Inovasi KIA Septo Indarto (Team Double S)

17 Des

Inovasi KIA

Septo Indarto (Team Double S)

 

Tahun 2004 adalah tahun dimana mobil-mobil buatan Korea Selatan mulai membanjiri jalan-jalan di Amerika dan di Eropa, mobil Korea yang tadinya menjadi pilihan terakhir untuk dibeli, sekarang telah mendapatkan tempat dari para konsumen. Perusahaan mobil KIA adalah salah satu yang mendapat perhatian besar dari konsumen di Eropa, ini adalah sebuah kehormatan besar, dimana pelanggan lebih memilih BMW, Mercedes Benz, Volvo, Opel, Renault dan merek-merek terkenal Eropa tetapi saat ini konsumen Eropa mulai terbuka dengan merek-merek non Eropa.

Kia Sorento tahun 2004 telah mencuri perhatian besar para pencinta mobil di Eropa, ini adalah produk Asia yang telah menjadi sebuah spotlight, bahkan untuk memesan mobil ini perlu indent (menunggu daftar) selama satu tahun sejak pertama kali diluncurkan di pasaran, orang mungkin bertanya kenapa tiba-tiba mobil buatan Asia bisa menjadi sebuah spotlight diantara merek-merek kuat di Eropa, apakah ada sebuah pergeseran dan perubahan selera dan bagaimana perusahaan Kia menciptakan strategi penjualan untuk membujuk konsumen di Eropa yang serba sangat gengsi untuk membeli produk mobil buatan Asia?

Mobil buatan Korea mengalami peningkatan dalam hal kualitas desain dan mesin, mereka sadar untuk menembus semua hambatan yang telah menjadi tantangan selama bertahun-tahun harus di ubah, mindset orang Eropa selalu memandang rendah mobil buatan Asia dengan kualitas rendah atau bahasa slanknya kualitas kacang goreng. Bagi kebanyakan orang Eropa, orang Asia belum mampu memberikan sentuhan teknologi, kenyaman, seni dan gaya hidup, mereka dipandang hanya sebagai konsumen saja, apalagi berbicara tentang teknologi otomotif baru Jepang yang mendapat pengakuan, mobil Korea belum mendapat perhatian.

Ketika perusahaan-perusahaan Korea Selatan mulai mendobrak dunia, dengan kualitas baru, desain baru dan harga yang lebih bersaing, revolusi peningkatan kualitas terjadi di semua perusahaan Korea Selatan untuk menjadi pemain utama global, maka mereka bekerja keras dengan fokus: Riset, Riset, Riset. Riset adalah harga mati, setiap perusahaan Korea Selatan termasuk Kia Motor Corp, melakukan riset, riset, riset. Hasilnya luar biasa, dengan berjalannya waktu ada sebuah perubahan mindset dari konsumen Eropa untuk mau membeli produk Asia, dalam hal ini Kia juga merupakan produsen mobil yang mendapatkan banyak pujian dan keuntungan dari penjualan.

Semenjak tahun 2002, ketika Korea Selatan mengalami kebangkitan industri dan mendapatkan pengakuan dunia, produk-produk Korea Selatan menjadi ikon dunia, mulai Samsung, LG, Daewoo, Hyundai, Kia, Lotte Mart dll. Kembali kepada produk Kia Sorento yang sangat diminati oleh masyarakat Eropa, di kota fashion Milan Italy, mobil ini dijual dengan harga 26.000 Euro dan sangat terjangkau untuk sebuah mobil SUV, model Kia lainnya juga laku keras, penjualan Kia melonjak mencapai angka 41% di seluruh Eropa.

Kia melihat pasar Eropa bukan hanya sebagai sebuah pasar, tetapi sebuah tes bagi produk mereka, ketika orang-orang Eropa menyukai dan membeli produk-produk buatan Kia, berarti Kia telah sukses dalam peningkatan kualitas produk mereka. Memasuki pasar Eropa bukanlah hal yang sangat mudah mungkin sangat sulit, Orang Eropa sangat terkenal rewel dengan kualitas, desain, kenyamanan dan seni. Ini bukan pekerjaan mudah menjual produk, tetapi yang harus diperhatikan adalah bagaimana kita melihat pasar yang sulit ditembus dengan peningkatan kualitas, maka pasar akan menerima produk kita.

Kia juga terus melakukan renovasi lini produksinya untuk lebih efisien dan modern, ini dilakukan untuk mampu menembus pasar Eropa dan Amerika dalam jumlah yang lebih besar, tahap awal perusahaan Kia adalah mengincar 2% pasar Eropa dan akan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, menurut Woo Kyung Ho (2004) Direktur Penjualan Luar Negeri Kia: Kami harus membangun keberadaan merek kami di Eropa agar dikenal sebagai sebuah merek Global.

Kia juga membangung Litbang di Frankfurt Jerman dengan biaya $ 62 juta dan mendirikan pabrik di Polandia atau Slovakia senilai $ 1,2 milyar, tujuannya untuk lebih efiesien dalam proses produksi dan mempelajari karakter pasar dari masing-masing Negara di Eropa. Kia harus mampu merancang berbagai macam mobil yang disukai oleh orang-orang di Eropa dan juga membuat segmentasi di tiap Negara, supaya lebih mudah dalam penjualan Kia.

Note: Budaya Korean Wave dimulai tahun 2002, ketika presiden terpilih yang demokratis Kim Dae Jung melakukan reformasi politik dan ekonomi. Korean Wave gelombang pertama adalah perusahaan-perusahaan teknologi Korea menginvansi berbagai negara di dunia dengan inovasi produk. Korean Wave gelombang kedua dunia industri film dan musik mulai disebarkan ke seluruh dunia sampai saat ini, dan yang paling spektakular adalah gangnam style oleh psy yang dilihat lebih dari satu milyar orang. Septo Indarto-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: