Pengantar Hubungan Internasional Note (Septo Indarto) Team Double S

21 Nov

C. Sistem Internasional Perang Dunia II
Disebut sistem Bipolar karena sistem internasional dikuasai Blok Barat yaitu Amerika dan sekutunya dengan kekuatan persenjataan nuklir dan ekonomi kapitalis. Blok Timur oleh Uni Sovyet dengan kekuatan persenjataan nuklir dan ekonomi Marxis.
1. Negara kuat yang menjadi pemimpin salah satu blok, jumlah aktor semakin banyak, karena banyak negara yang baru terbentuk.
2. Kekuasaan dipegang oleh pemimpin blok, tetapi bipolaritas ini menurun dengan terbentuknya GNB yang anggotanya dari dunia ketiga. Tahun 1950-60-an tumbuh fregmentasi dari keduabstruktur kekuasaan dari dua aliansi. Tahun 70-an kekuatan terbagi rata dan aliansi terpecah.
3. Kekayaan lebih terpusat kepada negara Kapitalis.
4. Walaupun jelas adanya popularisasi keretakan mulai timbul pada masing-masing blok , krisis terusan suez. Blok Timur adanya revolusi Hungaria tahun 1956 sehingga timbul Koexistensi damai, hingga dekade 1970-an.
5. Cara diplomasi dan propaganda banyak dilakukan walaupun perang masih terjadi walaupun bukan perang total.
6. Ketergantungan negara miskin semakin nyata.
D. Sistem Internasional Era Kontemporer (1973-Sekarang)
1. Sifat pelaku pemimpin blok tidak terlalu mendomoinasi karena negara hanya tidak diukur kekuatan militernya saja tetapi juga ekonominya. Sistem internasional menjadi desentalised.
2. Berkurangnya aliansi dan blok apalagi sejak embargo minyak tahun 1973.
3. Distribusi kekayaan belum merata dengan pola yang lebih rumit (kebanyakan masih tersimpan di negara maju) tetapi waktu boom minyak terjadi negara pengekspor menjadi kaya dan negara pengimpor menjadi miskin.
4. Polarisasi menjadi kurang jelas, dapat terjadi pada satu bidang menjadi teman dan dibidang lain menjadi musuh.
5. Tujuan para pelaku tidak hanya militer tetapi bergerser kepada kemajuan ekonomi, kesejahteraan penduduk dan lain-lain.
6. Cara-cara yang dipakai tidak hanya dengan senjata tetapi berubah karena dekade ini ditandai dengan majunya bidang komunikasi dan informasi.
7. Embargo minyak menandai bahwa dunia itu saling bergantung. Walaupun banyak negara merdeka ketergantungan lebih besar satu sama lain. Nasionalisme bergeser menjadi transionalisme, regionalisme cenderung menjadi globalisme beserta tumbuh lebih besar prinspi hidup berdampingan secara damai, keamnan internsional menjadi masalah bersama negara-negara di dunia. Hubungan internasional banyak dipengaruhi non state actor dimana kelompok ini dapat mencapai tujuan pemerintah nasional yang biasanya mempengaruhi politik dunia. Tetapi adanya transionalisme bukan berarti akan menghilangnya negara bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: