Transparansi dan Para Pemegang Saham Septo Indarto (Team Double S)

17 Jul

Transparansi dan Para Pemegang Saham

Septo Indarto (Team Double S)

 

Untuk menambah modal, banyak perusahaan yang melakukan penjualan saham dilantai bursa tujuannya adalah untuk menambah modal yang digunakan untuk ekspansi usaha dari bisnisnya. Perusahaan mencari investor untuk menambah modal dan para investor tersebut yang kemudian menjadi pemegang saham. Para pemegang saham membeli saham sebuah perusahaan karena melihat prospek cerah sebuah perusahaan. Mereka membeli untuk kepentingan jangka panjang dan keuntungan jangka panjang. 

Adalah sangat penting bagi perusahaan untuk terus mempertahankan budaya kerja transparan. Membuat laporan keuangan yang jujur untuk dibaca oleh para pemegang saham, tujuannya adalah memberikan kepastian kepada para pemegang saham dan kepercayaan. Itu penting sekali. Kepercayaan adalah sebuah kekuatan dan modal bagi perusahaan untuk menjaga citra mereka di lantai bursa dan ekspansi bisnis mereka.  Budaya kerja transparan oleh pihak managemen dan juga karyawan adalah sebuah keharusan untuk menjaga kepercayaan tersebut.

Perusahaan-perusahaan dengan budaya kerja yang transparan akan lebih kuat dan lebih optimis dalam melihat masa depan. Perusahaan akan terus berjalan ketika situasi baik dan situasi buruk berlangsung, mereka akan tenang karena mereka telah melakukan dan berjalan dalam kondisi yang benar. Hal yang terpenting adalah para pemimpin perusahaan memberikan informasi yang jujur dan tetap menjaga etika kepada para pemegang saham, perusahaan-perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang tetap menjaga etika dan moral dalam menjalankan bisnis mereka. Ini adalah sebuah bentuk tanggung jawab yang dijalankan oleh para pemimpin dalam mengelola perusahaan mereka kepada para pemegang saham.

Transparasi adalah sebuah pilihan, transparasi adalah sebuah bentuk tanggung jawab. Kita harus memberikan informasi yang jujur dan terbuka kepada para pemegang saham. Para pemimpin perusahaan wajib menjalankan roda organisasi dengan kejujuran. Menciptakan budaya jujur bukanlah hal yang sulit tetapi harus ada kemauan yang harus dijalankan. Karena ini menyangkut masa depan citra perusahaan di masa mendatang. Para pemeganag saham akan melihat cara kita bekerja, mereka akan menilai apakah kita bekerja dengan jujur atau tidak, apa kita menciptakan budaya kerja yang sehat. Mereka akan memberikan banyak penilaian kepada kita, karena mereka menanamkan uang mereka dalam bentuk saham dalam perusahaan kita. Kita wajib menjaganya sebaik mungkin.

Ketika terjadi gelembung ekonomi yang pecah dimana banyak perusahaan-perusahaan bangkrut, SEC (Securities and Exchange Information) mengeluarkan regulasi Fair Discloure  pada tahun 2000. Fair Discloure dibuat oleh SEC untuk para investor  dan Undang-undang tersebut  mengharuskan semua perusahaan publik di Amerika memberikan data dan informasi yang penting yang dapat mempengaruhi keputusan investor kepada semua investor pada saat bersamaan. Artinya perusahaan tidak dapat memilih informasi mana yang akan mereka keluarkan dan tidak dapat memilih data yag akan diberikan kepada para analis sebelum waktunya. Tujuannya adalah menciptakan budaya transparan dalam perusahaan-perusahaan Amerika, bagi yang melanggar akan di denda.

Ketika Undang-undang itu dikeluarkan justru banyak perusahaan-perusahaan Amerika terlihat banyak skandal seperti WorldCom, Enron, Adelphia, Tyco. Perusahaan-perusahaan tersebut banyak memberikan informasi-informasi palsu kepada para pemegang saham. Ini adalah pukulan telak bagi iklim bisnis di Amerika dan juga akan membahayakan perekonomian dalam jangka panjang. Skandal korporasi menyebabkan kondisi ekonomi Amerika dalam keadaan tidak sehat, pemerintah Amerika harus bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini. Karena ini menyangkut sebuah kredibilitas di tingkat nasional dan ditingkat internasional.

Skandal-skandal korporasi terjadi karena banyaknya perusahaan yang menjalankan bisnis secara curang dan menyebabkan banyak masalah yang mengakibatkan banyak sekali orang-orang kehilangan pekerjaan. Para pemimpin bisnis menjalankan roda perusahaan dengan cara yang salah, informasi yang diberikan banyak yang salah dan sama sekali tidak akurat, ini menyebabkan skandal menjadi booming dan membuat negara menjadi resah, karena uang dalam jumlah banyak di curi oleh segelintir orang. Ini sama saja membiarkan maling bergerak semaunya dan dapat menyebabkan banyak masalah-masalah baru akan muncul dan semakin rumit penyelesaiannya dan masuk ke dalam penyelesaian bidang hukum untuk menyelesaikan semua masalah tersebut.

Banyak peraturan-peraturan yang dilanggar, perusahaan besar telah menimbulkan banyak masalah karena kepemimpinan yang tidak transparan  dan kultur bisnis yang sama sekali tidak sehat. Itu adalah pelanggaran etika dan moral. Memberikan laporan palsu kepada para pemegang saham hal ini sama dengan dengan perbuatan kriminal. Banyak perusahaan yang melanggar aturan Fair Discloure yang dibuat oleh SEC dan banyak juga perusahaan-perusahaan yang melanggarnya.

Jeffrey Bronchick-Chief Investment Officer (CIO) di Reed Connor & Birdwell yaitu sebuah perusahaan managemen keuangan di Los Angeles yang mengatakan bahwa: Mengubah kultur yang menimbulkan masalah ini sama seperti mengembalikkan arah titanic.

Menurut Jeffery Bronchick ada dua alasan mengapa tidak ada pembaruan dalam cara mengatasinya. Pertama, Anda berbicara mengenai mengambil uang dari orang lain. Kedua, cara sistem diterapkan membuat perubahan berlangsung lambat. Dewan mengadakan rapat, membentuk komite, mengatur pertemuan komite. Perlu waktu lama hanya untuk menyetujui hal itu semua dan terlalu menghabiskan waktu. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: