The Global Paradox Dunia Perlu Cara Berpikir Baru Dalam Era Globalisasi Septo Indarto (Team Double S)

12 Nov

The Global Paradox

Dunia Perlu Cara Berpikir Baru Dalam Era Globalisasi

Septo Indarto (Team Double S)

 

Terlalu banyak persoalan yang kita hadapi saat ini, terlalu banyak energi yang kita habiskan untuk memikirkan solusi terhadap permasalahan-permasalahan diberbagai bidang yang terjadi di setiap Negara, padahal kita sebagai seorang manusia hanya membutuhkan satu hal yaitu sebuah ketenangan hidup dan kita memiliki komunitas yang penuh kekeluargaan, penuh simpati dan mau membantu sesamanya. Saat ini kita seperti banyak berpikir tetapi sangat tidak menyentuh akar persoalan yang sedang terjadi. Yang menjadi korban adalah umat manusia diseluruh dunia yang berasal dari konflik politik, kebangkrutan ekonomi, informasi-informasi salah yang disebarkan di dunia internet yang menjadikan orang-orang tidak mengetahui persoalan sebenarnya.

Dunia memang sebuah desa yang kecil, saat ini sangat mudah untuk melihat perkembangan-perkembangan terbaru dari penjuru dunia, kita bisa melihat saluran TV internasional seperti CNN, BBC. Al Jazeera, NBC, DW,etc. Tetapi yang kita lihat adalah berbagai masalah yang kompleks terjadi diseluruh dunia, kita melihat terjadinya revolusi sipil di Arab, demonstrasi di Wall Street, demonstrasi menentang globalisasi di seluruh dunia. Padahal itu semua terjadi karena kita hidup di era informasi yang memudahkan akses kita melihat, terlibat, dan bertindak.

Dunia membutuhkan para pahlawan baru yang mempunyai hati yang bersih dan aksi yang benar karena disertai sikap ikhlas untuk mau berkorban kepada sesamanya. Dunia bergerak begitu cepat dan tanpa sadar setiap orang tidak menyadari perubahan-perubahan tersebut. Saat ini kita hidup dalam era politik informasi, ekonomi informasi, kebudayaan informasi, teknologi informasi, gaya hidup yang dipengaruhi oleh informasi. Perubahan yang terjadi lebih cepat dari apa yang sedang kita pikirkan. Kita baru berpikir mengenai pentingnya atau arti penting dari sebuah perubahan, tetapi perubahan-perubahan yang terjadi lebih cepat dan bahkan menuntut kita untuk berubah, hal apa yang membuat semua itu terjadi jawabannya informasi. Gadget adalah alat komunikasi yang paling banyak digunakan oleh setiap orang diseluruh dunia, gadget menjadi alat penyebar informasi yang paling murah dan efisien, karena semua gadget mempunyai kemampuan untuk mengakses informasi melalui jaringan internet.

Dunia saat ini didorong oleh sebuah kekuatan inovasi yang luar biasa, setiap individu dari setiap Negara mencoba untuk menjadi yang terbaik, mencoba menciptakan sebuah inovasi yang mempunyai sebuah nilai tambah. Ini adalah kekuatan dari ekonomi informasi. Inovasi menjadi sebuah kebanggaan setiap produk diciptakan dengan kualitas terbaik, produk tersebut berasal dari ide-ide yang segar, ide-ide yang mampu melihat masa depan. Pendidikan universitas-universitas sudah mengalami banyak kemajuan sekitar 100 tahun, kemajuan pendidikan berhasil menciptakan kemajuan peradaban dunia, para ahli diberbagai bidang memberikan kontribusi yang luar biasa untuk kemajuan umat manusia saat ini dan dimasa yang akan datang.

Kita berada dalam sebuah era informasi yang luar biasa perkembangannya, generasi saat ini didukung oleh kekuatan teknologi google, kekuatan social media seperti facebook, twitter, linkedin, friendster dll, kekuatan open source yang berbasis Linux dan pengembangan teknologi Android, ini adalah semua berkah dari sisitem pendidikan yang berbasis riset, generasi saat ini lebih cepat berkembang dan mobilitas yang sangat tinggi, kita lebih cepat bergerak dibandingkan ketika  generasi intelektual era Sir Isaac Newton ataupun generasi intelektual Albert Einstein atau ketika presiden John F. Kennedy berpidato mengenai lompatan umat manusia ke luar angkasa dengan target utama mendarat di bulan, yaitu tiga astronot Neil Amstrong, Michael Collins dan Edwin Aldrin. Semua orang terkoneksi dengan internet dan telah menimbulkan mobilitas raksasa, tanpa komando, bertukar ide, melihat masa depan, kegilaan kepada kekuatan inovasi teknologi, dan ini berlaku secara umum diseluruh dunia.

Kekuatan kebersamaan akan menjadi sebuah era baru dalam era kepemimpinan modern, kita bisa membaca tulisan-tulisan Patricia Aburdene dalam Megatrends mengenai arti kepemimpinan, orang akan melihat pemimpin dari tindakan, prestasi dan ketulusan hati. Lihat kemenangan Jokowi-Ahok di Jakarta, Indonesia adalah kekuatan kebersamaan dan terpilihnya kembali presiden Barack Obama sebagai presiden Amerika kedua kali. Masyarakat sudah mempunyai tingkat intelektual tinggi, mereka adalah aktor yang nyata di lapangan, mereka berjuang tanpa pamrih untuk seorang calon pemimpin yang sudah terlihat akan menjadi pemimpin yang jujur, bersih, dan mempunyai visi dan misi masa depan. Pemimpin yang dihormati itu tumbuh dari rasa hormat, rasa percaya kepada dirinya, kekaguman, dan tidak ada jarak antara pemimpin dan pendukungnya.  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: