Pengantar Hubungan Internasional Note (Septo Indarto) Team Double S

21 Nov

Pengantar Hubungan Internasional
Note (Septo Indarto) Team Double S

Frederich S. Pearson dan J. Marlin Rochester dalam bukunya yang berjudul International Relations: The Global Condition in the Late Twentieth Century. Hubungan Internasional berakar dari perjanjian perdamaian Westphalia tahun 1648 ketika di kota jaman tersebut mulai muncul dan kesatuan politiknya tersebut disebut Negara Bangsa yang mempunyai pemerintahan pusat yang mempunyai kedaulatan, wilayah tertentu dan penduduk tertentu.
Sejak tahun 1648 Sejarah Hubungan Internasional terbagi dalam empat sistem
1. Sistem Internasional era klasik (1648-1789)
2. Sistem Internasional era transisi (1789-1945)
3. Sistem Internasional era perang dunia kedua (1945-1973)
4. Sistem Internasional era kontemporer (1973-sekarang)
Sistem internasional dapat dirumuskan sebagai kesatuan-kesatuan politik yang merdeka, suku bangsa, negara kota, bangsa (kerajaan) yang cukup sering berinteraksi dan mengikuti proses yang teratur (KJHOLSTI).
Dari sistem seorang dapat menandai/mengindetifikasi adanya perubahan/kesinambungan yang dilihat dari:
1. Sifat pelaku
2. Pembagian kekuasaan
3. Pembagian kekayaan
4. Tingkat polarisasi
5. Tujuan-tujuan para pelaku atau aktor
6. Cara-cara aktor mencapai tujuan mereka
7. Tingkat ketergantungan
A. Sistem Internasioanl Klasik.
1. Raja mendominasi negara
2. Pembagian kekayaan merata dibeberapa negara Eropa yang diperintah oleh Raja yang memahami aturan main antara lain: Perancis, Swedia, Spanyol, Turki, Prusia, Rusia.
3. Mereka merasa pula mempunyai persamaan wilayah
4. Flexibelitas kesatuan serta aliansi cukup tinggi
5. Tujuan terbatas
6. Cara yang dipakai terbatas pula
7. Ketergantungan relatif rendah
B. Masa Transisi
1. Karena adanya revolusi Perancis merembet ke negara lain, kekuasaan raja bergeser.
2. Bertambahnya negara bangsa yang membawa nasionalisme berkembang dan bertambahnya penduduk
3. Pembagian kekuasaan tidak merata, karena sering kali kekuatan ekonomi diganti kekuatan militer, kemudian kekuatan dunia terbagi rata kepada beberapa negara, yaitu Amerika, Rusia, Jepang mengganti kekuatan Inggris Raya.
4. Adanya kesenjangan negara kaya dan negara miskin karena revolusi industri.
5. Polarisasi karena faktor ideologi.
6. Tujuan negara imperalis di dapat tanpa konflik, selama ada negara kolonial pada tahun 1914, pada perang dunia satu negara mulai memakai cara militer.
7. Untuk mencapai tujuan nasional melalui perang total, dengan senjata yang mematikan.
8. Mulai ada rasa bergantung antara negara-negara miskin dan negara-negara kaya, masa antara tahun 1919-1939 masa ketergantungan ekonomi, terjadi depresiasi ekonomi dunia, disamping itu mulai muncul organisasi internasional pada pemerintah dan non pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: