3 Mei

Indonesia dan Abad 21
Septo Indarto (Team Double S)

Apa yang Anda pikirkan ketika Anda melihat Negara Anda yang tercinta Indonesia berada di abad 21, ketika semua Negara saling terintegrasi, teknologi informasi semakin canggih, semua Negara mengandalkan inovasi sebagai nilai tambah dalam pembangunan, ketika semua Negara saling berkompetisi memperebutkan pengaruh global. Dalam tata dunia yang global, posisi daya tawar Indonesia di dunia internasional masih disegani dan di dengar. Kita mempunyai sejarah panjang dalam keberhasilan diplomasi internasional, semenjak era Presiden Sukarno hingga Presiden SBY.
Indonesia telah menjelma menjadi sebuah kekuatan penyeimbang dalam diplomasi internasional, dikenal mempunyai para diplomat yang sopan dan santun dalam berkomunikasi tetapi sangat berkharisma ketika berbicara dalam forum dunia. Potret diplomasi Indonesia memang mempunyai sejarah yang panjang, kita adalah Negara yang fleksibel dalam melihat dunia secara global, karena Indonesia adalah Negara multikultur dan melihat dunia dengan beragam perspektif.
Tahun 1955, Indonesia mengguncang dunia, kota Bandung menjadi persatuan Negara-negara Asia-Afrika, Indonesia diberi mandat oleh Negara-negara dunia ketiga sebagai pemimpin. Presiden Sukarno berpidato mengenai perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika yang belum selesai. Kekuata Asia-Afrika dapat membuat dunia internasional mengakui kedaulatan Asia-Afrika dan itu terbukti akhirnya banyak Negara-negara di kawasan Asia-Afrika yang kemudian merdeka. Lahirlah Dasasila Bandung (Bandung Principles) yang menjadi motivasi dan sebagai pondasi perjuangan untuk meraih kemerdekaan.
Pada abad 21, tentu situasi yang telah berbeda jauh. Indonesia sekarang berada dalam sebuah pusaran kekuatan dunia dengan kekuatan ekonomi baru. India-China-Korea Selatan-Taiwan-Jepang adalah Negara-negara yang sangat ditakuti dunia karena kemampuannya melakukan riset di bidang ilmu pengetahuan. Kekuatan Korea Selatan luar biasa besar dapat mengguncang dunia dengan K-Pop, K-Technology, K-Fashion, K-Movie. China membawa konsep China Raya bahwa China akan menjadi Negara yang akan disegani diseluruh dunia, Jepang masih menjadi Negara dengan kemajuan dibidang teknologi, Taiwan adalah Negara kecil dengan fokus pengembangan riset dan mempunyai pengaruh besar dalam pusaran teknologi dunia. Semua telah berubah.
Batas-batas Negara semakin kabur, orang di seluruh dunia saling berinteraksi, saling berkomunikasi, bertukar ide. Dunia adalah sebuah desa kecil, dunia adalah tempat dimana orang-orang akan saling belajar tentang multikultur karena kita hidup dalam sebuah dunia yang beraneka ragam, setiap orang diseluruh dunia ingin melihat dunia dalam skala global untuk memahami dan mempelajarinya. Kita hidup dalam sebuah komunitas global saat ini, kita akan menjadi Being Digital, ketika jaringan internet menjadi alat komunikasi skala global. Dunia memasuki era paska industri dan menciptakan antitesa dari era industri ke era yang belum pernah dibayangkan sebelumnya.
Tetapi hal yang mengerikan juga terjadi, yaitu perubahan iklim, terbatasnya jumlah energi untuk menggerakan sektor ril, berkembanganya penyakit baru dengan cepat, Negara-negara kekuatan ekonomi baru mulai memperlihatkan bahwa mereka juga mempunyai kekuatan dalam percaturan politik internasional dan terus membelanjakan anggaran dalam jumlah besar untuk menggerakan kekuatan militernya. Ini semua adalah semua tantangan baru bagi semua orang diseluruh dunia termasuk diri Anda, dunia saat ini berjalan dengan sangat cepat mobilitasnya tetapi permasalahan yang tercipta juga sangat kompleks, dibutuhkan ide-ide baru untuk menyelesaikannya.
Indonesia juga harus mempersiapkan diri untuk memperkuat pasar domestik, ketika perekonomian Eropa dan Amerika mengalami pertumbuhan yang lesu, kelas menengah yang terus meningkat jumlahnya adalah sebuah kekuatan yang dapat membeli barang-barang berkualitas yang berorientasi ekspor. Ini adalah sebuah tanda positif untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik dan memperdayakan produk-produk dalam negeri untuk dibeli oleh orang-orang Indonesia. Pasar domestik Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa lebih angka itu adalah angka yang sangat besar.
Indonesia mempunyai jumlah tenaga kreatif yang cukup besar, usia 25-50 tahun adalah sebuah kekuatan yang luar biasa. Industri kreatif harus dikembangkan, pementah dan institusi keuangan seperti bank harus menyediakan modal kredit untuk pengembangan industri kreatif, seperti industri kreatif teknologi, industri kreatif fashion, industri kreatif pertunjukan, industri kreatif seni. Ini tidak boleh diabaikan dan dipandang sebelah mata. Kota Bandung dan Kota Yogyakarta, dimana di kedua kota itu industri kreatif telah berkembang demikian besar harus dibekali dengan ilmu managemen yang tepat dan berguna dan sarana promosi. Generasi muda Bandung dan generasi muda Yogyakarta adalah generasi muda yang bisa menciptakan ide-ide yang hebat dan spektakuler.
Indonesia harus terus mengembangkan industri-industri strategis dimasa mendatang, perusahaan seperti PT. DI, PT.PAL, PT. PINDAD dll mempunyai sumber daya manusia yang siap bersaing untuk berkompetisi dalam pasar dunia, yang diperlukan adalah kemampuan marketing untuk mempromosikan produk-produk strategis Indonesia di luar negeri. Bukan hanya menghadiri pameran saja, kita harus sering mengadakan lobi tingkat Negara dan tingkat bisnis untuk memperkenalkan produk-produk Indonesia di dunia internasional. Lobi adalah alat yang efektif, karena menyangkut citra, kemampuan diplomasi, komunikasi yang baik dan keunggulan kompetitif. Kita mempunyai itu semua.
Komunitas Bisnis Indonesia harus menyadari, bahwa potensi ekonomi dunia dalam sebuah peta kawasan sudah berbeda jauh. Kawasan Asia Timur dan Kawasan Asia Selatan akan menjadi pasar yang lebih dinamis dan kuat. Peluang ekspor harus diciptakan untuk mencari pasar-pasar baru di kedua kawasan itu. Produk fashion Indonesia mempunyai keunggulan dalam jumlah besar untuk masuk ke pasar China dan pasar Korea Selatan. Di kedua Negara tersebut bidang fashion sedang mengalami angka pertumbuhan yang luar biasa. Ini adalah sebuah kesempatan menjual produk-produk kita yang mempunyai kualitas dunia.
Sudah saatnya bagi pemerintah Indonesia melalui departemen terkait memikirkan bagaimana mengembangankan riset untuk meningkatkan daya saing, member informasi tentang peluang ekspor di seluruh kawasan dunia dan khususnya kawasan yang mempunyai prospek cerah dalam dunia bisnis, memberikan tariff pajak 0% untuk pengadaan mesin-mesin manufaktur yang dibeli dari luar negeri, pengembangan industri manufaktur dalam negeri diharapkan industri dalam negeri dapat membuat mesin-mesin keperluan pabrik-pabrik di dalam negeri selain akan menghemat biaya dampak positif yang lain adalah akan membuat inovasi-inovasi mesin untuk terus mampu beradatapsi dengan permintaan pasar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: