Cecil Gaines dan Pengalamannya Sebagai Saksi Sejarah di Gedung Putih Septo Indarto (Team Double S)

14 Okt

Cecil Gaines dan Pengalamannya Sebagai Saksi Sejarah
di Gedung Putih
Septo Indarto (Team Double S)

Semua orang yang bertugas di Gedung Putih mengenal dirinya sebagai seorang pelayan di Gedung Putih, dia adalah seorang pelayan yang telah mengabdi selama 30 tahun lebih (34 tahun) dalam kurun waktu 1957-1986. Dia adalah saksi dimana dia melayani presiden Amerika, dia telah melihat banyak hal di Gedung Putih: Mulai dari bagaimana para politisi berkumpul dan berdiskusi, kebiasaan para presiden Amerika, presiden mengambil keputusan penting sebagai kepala pemerintahan, melihat drama politik, tragedi politik dan juga komedi. Semua orang melihat dia adalah seorang pelayan kulit hitam yang bekerja dengan baik dan penuh dengan dedikasi besar, tetapi disisi lain dia mengetahui banyak hal mengenai kehidupan di Gedung Putih ketika tidak semua orang mengetahuinya. Dia adalah saksi sejarah karena hatinya melihat, matanya mengamati, kupingnya mendengar. Tetapi tugasnya tetap satu: Dia harus melayani para pemimpin yang sedang berkuasa.
Dia mengenal pribadi-pribadi dari para presiden Amerika. Dia melayani Presiden Dwight D Eisenhower, Lyndon B Johnson, John F Kennedy, Richard Nixon, Ronald Reagan. Dia melihat semuanya. Dia adalah saksi hidup yang mengetahui banyak hal di Gedung Putih. Dia memang hanya seorang biasa tetapi dia adalah orang yang beruntung banyak mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan di Gedung Putih. Dalam kurun waktu selama tiga puluh tahun lebih dia bertugas dia melihat peristiwa-peristiwa penting: Tertembaknya presiden John F Kennedy, terbunuhnya pendeta Martin Luther King dan kerusuhan sosial yang melanda Amerika Serikat.
Amerika adalah Negara yang menjunjung demokrasi tetapi disisi lain Amerika harus berjuang keras untuk memperjuangkan persamaan hak dalam jangka waktu yang lama dan proses yang panjang. Peristiwa terbunuhnya pendeta Martin Luther King dan kerusuhan rasial tahun 1960-an adalah saksi sejarah, bahwa Amerika adalah Negara multiras yang harus berjuang keras untuk mempersatukan pandangan bahwa semua orang adalah sama derajatnya dan mempunyai persamaan hak untuk hidup bersama tanpa prasangka yang buruk.
Walaupun Amerika adalah Negara yang berjuang menegakan demokrasi di seluruh dunia, tetapi untuk mewujudkan demokrasi di Amerika sendiri memerlukan pengorbanan yang besar, perjuangan yang menguras energi bangsa. Sejak era perang sipil pada pemerintahan Abraham Lincoln hingga era pemerintahan John F Kennedy. Ini bukanlah waktu yang sebentar tetapi merupakan waktu yang panjang dan memerlukan energi yang besar untuk mewujudkannya dan pemikiran yang mendalam.
Cecil Gaines telah melihat itu semua, melihat sebuah drama dan tragedi yang ditulis dalam sebuah buku yang bernama Sejarah yang menceritakan perjalanan panjang negerinya untuk berjuang menegakan demokrasi. Tahun 1952 ketika dia pulang ke Virginia walaupun telah bekerja di Gedung Putih dia tetap tidak boleh menggunakan toilet umum.
Ketika presiden Barack Obama menjadi presiden kulit hitam pertama di Amerika, dia diundang dan berkata: Aku tidak pernah berpikir akan melihat orang kulit hitam menjadi Presiden Amerika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: