Strategi Bisnis Motorola di bawah CEO Zander Septo Indarto (Team Doubel S)

20 Des

Strategi Bisnis Motorola di bawah CEO Zander
Septo Indarto (Team Doubel S)

Ini adalah sebuah kisah yang patut dipelajari oleh orang-orang yang ingin belajar mengenai bagaimana seoarng CEO harus mampu merubah budaya perusahaan untuk melihat masa depan dan setiap pegawai diajarkan prinspi disiplin dan kerja keras untuk mencapai prestasi besar dalam perusahaan. Organisasi perusahaan tidak boleh berjalan stagnan dan menganut prinsip berjalan apa adanya, organisasi perusahaan perlu melihat masa depan sebagai sebuah kekuatan untuk terus maju.
Tahun 2004, ketika Zander ditunjuk menjadi CEO Motorola, dia sudah mempunyai strategi yang harus diterapkan oleh perusahaan, dia dikenal sebagai seorang Brooklyn yang bersuara lantang, tidak pernah berhenti untuk berjabat tangan dan selalu tersenyum dengan senyum khas Zander. Dia saat ini memimpin perusahaan teknologi, salah satu perusahaan teknologi komunikasi yang disegani di Amerika dan di dunia.
Dia terus melakukan meeting dengan 20 eksekutif papan atas di perusahaan ini, tujuannya untuk mengetahui visi dan misi mereka, dia ingin mengetahui mengenai kelemahan Motorola dalam hal eksekusi, pertemuan ini diadakan di pusat kota Chicago sekitar 50 KM dari kantor pusat Schaumburg (Illinois) pertemuan briefing itu dilaksanakan selama dua hari untuk mengetahui budaya kerja perusahaan, CEO Zander melihat dimasa yang akan datang persaingan bisnis dalam pasar teknologi akan semakin ketat, Motorola sebagai salah satu pemain dalam dunia teknologi harus mengantisipasi persaingan dengan perusahaan yang lain.
Jangan pernah puas terhadap prestasi yang Anda capai saat ini itulah pesan yang ingin disampaikan oleh CEO Zander kepada para eksekutif top Motorola, kita hidup pada dunia yang penuh persaingan, jika kita salah langkah dimasa mendatang…Selamat Anda telah menggali kuburan Anda sendiri…Tapi itu tidak boleh terjadi, kita harus terus survive karena ini menyangkut citra perusahaan dan kemampuan melihat pasar saat ini dan dimasa yang akan datang.
Dia menyampaikan pesan yang tegas kepada para eksekutif bahwa setiap karyawan akan diminta pertanggunng jawaban soal kepuasan pelanggan, kualitas produk, dan koloborasi antar unit usaha, jika Anda tidak mampu berkerja sama, maka saya tidak ragu akan menendang Anda semua, itu adalah cara yang efektif untuk mengatakan kita akan mengatasi masalah ini. Dia melihat Motorola harus mampu berada di puncak tangga persaingan dalam dunia teknologi komunikasi, kalau tidak itu adalah kegagalan kita semua, kita bekerja tanpa visi yang jelas, berarti kita adalah orang yang tidak mampu, mari maju atau lebih baik Anda ditendang.
CEO Zander bukan orang baru dalam bisnis teknologi, dia adalah seorang veteran bisnis teknologi, dia sudah bekerja selama 15 tahun di perusahaan komputer Sun Microsystems Inc, dia sudah mengetahui seluk beluk secara keseluruhan mengenai perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, perusahaan harus bergerak dengan lincah, tidak boleh lambat, karena konsumen menginginkan hal yang lebih dalam membeli dan memakai produk, bisnis teknologi adalah gabungan dari kreatif industri dan kemampuan meyakinkan konsumen untuk membeli produk kita untuk meningkatkan produktivitas kerja.
Karyawan di Motorola harus mampu menciptakan team work yang kuat tetpai saling bekerjasama, ini penting, dia melihat para karyawan di Motorola saling bersaing dan unit-unit usaha berperang satu sama lain seperti sebuah perang antar suku, ini adalah masalah besar internal perusahaan dan tidak boleh dibiarkan, kompetisi memang harus diciptakan tetapi bukan kompetisi yang menimbulkan peperangan satu sama lain, jika unit-unit usaha saling bertempur maka akan semakin susah untuk top managemen untuk mengambil keputusan penting.
CEO Zander juga harus mengubah budaya birokrasi yang sangat berbelit-belit sehingga ini akan menyulitkan komunikasi, budaya birokrasi yang berbelit-belit akan menciptakan masalah, karena setiap unit belum mampu menciptakan komunikasi yang efektif dan efisien satu sama lain, sehingga ini akan menyebabkan lambatnya pengambilan keputusan. Birokrasi yang amburadul adalah birokrasi pencipta masalah, karena akan merusak sistem yang telah dibangun.
Dia terus selalu bergerak dan tidak pernah berdiam diri, karena ini menyangkut kelangsungan operasional perusahaan, kerja sama tim harus lebih difokuskan, karena kita akan melangkah bersama untuk menghadapi persaingan dengan kompetitor di masa depan, ini adalah langkah, langkah yang harus dilakukan, setiap pegawai harus melakukannya dan melaksanakannya. Kekuatan kerjasama tim adalah hal yang penting untuk menjaga keharmonisan dan menciptakan tim yang solid, tanpa itu semua sulit untuk melangkah lebih jauh.
CEO Zander mengatakan bahwa dirinya sedang fokus untuk mengadakan perubahan besar dalam organisasi di Motorola, CEO Zander menginginkan Motorola supaya fokus kepada pasar pelanggan dan memproduksi ponsel dan peralatan pita lebar, fokus-fokus-fokus pada perubahan yang lebih ramping tetapi hasilnya akan menciptakan produktivitas perusahaan jauh lebih meningkat dari pada waktu sebelumnya. Ini adalah tantangan ke depan, saya ingin Motorola mereorganisasi operasi perusahaan berdasarkan pasar pelanggan, Motorola fokus untuk rumah digital dan fokus untuk pembeli korporat.
Perubahan untuk reorganisasi adalah hal yang mutlak, CEO Zander menginginkan beberapa inisiatif baru yang diasebut sebagai mobilitas tanpa batas, dia mempunyai ide bahwa konsumen Motorola dapat memindahkan informasi digital yaitu musik, video, e-mail, telepondari rumah, mobil sampai tiba ke tempat kerja. Menurutnya itu akan membuat Motorola menjadi pemain penting dalam industri rumah digital, dapat membantunya menjual TV layar datar, modem, jaringan nirkabel perumahan, gateway untuk mengelola konten digital yang akan semakin besar pasarnya.
Pada tanggal 27 Juli 2004, Motorola sudah bekerjasama dengan Avaya Inc, untuk menjual peratalatan komunikasi kepada pelanggan korporat , karena CEO Zander melihat peluang bisnis dan potensi pasar yang sangat besar dan akan membantu penjualan Motorola dimasa yang akan datang, kami harus tetap fokus, fokus dan fokus, tetapi kami juga menyiapkan strategi untuk menjadi yang terbaik.
Visi Motorola dimulai dengan pengguna sedang santai dan duduk di rumah sambil menyaksikan hiburan, seperti sedang menonotn film, untuk meninggalkan rumah mereka bisa mentransfer video itu ke telepon, atau ke PC, ini adalah teknologi yang sudah dipikirkan degan matang, Motorola mempunyai kemampuan itu, layanan Wi-Fi sudah dikembangkan dengan lebih maju di kantor mereka dengan kecepatan yang lebih tinggi.
CEO Zander tidak pernah kenal lelah dalam terus mendorong dan memaksimalkan potensi-potensi para karyawan di Motorola, dia melihat kepuasan pelanggan sebagai hal yang penting karena ini akan membuktikan kualitas Motorola sebagai sebuah perusahaan yang mampu melihat kebutuhan pelanggan dan juga menjaga kualitas yang diberikan kepada pelanggan. Inovasi tetap hal yang mutlak karena ini adalah bisnis inti dari perusahaan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: