Kaus dengan Merek Temphoyac Oleh-oleh dari Jambi Septo Indarto (Team Double S)

24 Nov

Kaus dengan Merek Temphoyac Oleh-oleh dari Jambi
Septo Indarto (Team Double S)

Riko Mappedeceng, putra asli Jambi menciptakan industri kreatif untuk mengangkat potensi kampung halamannya Jambi. Saat ini belum banyak orang yang mengenal Jambi sebagai sebuah kawasan wisata karena mempunyai kekayaan alam yang luar biasa dan kekayaan budaya. Jambi lebih banyak dikenal sebagai daerah areal untuk perkebunan dan hutan yang masih sepi. Oleh karena itu putera daerah Riko Mappedeceng mempunyai sebuah impian besar untuk memperkenalkan daerah Jambi melalui desain-desainnya yang di buat di kaos tujuannya supaya orang-orang mengenal daerah Jambi untuk mendorong kegiatan aktivitas wisata di daerah Jambi.
Dengan kemampuan hobi menggambarnya Riko menggambar ikon-ikon dearah Jambi, yaitu gambar tentang anak rimba, suku terasing yang hidup di dalam Taman Nasional Bukit Dua Belas, Sungai Batanghari, pahlawan Sultan Thaha, Pulau Berhala dan Pasar Angso Duo. Tujuannya untuk memperkenalkan daerah Jambi kepada wisatawan yang mengunjungi daerah Jambi. Karena waktu itu daerah Jambi belum mempuyai oleh-oleh yang khas, seperti baju dan tas. Riko berinisiatif menciptakannya, karena biasanya wisatawan akan mencari oleh-oleh atau souvenir khas daerah, pilihan untuk menciptakan kaos yang bergambar ikon-ikon daerah Jambi adalah sebuah langkah yang tepat, karena wisatawan akan lebih mengenal daerah Jambi dikemudian hari.
Saat ini harga kaus untuk dewasa di jual seharga Rp 60.000 per buah, Riko dapat menjual sebanyak 1000 kaus per bulan. Ketika musim liburan penjualan akan meningkat sekitar dua kali lipat.
Awal usaha dimulai dari uang pinjaman senilai Rp 3 juta dari orang tuanya, Riko memproduksi kaus berdesain khas Jambi pada tahun 2007, dia mencetak sebanyak enam lusin kaus dengan desain sendiri. Awalnya merasa kesulitan dalam memasarkan akan tetapi berkat bantuan permodalan dari salah satu BUMN milik daerah di kota Jambi, Riko mendesain bagian muka rumah orang tuanya di Jl. Jend. Sudirman sebagai ruang pamer kaos Temphoyac tahun 2009. Usahanya mulai dikenal. Outletnya tidaklah besar hanya sekitar 3×5 meter tetapi lokasinya sangat strategis persis di pusat kota menuju Bandara Sultan Thaha, usaha itu berhasil banyak wisatawan yang datang ke outletnya untuk membeli kaos merek Temphoyac sebagai oleh-oleh khas Jambi.
Saat ini kegiatan pemasaran sudah cukup bagus, Riko memberanikan diri membuka peluang bagi sejumlah toko di daerah lain untuk menjual kaus merek Temphoyac, saat ini dia berhasil memasok sekitar 50 kaos sebulan untuk kota Muara Bulian dan Kota Bangko yang berada di wilayah tengah dan barat Jambi.
Usaha yang dilakukan Riko bukan hanya berhasil untuk dirinya sendiri, tetapi juga telah menciptakan kegiatan industri kreatif walaupun berbasis home industry, dia mempunyai gagasan dan ide yang cukup bagus untuk meningkatkan potensi wisata daerah Jambi dengan cara memperkenalkan ikon-ikon wisata Jambi melalui kaos merek Temphoyac, hal ini juga sudah dilakukan oleh Dagadu di Yogyakarta dan Joger di Bali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: