Kepemimpinan dan Era Demokrasi Septo Indarto (Team Double S)

2 Nov

Montesquieu juga mendefinisikan hukum sebagai hubungan yang diperlukan yang timbul sebagai akibat dari sifat alaminya. Ini berarti bahwa semua yang ada di dunia mempunyai hukumannya masing-masing. Dia memberi contoh bahwa Tuhan YME mempunyai hukum-nya, dunia materi mempunyai hukum-nya, bahkan binatang mempunyai hukum-nya, dalam sebuah buku catatan dia menulis bahwa apabila kita menyaksikan hukum dalam masyarakat, kita selalu melihat adanya pembuat undang-undang, jadi intinya segala sesuatu di dunia pasti mempunyai tujuan (sama seperti dalam dunia seni pasti ada seniman yang menciptakan dan mengembangkan karya seni itu).
Bagi Montesquieu bahwa hukum dibuat oleh orang-orang yang cerdas dan paham mengenai keadaan lingkungan mereka hidup saat ini. Dia mengingat bahwa William Penn telah berbuat lebih banyak dan lebih baik karena berhasil membuat peraturan hukum untuk tujuan damai dan bukan untuk tujuan perang, bagi dirinya Inggris adalah negara yang berhasil membuat peraturan hukum dalam parlemen sebagai sebuah pekerjaan yang terus menerus berlangsung dan bukan pekerjaan hanya sekali waktu, inti dari buku The Spirit of Laws adalah bahwa gagasan tentang keadilan dan hukum timbul secara bersamaan dalam pikiran manusia. Hukum dan keadilan tidak dapat dipisahkan , dimana yag satu memberikan makna kepada yang lain, bahkan ada kemungkinan bahwa keadilan telah lahir lebih dulu daripada hukum, karena sejak lahir kita memiliki perasaan dan tanggung jawab terhadap mereka yang telah berbuat bagi kepada kita.
Montesquieu berpendapat bahwa tugas hukum modern adalah memisahkan tindakan pribadi dari tindakan publik dan hanya mengatur masalah tindakan publik dan hanya mengatur masalah tindakan publik dan menyusun peraturan-peraturan legal untuk melindungi kepentingan publik.
Hal yang pertama harus dilakukan adalah semua perundang-undangan yang mengatur struktur dan kekuasaan pemerintahan harus dipisahkan dari hukum perdata dan hukum pidana yang berlaku bagi semua masyarakat perorangan. Para penguasa tidak boleh memperlakukan jabatan-jabatan yang dipercayakan publik kepada mereka sebagai milik pribadi mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: