Tanggung Jawab Dalam Bisnis Septo Indarto (Team Double S)

15 Jul

Tanggung Jawab Dalam Bisnis
Septo Indarto (Team Double S)

Tanggung jawab dalam bisnis adalah hal yang sangat mutlak untuk dilakukan dan di jaga karena hal ini merupakan sebuah sikap mengenai bagaimana cara Anda bersikap, melakukan sesuatu, dan melihat keadaan untuk jangka panjang. Tanggung jawab juga mencerminkan cara Anda berpikir, cara Anda melihat sebuah masalah dan cara Anda menyelesaikan sebuah masalah. Ini menyangkut masalah integritas dan bukan pekerjaan yang mudah dilakukan tetapi Anda harus melakukannya dengan cara yang tepat, ini berkaitan dengan reputasi pribadi Anda.
Pendiri Johnson and Johnson (J & J), Robert Wood Johnson pada tahun 1940 menciptakan misi perusahaan yang menyatakan: Tanggung Jawab perusahaan ditujukan kepada pelanggan dan tenaga medis yang menggunakan produk perusahaan, kepada karyawan, dan komunitas di mana mereka bekerja dan hidup, dan pihak-pihak yang berkepentingan.
Tanggung jawab merupakan indikator (bagaimana cara mengukur) kemampuan Anda sebagai seorang pemimpin, ini bukanlah hal yang sederhana tetapi hal yang kompleks yang Anda harus lakukan untuk memimpin ratusan dan ribuan karyawan dan kemampuan Anda menciptakan budaya kerja yang bersih dimana setiap karyawan mampu bekerja dengan semangat kerja yang tinggi dan juga menjaga nilai kejujuran dimana Anda harus memimpin mereka untuk menjaga reputasi perusahaan yang dilihat oleh para pemegang saham, masyarakat umum dan para analis bisnis.
Ada sebuah kasus menarik yang dapat kita pelajari dan untuk dianalisa, hal ini adalah contoh kasus terbaik yang dapat kita ambil pelajarannya. Produk Tylenol pada bulan Oktober 1982 menghadapi sebuah krisis besar dimana tujuh orang meninggal dunia setelah menelan kapsul Tylenol Ekstra Kuat yaitu sebuah penghilang rasa sakit dan sangat terkenal di Amerika. Hasil laporan penyelidikan menulis dalam analisa bahwa orang yang tidak dikenal telah memasukan sianida ke dalam kapsul Tylenol dan mengembalikan kapsul itu kedalam kemasan yang serupa ke dalam rak konsumen dimana tidak seorang pun mencurigai hal itu dan membeli botol yang telah tercemar tersebut.
Kejadian tersebut terjadi di kota Chicago dan itu merupakan tahun bencana kepada perusahaan, ketika produk Tylenol menjadi produk terlaris di Amerika yang telah menguasai pasar sebesar 37%, SETELAH KEJADIAN YANG TELAH MERUSAK CITRA PERUSAHAAN DI MATA KONSUMEN, PRODUK TYLENOL ANJLOK HINGGA 7%. Reputasi J & J merosot tajam dan para pemegang saham menjual saham mereka dengan cepat dilantai bursa karena merasa ketakutan dan panik akan peristiwa yang menyebabkan reputasi perusahaan menjadi hancur karena peristiwa itu.
Apa yang dilakukan oleh managemen J & J, yaitu bagaimana mengatasi krisis dengan segera yang telah menyebabkan salah satu produk perusahaan yang telah memberikan keuntungan yang besar tanpa merusak reputasi perusahaan atau produk itu secara permanen? Managemen J & J akhirnya memutuskan bahwa komunikasi salah satu cara yang paling efektif untuk menyelesaikan kasus ini kepada publik dan diharapkan akan dapat memulihkan reputasi perusahaan dan juga kepercayaan konsumen kepada produk Tylenol.
Managemen J & J langsung menarik 30 juta botol produk Tylenol dan juga menanggung kerugian lebih dari $ 100 juta. Ini adalah bentuk tanggung jawab perusahaan, perusahaan jelas menderita kerugian besar karena kasus ini, tetapi reputasi perusahaan jauh lebih penting dari hal apapun. Pihak managemen terus melakukan penarikan produk dan menghentikan penayangan iklan di semua media karena melihat ini akan menyebabkan banyak masalah. Pihak managemen terus bekerja keras menarik semua produk Tylenol dari semua rak di toko-toko Amerika, dan meminta maaf kepada para pelanggan karena telah melakukan sebuah kesalahan.
Managemen J & J mulai mengendalikan reputasi mereka yang semula merosot tajam dan akhirnya secara perlahan, reputasi mereka kembali meningkat di mata konsumen dan juga mulai memperkenalkan kembali produk Tylenol dan juga mendesain ulang rancangan keamanan botol, sehingga akan menciptakan rasa aman dalam mengkonsumsi produk Tylenol, kemasana baru botol dirancang dengan segel pengaman berlapis tiga yang saat ini menjadi sebuah standar yang diharuskan oleh Badan Pengendali Obat dan Makanan Amerikadan ini berlaku untuk semua produk obat untuk menjaga keamanan produk dari bahaya pencemaran.
Managemen J & J melakukan tindakan yang cepat dan menanggapi berbagai macam kritikan dengan tangan terbuka, mereka menarik semua produk dengan segera dan kemudian bergerak maju kembali dengan memperkenalkan produk dengan lapisan keamanan terbaru yang menjamin produk tersebut dari kemasan produk yang lama. Mereka terus mengakui telah melakukan kesahalan fatal dan meminta maaf dan merancang produk baru dengan lapisan keamanan yang lebih baik sehingga menciptakan kepercayaan dari pelanggan. Tindakan managemen J & J yang sangat cepat memberikan rasa hormat pelanggan kepada perusahaan itu bahkan jauh lebih besar dari waktu sebelumnya dan telah memberikan kepercayaan kepada produk mereka di pasaran.
Managemen J & J melatih sekitar 2000 karyawan pejualan mereka untuk melakukan presentasi bisnis kepada komunitas kesehatan, secara perlahan-lahan kepercayaan konsumen pulih dan produk ini mulai dibeli oleh pelanggan untuk dikonsumsi, dalam jangka panjang apa yang dilakukan oleh managemen J & J memberikan keuntungan kepada para pemegang saham dan juga mendapat respon yang positif dari para pelanggan. Komunikasi yang penuh keterbukaan adalah kunci sukses untuk mengembalikan kepercayaan kepada produk mereka untuk diterima oleh para pelanggan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: