Kebebasan Sipil adalah Hak Setiap Orang Septo Indarto (Team Double S)

11 Des

Kebebasan Sipil adalah Hak Setiap Orang
Septo Indarto (Team Double S)

Pada dasarnya setaip orang dilahirkan ke dunia ini, mempunyai hak dan kebebasan yang sama, mereka harus diperlakukan layak dan mereka harus dihormati demi tegaknya hak asasi manusia. Sampai tahun 1963, Amerika adalah Negara yang terbagi menjadi dua wajah yaitu anti perbudakan dan pro perbudakan, perjuangan yang dilakukan oleh presiden Abraham Lincoln masih panjang, tetapi kesadaran hak-hak sipil telah menggema ke seluruh negeri, orang-orang kulit hitam baik yang beragama Kristen dan beragama Islam bersatu padu, kelompok Kristen diwakili oleh pendeta Martin Luther King sedangkan kelompok Islam diwakili oleh Malcom X.
Negara ini masih terpecah menjadi dua, setelah perang sipil dan yang menjadi korban adalah presiden Abraham Lincoln. Jika masalah warna kulit tidak bisa diselesaikan maka integrasi nasional sebuah Negara masih dipermasalahkan, apa ini yang dicita-citakan oleh bapak pendiri bangsa dalam konstitusi kemerdekaan 1776, Negara harus menghormati semua hak orang yang lahir karena mereka adalah rakyat mempunyai hak dan kewajiban.
Para bapak pendiri bangsa telah menolak perbudakan, hal ini ditandai sejak tahun 1774 menolak impor para budak dari Afrika dan perdagangannya dihentikan sampai tahun 1783, mereka sebenarnya telah menyetujui penghapusan sistem perbudakan karena tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan. Tapi dua Negara bagian menolak yaitu South Carolina dan Georgia karena mempunyai alasan bahwa hal itu akan menganggu aktivitas perekonomian.
Semua Negara bagian di Utara menghapus perbudakan terlebih dahulu yang terakhir adalah New Jersey pada tahun 1804, tetapi yang menjadi masalah besar Negara-negara bagian selatan tidak mau menghapusnya, karena akan menurunkan produktivitas ekonomi dan mengancam akan keluar dari pemerintahan federal Amerika dan mendirikan Negara sendiri.
Amerika terpecah menjadi dua: Pro dan Anti perbudakan, Negara baru ini dalam bahaya besar, perang saudara hanya tinggal menunggu waktu, sementara Abraham Lincoln mendapatkan dukungan suara tinggi dari wilayah Utara untuk menjabat menjadi presiden Amerika, tugas pertama adalah mempersatukan Negara diambang perang saudara, pihak Selatan mendirikan angkatan bersenjata, pemerintah yang berpusat di Washington menilai ini adalah ancaman nasional yang akan menghancurkan Amerika…Kirim pasukan…Bergerak dengan cepat.
Untuk memperlancar gerak pasukan, presiden Abraham Lincoln memerintahkan untuk membangun jalur kereta api dan pemasangan telegram di semua wilayah Negara bagian Utara, kuncinya hanya satu: setiap perintah dari Presiden Abraham Lincoln di Washington DC bisa diterima dengan cepat. Presiden Lincoln harus bergerak lebih cepat, karena jika gagal menangani konflik ini, maka Amerika adalah Negara yang terpecah akibat perang saudara.
Seluruh Negara Bagian Utara berada di belakang keputusan presiden Abraham Lincoln dan menyerukan dihapuskannya sistem perbudakan diseluruh penjuru Amerika, karena tidak mewakili semangat kebersamaan yang dicita-citakan para pendiri bapak bangsa. Setiap hari presiden Abraham Lincoln terus memikirkan bagaimana cara menghentikan sistem perbudakan dan juga jika bisa menghentikan perang saudara.
Hari-hari masa tugas Presiden Abraham Lincoln dalam posisi yang serba sulit, tetapi dia mempunyai sebuah ide brilian, bahwa Amerika wilayah Utara harus melakukan revolusi industri untuk membangkitkan perekonomian kearah ekonomi industri supaya lebih maju dari wilayah Selatan. Ekonomi berbasis industri dengan cepat menyebar di wilayah Utara dan menyebabakan mobilitas ekonomi yang tinggi khususnya industri dan perdagangan.
Wilayah Selatan tetap mempertahankan ekonomi agraris seperti masa sebelumnya dan mengandalkan kerja rodi dari para buruh kulit hitam, mereka tetap ingin mempertahankan kemakmuran dari pertanian dan perkebunan dengan memperkerjakan para budak berkulit hitam, para budak terus diperintah untuk bekerja dengan istirahat secukupnya, sementara itu para tuan tanah berkulit putih semakin kaya, karena produksi pertanian melimpah terus, produksi perkebunan juga melimpah. Orang-orang kaya Selatan terus mengumpulkan kekayaan dari kerja keras para budak kulit hitam.
Secara perlahan-lahan wilayah Negara bagian di Utara lebih maju dari Negara bagian di Selatan, inovasi-inovasi baru dalam teknologi mulai berkembang dan distribusi ekonomi jauh lebih cepat karena menggunakan jalur kereta api dan pesan telegram, wilayah Utara terus mengembangkan ekonomi berbasis industri, penemuan-penemuan baru dalam bidang persenjataan militer sangat menguntungkan pemerintah Lincoln untuk menghadapi pasukan dari wilayah Selatan. Kemajuan wilayah Negara bagian Utara tidak pernah terbayangkan semuanya di masa lampau. Ini berkat kecerdasan presiden Abraham Lincoln.
Perang Saudara mempunyai dua sisi yang berbeda: Sisi pertama adalah ancaman persatuan dan sisi kedua adalah terjadinya revolusi industri di Negara bagian Utara. Kota-kota besar terus bermunculan di wilayah utara, contohnya New York menjadi kota pelabuhan pada awalnya kemudian berkembang menjadi kota bisnis. Kota yang dulu pernah didiami oleh orang-orang Belanda, menjadi kota yang yang besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: