Dalam Strategi Marketing di Masa Depan Konsumen Lebih Memlih Fitur Bukan Gengsi Septo Indarto (Team Double S)

18 Des

Dalam Strategi Marketing di Masa Depan Konsumen

Lebih Memlih Fitur Bukan Gengsi

Septo Indarto (Team Double S)

 

Lupakan cara mendapatkan konsumen untuk membeli barang karena sebuah gengsi, cara ini sudah tidak efektif saat ini, konsumen akan lebih pintar karena para konsumen akan membeli barang sesuai dengan fitur yang dibutuhkan, mengeluarkan uang berarti membeli kualitas untuk meningkatkan produktivitas, tren pasar ini memang dibuat oleh perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang menawarkan fitur dari sebuah produk sehingga sekarang telah menjadi standar kepuasan konsumen.

Di Asia dua branding yang terkenal adalah Samsung dan Apple, karena bagi konsumen kedua branding ini memberikan banyak kelebihan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Persaingan Samsung dan Apple itu sama dengan persaingan klub sepak bola Manchester United dengan Manchester City dalam merebut singgasana sepak bola liga primer Inggris, Samsung dan Apple masih sama kuat pengaruhnya di pasar Asia dan masing-masing branding itu memiliki komunitas yang kuat sebagai penggemar dari kedua branding itu, yaitu Samsung dan Apple.

Anda bisa belajar dari kota modern Dubai, bagaimana sebuah kota pelabuhan dan nelayan dimasa lampau saat ini menjadi kota tujuan bisnis dan wisata dunia, dulu orang mengenal kota Dubai sebagai penghasil mutiara yang bagus dan terbaik, tetapi mindset itu sudah dirubah, Anda berkunjung ke Dubai berarti Anda ingin melihat gedung Al Burj sebagai sebuah kehebatan teknologi abad 21, Dubai juga menawarkan tempat-tempat pertemuan berkelas dunia dengan teknologi yang futuristik, kota ini dibangun oleh pemikiran jangka panjang dan melihat peluang bisnis dimasa depan.

Bagi orang yang pernah ke Dubai dan melihat gedung Al Burj Khalifa, ini adalah pengalaman yang sangat mengesankan.   

Gedung ini dirancang oleh  Skidmore, Owings and Merrill  dari  Chicago dengan Adrian Smith sebagai  chief structural engineer dan Bill Baker sebagai chief structural engineer, sementara itu kontraktornya adalah Samsung C&T dari Korea Selatan. Bangunan ini dirancang sebagai salah satu gedung paling mewah di dunia, teknologi yang digunakan menggambarkan kemajuan teknologi abad ke 21, para wisatawan ingin berkunjung ke Dubai untuk wisatakarena mereka ingin melihat kelebihan kota tersebut.

Kemajuan teknologi telah membantu kemajuan marketing, kita ditawarkan dengan banyak cara dengan 1001 strategi, 1001 promosi, 1001 konsep. Kita tidak berada dalam dunia yang konvensional saat ini, ketika dunia telah menyatu, pertukaran ide terjadi dimana saja, sejauh mana kita memandang dunia, sejauh mana kita memandang kehidupan dengan kekayaannya, sejauh mana kita melihat kerja kita melalui karya kita, kita hidup dimana kehidupan terus berjalan menyesuaikan dengan waktu yang berjalan.

Di era tahun 1990-an perusahaan sepatu Nike dan Rebook adalah branding yang paling digemari oleh pencinta olahraga dan kaum muda untuk berdaya, Nike melambangkan kualitas dan gaya Amerika, sedangkan Reebok melambangkan kualitas dan gaya Inggris, keduanya saling berkompetisi, tetapi pada tahun 2000-an perusahaan Nike membuat banyak kalangan kaget dengan masuk ke pasar Inggris dan mensponsori beberapa klub lokal Inggris untuk kostum dan Jersey, Nike mencoba memahami budaya olah raga masyarakat Inggris, menciptakan design yang menarik bagi pasar Inggris, menggunakan iklan lokal untuk mempromosikan spirit Nike kepada masyarakat Inggris, Nike memenangkan pertempuran tersebut.

Tahun 2000, Nike bersaing ketat dengan Adidas, Adidas muncul sebagai sebuah kekuatan global baru yang sebelumnya bertahan di pasar Eropa, Adidas membeli Reebok, sebagai strategi bisnis dalam penjualan sepatu olahraga, Adidas dan Nike bersaing hampir disemua lini, Adidas memproduksi produk yang mendukung aktivitas olah raga mulai dari baju hingga Deodoran, Nike juga melakukan hal yang sama. Bersaing dan terus bersaing. Adidas mengontrak bintang-bintang olah raga kelas dunia, Nike juga. Persaingan belum selesai sampai saat ini.

Nike mencoba menggunakan konsep Going Green, produk-produk sepatu dan produk-produk olahraga bisa di daur ulang, Adidas juga melakukan hal yang sama. Adidas kemudian memberanikan diri menjadi sponsor untuk kegiatan olah raga berskala internasional dan terus mengembangkan inovasi produk-produk masa depan, tetapi Nike juga tidak mau kalah dalam memposisikan branding mereka dalam even olah raga berskala internasional, persaingan memperebutkan pengaruh untuk menjadi yang terbaik terjadi dimana pun.

Saat ini banyak orang memilih gadget berbasis Android karena kemudahan dan kebutuhan, gadget-gadget berbasis non Android mulai kesulitan menjual produk yang ditawarkan walaupun produk tersebut dianggap mewah, karena orang lebih memilih fitur bukan gengsi, Android menawarkan fitur yang dibutuhkan oleh orang sesuai dengan keinginannya. Google sebagai pencipta OS Android melihat kebutuhan konsumen mengenai perangkat gadget, gadget bukan hanya lagi untuk komunikasi dan gaya hidup, tetapi sejauh mana fiturnya dapat meningkatkan produktivitas anda.

Saat ini konsumen lebih mengetahui berbagai macam produk karena mereka melihat video-video di jaringan sosial dan forum-forum internet. You Tube adalah media sosial yang menjadi referensi utama. Untuk mengetahui semua produk, konsumen bisa menjadi setia dan mengekspresikan diri dengan branding tersebut jika mereka menyukainya, tetapi jika kemudian produk dari sebuah branding telat untuk mengeluarkan produk-produk baru sesuai dengan tuntutan konsumen, maka konsumen akan meninggalkan dan membuangnya.  

Hubungan konsumen dengan sebuah branding semakin kompleks, mereka berpikir bahwa branding bukan hanya sekedar untuk dibeli saja, konsumen jika telah menyukai sebuah produk akan berpikir untuk memilikinya dan mempunyai ikatan emosional, para wanita sosialita di kota-kota besar sangat bangga dengan pakaian dan aksesori yang dikenakan dalam pertemuan formal dan non formal. Karena branding yang mereka pakai mewakili kepribadian mereka, jadi mempunyai ekspresi diri, Anda bisa melihat hal itu dalam film Sex and the city, bahwa branding fashion tertentu dijadikan alat ekspresi diri.

Konsumen sekarang jauh lebih cerdas dari apa yang dipikirkan oleh perusahaan-perusahaan. Konsumen bisa menolak secara masal jika produk yang ditawarkan tidak memenuhi keinginan mereka, walaupun tim marketing dari perusahaan sudah membuat iklan-iklan yang menarik, mengirim public relation ke setiap tempat, tapi jika produk Anda tidak diterima, maka lebih baik perusahaan menarik produk tersebut dan menciptakan produk yang baru.

Produk sebuah branding bercerita mengenai pengalaman. Konsumen akan merasa puas produk-produk yang mereka beli dan pakai memberikan nilai lebih kepada pemakaianya sebagai sebuah pengalaman yang luar biasa. Café Starbucks menawarkan sebuah pengalaman, café ini memang benar hanya menjual sebuah kopi dan variasi rasa kopi untuk diminum, tetapi sebagaian besar orang ingin datang ke café Starbucks adalah untuk tiga hal yaitu: gaya, suasana santai, musik. Starbucks menawarkan gaya interior yang eye catching, suasana santai untuk minum dan makan sambil berbicara soal bisnis dan curhat, mendengarkan musik-musik yang sebagian besar musik jazz standar yang santai untuk menenangkan pikiran.

Menurut pakar strategi bisnis Douglas Atkin dalam bukunya yang berjudul the Culting of Brand menulis: Mereka para konsumen menarik anggota baru, konsumen akan membicarakan merek itu dengan teman, membangun situs internet atau sebuah blog, mengikuti acara-acara yang diselenggarakan oleh perusahaan, dan dengan bangga memperkenalkan diri sebagai pengikut, tidak ada yang membayar mereka. Mereka para konsumen adalah pemilik dan juga pelanggan yang setia karena merasa memiliki ikatan emosional karena pengalaman luar biasa dalam menggunakan produk yang disukainya. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: