Pembangunan Ekonomi Abad 21 Bagian II Septo Indarto (Team Double S)

9 Nov

Pembangunan Ekonomi Abad 21

Bagian II

Septo Indarto (Team Double S)

 

Pembangunan ekonomi bagi setiap Negara adalah hal yang vital, tujuan utama dari pembangunan ekonomi adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat, rakyat mempunyai pekerjaan untuk mendapatkan uang untuk meningkatkan kualitas hidupnya saat ini dan dimasa yang akan datang. Pembagunan ekonomi abad 21 didukung oleh perkembangan teknologi informasi, penyediaan komputer, smartphone, PC tablet dll adalah alat untuk mendukung mobile ekonomi, setiap orang saat ini menggunakan teknologi informasi untuk mendukung pekerjaan mereka, karena dunia saat ini sudah saling bergantung satu sama lain. Dunia adalah sebuah tempat dimana milyaran umat manusia terkoneksi, berkomunikasi untuk menukar ide, menciptakan peluang-peluang yang lebih baik di bidang ekonomi. Saat ini tidak ada satu pun Negara di dunia yang mampu berdiri sendiri menjadi pemain tunggal ekonomi, kegiatan ekonomi berjalan dan distribusi kemakmuran berjalan dalam skala global, Negara yang siap akan menang dan Negara yang tidak siap akan kalah dan itu merupakan hukum alam.

Tetapi pembangunan ekonomi tidak selalu sukses untuk mengangkat kemakmuran masyarakat, ketika kita merasa bangga dengan angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi disisi lain kehidupan masyarakat tetap dalam keadaan miskin, realita sosial harus dijawab dengan aksi yang mampu menjadi sebuah solusi bukan hanya melihat data statistik angka-angka yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi disisi lain pengangguran tinggi, sulit mendapatkan akses kesehatan yang standar, kelaparan dimana-mana, banyak anak-anak tidak bisa sekolah, dan warga tidak mampu mendapatkan akses air bersih. Ini semua adalah masalah besar, Negara harus bertindak, jika tidak segera bertindak masalah akan semakin rumit.

Eric Maskin dan Kaushik Basu, peraih hadiah Nobel Ekonomi tahun 2007, melihat faktor kesenjangan ekonomi dapat menciptakan masalah ekonomi baru. Intinya adalah mengukur pertumbuhan ekonomi hanya dilihat dari produk domestik bruto dan pertumbuhan ekonomi menghilangkan kenyataan adanya ketimpangan ekonomi di dalam masayarakat dan hanya melihat dari segi jumlah pendapatan hal ini berarti pertumbuhan ekonomi tidak melihat manfaat pembangunan pada kesejahteraan manusia. Mengandalkan PDB tidak akan menyelesaikan persoalan ketimpangan yang melebar meskipun pertumbuhan ekonomi tinggi.

Pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan ketika masyarakat dapat hidup makmur, ekonomi berjalan dengan normal dan setiap orang dapat merasakan manfaat dari distribusi kegiatan ekonomi yang dijalankan. Usaha Kecil Menengah dapat menjadi partner yang strategis untuk industri-industri besar, sehingga dapat meningkatkan jumlah volume kapasitas produksi yang disertai dengan peningkatan kualitas produk, masyarakat dapat terlibat dalam kegitan UKM. Pembagunan SDM harus dilakukan, tetapi hal yang terpenting dalam pembagunan SDM adalah penyiapan ketahanan pangan, orang tidak bisa bekerja dan belajar jika perut lapar, ini sangat mustahil, jika kebutuhan makanan dengan jumlah gizi yang dikonsumsi sudah bagus maka pendidikan dan pelatihan untuk pembagunan SDM dapat dilakukan. Setiap orang juga harus diberikan kebebasan berekspresi yang  bertanggung jawab, yaitu bebas dalam menyampaikan kebebebasan berpolitik, bebas memilih pekerjaan sesuai dengan minat dan keahlian, bebas melakukan kegiatan usaha untuk meningkatkan kemakmurannya. Ini dalah fitrah bagi manusia. Negara wajib memberikan fasilitas terhadap hal itu.

Globalisasi sebanranya dilihat dari dua sisi, sisi pertama adalah kesempatan dan sisi kedua adalah tantangan, China-Korea Selatan-India melihat globalisasi sebagai sebuah kesempatan untuk menjadi Negara terbaik dalam inovasi teknologi industri yang dapat meningkatkan kemakmuran masyarakatnya, memperbesar kapasitas ekspor supaya Negara mereka dikenal sebagai branding creator, meningkatkan posisi daya tawar dalam pergaulan internasional. Sisi kedua adalah tantangan, banyak Negara-negara di dunia yang sebenarnya gamang dan bingung mengenai globalisasi, karena infrastruktur ekonomi dan kualitas SDM nya sangat rendah, sehingga Negara-negara ini tidak mampu melihat sebuah potensi besar dari globalisasi.

Profesor Muhammad Yunus di Bangladesh adalah contoh gerakan yang inovatif mendirikan Greemen Bank untuk membangun pemberdayaan kaum wanita untuk membangun sebuah usaha menengah kecil. Ini langkah yang bagus menciptakan kemandirian kaum wanita dan dapat menopang hidup keluarga, sehingga akan tercipta kemakmuran secara bertahap, pembangunan ekonomi skala kecil harus dibangun secara bertahap dalam jangka waktu tertentu akan menciptakan perubahan-perubahan besar dalam pertumbuhan ekonomi sebuah Negara. Negara harus menyediakan kesempatan yang adil dalam mendapatkan akses permodalan untuk kegiatan usaha. Pada dasarnya setiap orang adalah manusia kreatif, yang menjadi permasalahan terbesar adalah mereka sulit untuk mendapatkan akses modal yang memadai untuk kegiatan usaha. Usaha-usaha bisnis tingkat lokal akan memajukan daerah tersebut. Pajak yang rendah, kemudahan melakukan kegiatan usaha dan akses pemasarannya itu semua harus diperhatikan, tidak boleh diabaikan. Setiap Negara wajib membangun masyarakatnya menjadi masyarakat yang kreatif untuk bisa menjadi masyarakat yang mandiri.

Dalam globalisasi ekonomi, kita melihat dan melakukan aksi kegiatan ekonomi pasar dalam skala global, setiap individu atau perusahaan harus mendapatkan keuntungan dari setiap produk atau jasa yang dipasarkan dalam skala global, mendapatkan keuntungan adalah hal yang wajar karena kita berbisnis dan tujuan berbisnis memang untuk mendapatkan keuntunngan, tetapi yang tetap harus diperhatikan adalah setiap Negara harus mampu mengawasi mekanisme pasar jangan sampai ada kecurangan dan pencurian dari transaksi-transaksi palsu dan laporan-laporan keuangan yang dibuat untuk menutupi kerugian, penegakan hukum tetap harus diperhatikan bagi para pemain yang mengabaikan etika, ini yang harus diwaspadai selalu saat ini dan dimasa yang akan datang. Oleh karena itu kenapa lembaga-lembaga internasional berdiri seperti WTO, tujuannya adalah sebagai wasit jika ada kecurangan dan aksi yang tidak adil dalam perdagangan dunia. Perdagangan dunia melibatkan semua Negara di dunia, oleh karena itu perlu lembaga pengawas yang mempunyai aturan yang baku yang disepekati oleh setiap Negara di dunia. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: