Ekonomi Dunia Tahun 2013 Septo Indarto (Team Double S)

5 Mei

Ekonomi Dunia Tahun 2013
Septo Indarto (Team Double S)

Ekonomi dunia tahun 2013 masih dalam tahap krisis, belum ada formula yang tepat untuk menyelesaikannya. Pertumbuhan ekonomi akan terus melambat dan belum tahu kapan tanda-tanda itu akan berakhir. Itulah kenyataan yang yang harus kita hadapi, apalagi jika profesi kita adalah seorang pengusaha dan mempunyai produk andalan yang berorientasi ekspor. Krisis ekonomi dunia terjadi karena banyaknya Negara salah memperhitungkan kebijakan-kebijakan yang diambil, belum lagi mengenai masalah keamanan dunia yang masih harus berperang melawan gerakan radikal, bank-bank banyak yang terlibat kredit macet, ancaman perang antar kawasan. Semua itu membuat kita khawatir.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi global setiap saat harus terus diubah dan kesimpulan-kesimpulan yang didapat dari sebuah analisa yang dipelajari, ekonomi berjalan ke arah krisis, tingkat pengangguran akan semakin tinggi, jumlah subsidi kepada masyarakat akan terus dikurangi, gaji pegawai akan diturunkan, fasilitas-fasilitas umum biaya operasionalnya akan dikurangi. Semua Negara diseluruh dunia melakukan penghematan yang besar tujuannya untuk terus dapat bertahan.
Melemahnya kemampuan pemulihan ekonomi Eropa, pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang belum jelas, pertumbuhan ekonomi China yang mulai melambat, sudah jelas akan membuat dunia kembali di liputi kecemasan. China saat ini Negara yang sudah mulai merasa kegiatan ekspor akan menurun karena permintaan pasar dunia terhadap barang-barang China mulai menurun. Orang-orang saat ini diseluruh dunia mulai melakukan penghematan untuk belanja dan tidak mau terlibat hutang dengan bank dalam bentuk kredit, karena subsidi dari pemerintah untuk jaring pengamanan sosial telah dikurangi jumlahnya.
Langkah-langkah agresif dari berbagai macam kebijakan moneter telah dilakukan oleh bank-bank sentral dunia, seperti the Fed, Bank of Japan, European Central Bank (ECB). Tetapi dampaknya masih belum terlihat bahkan krisis semakin menyebar luas. Apakah semua perhitungan tentang pertumbuhan ekonomi harus terus direvisi, apakah harus diciptakan kebijakan-kebijakan baru yang lebih memahami akar dari semua permasalahan ini, bagaimana caranya untuk membangkitkan potensi ekonomi masyarakat supaya kegiatan perekonomian berjalan kembali normal. Ini membutuhkan kajian yang mendalam dan perhitungan yang tepat dari analisa yang mempunyai sudut pandang yang beragam.
Dalam waktu selama empat bulan IMF terus mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,5 ke 3,3 persen (2013). Pertumbuhan yang melambat akan memakan jangka waktu lama. Jika pertumbuhan ekonomi global terus terancam maka perdagangan internasional tidak dapat berjalan dengan normal, bahkan akan ikut terancam dan stagnan.Hutang pemerintah dalam bentuk obligasi adalah salah satu penyebab menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia. Banyak Negara-negara diseluruh dunia yang mempunyai hutang dalam bentuk obligasi dan saat ini mempunyai kesulitan untuk membayarnya ketika jatuh tempo. Cadangan anggaran belanja juga terus menyusut karena beban ekonomi semakin besar.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat terus direvisi dari 2,1 persen menjadi 1,9 persen. Amerika masih terus berjuang untuk keluar dari resesi. Ini adalah sebuah tanda jika resesi di Amerika belum dapat dipulihkan dalam jalur yang benar maka resesi akan terus dapat terjadi. The Fed selama ini sudah mengeluarkan berbagai macam kebijakan yang akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika perekonomian Amerika pulih maka perekonomian global akan cepat pulih. 60% perdagangan dunia masih didominasi oleh Amerika. Amerika masih menjadi tujuan pasar dari Negara-negara diseluruh dunia.
ECB juga terus menurunkan suku bunga sampai ke titik terendah sebesar 0,5 persen, tujuannya untuk merangsang kembali pertumbuhan ekonomi. Tetapi sebelum kebijakan ini diambil, sudah banyak Negara-negara Eropa yang mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. Perekonomian Uni Eropa berjalan di tempat dan tidak ada pemulihan dalam waktu dekat. Sejumlah Negara sudah diambang krisis ekonomi yang akan menyebabkan Negara bangkrut karena pemerintahnya tidak mempunyai uang untuk operasional Negara, yang akan terjadi adalah jumlah pengangguran yang besar karena kegiatan ekonomi industri akan berhenti dan daya beli masyarakat melemah. Beberapa Negara di Eropa sudah dalam lampu merah karena kesulitan keuangan.
Apakah penerapan suku bunga yang rendah adalah hal yang efektif ditengah ketidakpastian pertumbuhan ekonomi dunia adalah hal yang efektif? Sementara Negara-negara di seluruh dunia sudah mulai banyak mengalami stagnasi pertumbuhan, jika hal ini terjadi dalam jangka waktu panjang, daya beli konsumen akan turun dan menyebabkan deflasi (harga barang akan turun) seperti yang terjadi di Jepang era tahun 1990. Ini akan terjadi, semua kegiatan ekonomi industri akan turun dan harga barang akan turun karena tidak dapat dijual sesuai dengan target, konsumen berhemat. Barang-barang dan jasa tidak ada yang mau membelinya, persediaan di pasar cukup banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: