Ekonomi Berbasis Going Green Septo Indarto (Team Double S)

27 Nov

Ekonomi Berbasis Going Green
Septo Indarto (Team Double S)

Ekonomi berbasis going green (atau dengan kata populernya ekonomi hijau) sudah mendesak diterapkan untuk kepentingan pembangunan. Perubahan iklim yang membuat pola cuaca berubah mengakibatkan banyak sekali bencana alam yang terjadi diseluruh dunia, berapa banyak orang yang meninggal dunia, berapa kerugian material yang harus ditanggung, berapa banyak kerugian materi karena pembangunan untuk sementara dihentikan. Itu adalah contoh-contoh yang sudah terjadi disekililing kita. Dibutuhkan komitmen yang kuat untuk melaksanakan aksi ekonomi berbasis Going Green di setiap Negara.
Diperlukan sebuah strategi baru dalam merancang pembangunan, dimana harus banyak digunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan untuk diproduksi dan dipakai. Perubahan iklim tidak bisa dianggap enteng oleh semua orang, karena telah banyak menciptakan kerugian material, seperti kegagalan panen, cuaca yang sangat ekstrim, bencana alam yang datang tiba-tiba, itu semua harus diwaspadai. Dua dekade lalu KTT tentang Bumi yang pertama di Rio de Janeiro telah membahas mengenai masalah ini, kemudian protocol Kyoto, tetapi semua sangat lemah dalam tahap aksi dan implementasi karena kepentingan ekonomi baik di Negara maju dan di Negara berkembang.
Ketika global warming menjadi isu hangat, seluruh dunia kaget, kita memasuki sebuah era dimana siklus kehidupan alam yang sudah diatur oleh alam tiba-tiba berubah dan keseimbangan alam juga ikut berubah, industrusi-industri manufaktur diseluruh dunia harus mempunyai inovasi baru dalam merancang produk mereka untuk lebih bersahabat dengan alam, ini adalah langkah yang sangat mendesak yang sangat kita butuhkan, dunia sedang mengalami perubahan iklim yang ekstrem yang dapat mengancam kehidupan di muka bumi.
Hal yang terpenting dalam pembangunan ekonomi berbasis Going Green adalah bagaimana setiap Negara mampu dengan cepat mengatasi kemisikinan dan memberikan akses kebutuhan pendidikan dan kecukupan pangan, dari hal tersebut baru dimulai tentang pengertian ekonomi berbasis Going Green. Setiap orang diseluruh dunia mempunyai hak mendapatkan akses informasi selengkap-lengkapnya mengenai ekonomi berbasis Going Green, ini adalah tugas semua pemerintah diseluruh dunia, karena kita semua mempunyai tanggung jawab besar untuk memelihara dan menyelamatkan lingkungan.
Laporan WWF (World Wildlife Fund): Dalam 20 tahun terakhir sekitar 30 juta hektar hutan hujan di Brasil musnah, emisi karbon meningkat 40 persen, keanekaragaman hayati musnah, satu dari enam mengalami kekurangan gizi.
Ada sekitar 900 juta orang kekurangan gizi dan terancam mati kelaparan, satu miliar orang kurang/tidak dapat mengkonsumsi air bersih, 2,6 miliar orang hidup tanpa sanitasi. Ini adalah persoalan lama (persoalan klasik) tapi sampai saat ini, kita belum mampu menyelesaikan tugas-tugas penting ini, bagaimana mengangkat standar kehidupan banyak orang ke dalam tingkat yang lebih baik.
Inovasi teknologi di berbagai macam industri saat ini sudah mempunyai sertifikasi mengenai Going Green, pihak swasta diseluruh dunia juga ikut bertanggung jawab dalam meningkatkan kesadaran tentang pencegahan kerusakan alam, ini adalah langkah yang bagus. Tetapi hal yang terpenting adalah adanya standar international yang baku mengenai sertifikasi tentang Going Green, semoga perserikatan bangsa-bangsa mau menyadari hal ini, kalau perlu perserikatan bangsa-bangsa sebagai lembaga resmi yang mau memberikan sertifikasi Going Green, supaya aturannya menjadi lebih jelas dan setiap Negara mempunyai aturan yang sama satu sama lain.
Profesor Elimar Pinheiro Nascimento dari Pusat Pembangunan Berkelanjutan Universitas Brasilia mengatakan: Ada sejumlah perbaikan sejak KTT Bumi 1996, misalnya dengan berkembangnya teknologi produksi yang memerlukan sedikit energi, tapi jumlah bahan baku yang diproduksi justru lebih besar, oleh karena itu perlu kebijaksanaan semua pihak, baik di Negara berkembang maupun Negara maju. Dalam mengambil langkah bersama.
Kesepakatan bersama adalah bagaimana caranya untuk mengurangi limbah, energi fosil, melaksanakan riset untuk pengembangan energi bersih, menghapus kemiskinan, memberikan kemudahan akses pendidikan kepada masyarakat yang tidak mampu. Negara maju dan Negara berkembang harus sepakat untuk sama-sama berjalan menuju ke arah ekonomi berbasis Going Green sebagai sebuah konsensus yang harus dipatuhi dan saling bertukar pengalaman, khususnya dalam transfer teknologi mengenai bagaimana menciptakan produk-produk yang berbasis ramah lingkungan.
Negara-negara maju yang paling siap untuk melaksanakan program ekonomi berbasis Going Green adalah Negara-negara Skandinavia, Negara-negara tersebut sudah lama menjalankan konsep ekonomi berbasis lingkungan. Amerika walaupun sebagai Negara maju langkahnya terlambat, baru pas pemerintahan presiden Barack Obama konsep pembangunan ekonomi berbasis Going Green mulai dilaksanakan, dan pemerintahan Barack Obama memberikan bantuan untuk penelitian kepada universitas dan industri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: