Coca-Cola Melihat Bisnis di Masa Mendatang Septo Indarto (Team Double S)

16 Mei

Coca-Cola Melihat Bisnis di Masa Mendatang
Septo Indarto (Team Double S)

Almarhum Roberto Goizueta diangkat menjadi CEO Coca-Cola Company pada tahun 1981, mengubah cara bisnis Coca-cola, tadinya perusahaan tersebut hanya dikenal sebagai perusahaan pembuat sirup dan pengiklan dan telah menguasai pasar minuman di Amerika dan di dunia. Para manager senior di Coca-cola mulai memfokuskan cara baru untuk memasarkan Coca-cola bukan lagi hanya sekedar fokus kepada pendapatan saja dan melihat pasar, tetapi memfokuskan bagaimana laba tercipta dan bagaiman model bisnis dimasa mendatang akan berubah tetapi menghasilkan profitibilitas yang tinggi.
Coca-cola mulai membeli perusahaan botol, mengkonsolidasikannya dan kemudian memodernisasi pabrik. Coca-cola berhasil menciptakan nilai tambah pada bisnia mereka, sekarang Coca-cola bisa memproduksi sendiri botol-botol yang diperlukan dan dapat menjualnya kepada konsumen sesuai dengan permintaan pasar. Coca-cola berhasil menjadi perusahaan yang mempunyai jaringan di tengah persaingan yang sengit. Persaingan bisnis yang ketat di jaringan pasar swalayan memberikan keuntungan yang sedikit tetapi ini memberikan motivasi kepada Coca-cola untuk membangun bisnis-bisnis lainnya.
Ketika bisnis hanya tumbuh rata-rata sekitar 8 persen diseluruh dunia dan hanya 3 persen di Amerika, tetapi Coca-cola dapat meningkatkan pertumbuhan nilai pasarnya sebesar 26 persen selama 15 tahun. Coca-Cola saat ini mampu menjual produknya kepada perusahaan botol, penjual bahan makanan, pemilik warung minuman, pemilik lokasi mesin penjual dan konsumen yang selalu setia. Coca-cola menjalankan bisnis multibisnis tetapi untuk mendukung bisnisnya, Coca-cola menciptakan jaringan. Coca-Cola dikenal bukan hanya sebagai pembuat minuman untuk konsumen tetapi juga sebagai perusahaan pembuat botol. Sehingga multibisnis mereka saling melengkapi satu sama lain.
Mengembangkan bisnis model baru dalam sebuah organisasi perusahaan adalah sebuah keharusan tetapi ada sebuah poin penting yang harus diperhatikan adalah bahwa mulitibisnis dibangun untuk mendukung satu sama lain untuk memperkuat nilai pasar dan juga melihat para pesaing. Jika multibisnis dibangun tidak dapat mendukung kegiatan bisnis satu sama lain akan sulit menciptakan sebuah keuntungan. Semua harus siap karena multibisnis dibangun untuk menambah daya dalam menghadapi sebuah persaingan yang ketat dan Coca-cola telah mampu melakukannya dengan tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: