Memahami Bisnis Internasional Septo Indarto (Team Double S)

31 Okt

Memahami Bisnis Internasional
Septo Indarto (Team Double S)

Saat ini penting sekali untuk memahami mengenai bisnis internasional. Bisnis internasional telah menjadi sebuah fenomena global diseluruh dunia. Ketika batas-batas Negara telah dihapus dengan perkembangan teknologi internasional maka interaksi individu menjadi lebih sering dan tidak bergantung kepada waktu dan tempat. Teknologi informasi yang berkembang dengan pesat. Bisnis internasional yang dulu dikenal sebagai perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun yang lampau. Sifat manusia yang tidak pernah merasa puas, membawa manusia untuk menjelajah menemukan daerah-daerah baru untuk dikunjungi, kemudian ditinggali. Tentunya ini akan mengharuskan setiap individu untuk belajar mengenai budaya setempat, baik istiadat dan bahasa, kesemuanya adalah hal yang baru. Memahami budaya baru adalah hal pertama yang akan kita pelajari, kita harus belajar hal-hal baru ketika kita berkunjung ke daerah tersebut, berkomunikasi dengan mereka sebagai tuan rumah, mempelajari kebiasaan mereka, menjalin hubungan persahabatan dengan mereka, menjalin hubungan bisnis sebagai rekan kerja. Tentu semuanya memerlukan proses waktu yang cukup lama, tetapi hal yang Anda harus lakukan adalah Anda mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, berani berteman dengan orang-orang baru, belajar mengenai budaya kehidupan mereka dan ikut serta dalam acara-acara pertemuan komunitas dimana Anda akan tinggal.
Ada satu hal yang harus kita lihat dan kita pahami, bahwa kita tinggal disebuah planet yang bernama planet Bumi yang didiami oleh lebih 4 milyar orang. Ini adalah kekayaan yang luar biasa yang dapat kita pelajari dan kita amati. Belajar kebudayaan orang lain baik adat istiadat dan bahasa merupakan sebuah keuntungan yang besar bagi diri kita. Ini adalah sebuah motivasi hidup bagi kita untuk belajar mengenal kehidupan. Planet bumi yang kaya mengenai keberagaman merupakan sebuah anugerah yang telh diciptakan dan diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada kita semua.
Kebudayaan jangan hanya dilihat dari adat istiadat dan juga mengenai bahasa, tetapi harus dilihat dengan pandangan yang lebih luas. Dalam mempelajari bisnis internasional mempelajari kebudayaan dunia adalah sebuah langkah positif selain kemampuan bisnis, karena ini akan menjadi nilai tambah bagi Anda yang ingin memperluas jaringan bisnis Anda. Ada hal yang umum yang dapat kita amati dan kita pelajari dari mempelajari kebudayaan lain, seperti mengenai Waktu, setiap Negara melihat waktu dengan cara berbeda, bahkan jika kita lihat dari Budaya Barat dan Budaya Timur sangat berbeda. Dalam Budaya Barat waktu memang digunakan hanya untuk pembicaraan bisnis, negosiasi dan deal untuk bisnis. Di Budaya Timur waktu sangat dihargai sebagai upaya untuk mengenal satu sama lain lebih mendalam selain digunakan untuk pembicaraan bisnis, negosiasi dan deal untuk bisnis.
Sebuah studi kasus yang ditulis oleh Richard D. Lewis merupakan hal yang menarik untuk dikaji:
Bagi orang Amerika waktu adalah uang, oleh karena itu mereka tidak ingin membuang waktu dalam proses bisnis, mereka ingin langsung ke inti pembicaraan untuk mendapatkan kepastian. Ketika pembicaraan bisnis gagal maka bagi orang Amerika itu sama artinya menghabiskan waktu dan menghabiskan biaya. Sehingga hal itu sangat mengecewakan bagi mereka.
Orang Jepang tidak bisa langsung ke inti pembicaraan, sehingga ketika negosiasi bisnis dilakukan dapat berjalan lebih dari dua kali, bagi orang Jepang ketika inti pembicaraan telah selesai mengenai bisnis maka waktu selanjutnya akan digunakan untuk lebih mengakrabkan diri satu sama lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: