adalah kunci untuk menciptakan sebuah persatuan. Ketika dia wafat semua rakyat Afrika Selatan menangis dan dunia telah kehilangan tokoh yang sangat inspiratif dan karismatik.
Dia Nelson Mandela adalah rekonsiliator yang hebat- mampu mempersatukan rakyat Afrika Selatan yang berkulit hitam dan berkulit putih, dia adalah seorang demokrat yang sejati karena berhasil membangun masyarakat yang demokratis bagi rakyatnya, dia memberikan pelajaran kepada dunia bahwa peradaban manusia di bangun bukan dengan jalan kekerasan tetapi dengan menciptakan perdamaian dan cinta kasih untuk mewujudkan perdamaian yang abadi, hal ini akan memudahkan menciptakan persatuan sehingga akan mempercepat pembangunan Negara tanpa menghasilkan konflik yang berkepanjangan. Dia dilahirkan untuk menjadi seorang pejuang dan seorang pemikir. Dia rela ditahan selama 27 tahun di penjara untuk melawan ketidak adilan politik Apartheid yang telah memecah belah bangsa dan rakyat Afrika Selatan.
Ketika dia menjadi Presiden Afrika Selatan, dia berjuang secara tulus dan ikhlas untuk membangun bangsa Afrika Selatan kearah yang baru, dia telah bebas dari nafsu dan pamrih kekuasaan, dia sangat mencintai Afrika Selatan, dia berjuang untuk mendapatkan hak keadilan selama 27 tahun, dia terus memandang masa depan, bahwa masa depan yang lebih baik akan datang walaupun harus sabar untuk menunggunya, dia terus bekerja keras dan belajar, dia mempelajari banyak mengenai arti kepemimpinan dari tokoh-tokoh dunia yang kemudian memberikan dia inspirasi untuk melanjutkan perjuangannya. Dia menginginkan satu hal dalam perjuangannya yaitu keadilan dan persamaan hak, tetapi ketika dia berhasil menjadi Presiden Afrika Selatan dia memperjuangkan persatuan rakyat Afrika Selatan untuk berjalan bersama ke arah masa depan yang lebih baik, memberikan kekuatan kepada rakyatnya untuk menciptakan persatuan tanpa konflik, membawa Afrika Selatan ke panggung dunia dengan sikap yang lebih bermartabat. Semua perjuangan yang dia lakukan telah berhasil, dia telah meletakan dasar-dasar perjuangan yaitu cinta kasih untuk menciptakan persatuan.
Dia dipenjara selama 27 tahun, tetapi dia tidak pernah merasa dendam, karena dia ingin melihat rakyat Afrika Selatan untuk bersatu membangun Negara yang lebih makmur dan lebih kuat tanpa adanya diskriminasi warna kulit, kelas sosial, agama. Dia selalu berjuang untuk lebih mengedepankan prinsip perdamaian dan cinta kasih. Dia sangat sangat mencintai rakyat Afrika Selatan.
Ahli filsafat J North menulis: Ketika kita mengampuni, kita dapat menang atas kebencian kita, tidak dengan mengabaikan hak kita untuk membenci, tetapi kita berusaha melihat orang yang bersalah dengan belas kasihan, kemurahan hati, dan kasih. Sementara itu kita sadar provokator itu telah meninggalkan haknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: