Karakter Amerika Sebuah Negara Yang Bergerak Dinamis Menuju Era Alkulturasi Septo Indarto (Team Double S)

8 Nov

Karakter Amerika Sebuah Negara Yang Bergerak Dinamis Menuju Era Alkulturasi

Septo Indarto (Team Double S)

 

Bagi para sarjana sejarah yang mendalami spesifikasi keahlian mengenai Sejarah Amerika, sering bertanya mulai sejak kapan karakter Amerika dibentuk? Apa sejak tahun 4 Juli 1776 atau sampai saat ini masih terus berjalan karena proses alkulturasi masih belum selesai sampai saat ini. Orang selalu bertanya menjadi orang Amerika adalah menjadi masyarakat multikultural, berbagai macam budaya masuk dari berbagai latar belakang, periode sejarah Amerika pada tahap awal adalah datangnya para imigran yang berasal dari Eropa yang memimpikan sebuah kebebasan baru, mereka datang ke Amerika dengan sebuah semangat untuk menjadi orang bebas (freeman), mereka menetap, mendirikan sebuah masyarakat baru, mereka menciptakan nilai-nilai baru, mereka menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, mereka mendirikan kehidupan politik yang diambil dari Eropa tetapi disesuaikan dengan keadaan di Amerika sebagai sebuah Negara baru. Amerika berjalan secara bertahap tetapi pasti menciptakan sebuah Negara baru yang mempunyai latar belakang dari nenek moyang mereka di Eropa, tetapi mereka membentuk sebuah masyarakat baru, yaitu masyarakat Amerika dengan nilai kebebasan. Kebebasan mendapatkan ruang, kebebasan berpolitik dan berpikir, kebebasan untuk berusaha.

Jika saya berbicara mengenai orang Amerika saya berbicara seolah-olah orang Amerika itu tunggal, seolah-olah jumlahnya tidak berjuta-juta, seolah-olah mereka tidak ada di utara dan di selatan, timur dan barat, tidak terdiri atas laki-laki dan perempuan, tua dan muda, dan berbagai suku bangsa, pekerjaan, dan agama. Tentu saja satu orang Amerika yang saya bicarakan itu tiada lain dari sebuah lambang, berbicara dengan bahasa lambang dalam bidang seperti ini tidak dapat dihindarkan, dan barangkali ini lebih baik dilakukan secara terus terang….Dan Amerika dalam lambing umumnya tidak jauh berbeda dengan kenyataan, karena, jika ada perbedaan yang besar antara seorang Amerika dengan seorang Amerika yang lain…Maka ada pula persamaan yang besar dalam lingkungan, adat istiadat, tabiat, dan alam pikiran. Mereka semua tercabut dari akar-akarnya dari berbagai sawah ladang dan  nenek moyang dan terlempar ke dalam satu pusaran, dan terpelanting ke dalam ruangan yang sangat kosong. Menjadi orang Amerika hampir sama dengan keharusan memilih antara baik dan buruk, dengan menjalani pendidikan, dan meniti karir (George Santayana, Character and the opinion in the United States).

Count de Buffon, seorang penulis Perancis penganut aliran naturalism dalam bukunya yang berjudul Historie Naturelle  Generale et Particuliere (1749): Bahwa kehidupan di dunia baru yang bernama Amerika, kehidupan hewan-hewan liar dan penduduk asli Indian telah menurun dalam jumlah, berkembang biak, perasaan dan keberaniannya. Masuknya para imigran secara bertahap dalam jumlah besar adalah penyebabnya, membuka ladang pertanian dan tempat tinggal baru, dan membuka hutan-hutan yang liar adalah sebuah keharusan bagi penduduk imigran yang baru pindah dan menetap di tanah baru yang bernama Amerika, mereka harus bertahan hidup dan mereka harus bekerja. Mereka membangun sebuah kelompok komunitas baru, menciptakan nilai-nilai kekeluargaan baru di tanah yang baru yang sebenarnya masih sangat asing bagi mereka. Alam liar terlalu liar dan mereka harus menaklukannya, mereka harus mencari tempat untuk hidup, sementara jumlah penduduk masih sangat jarang.

Ada satu hal bahwa karakter sebuah bangsa juga dibentuk dari geografi dan keadaan alamnya, Amerika yang baru itu adalah Amerika yang memiliki alam yang sangat liar, kerja untuk hidup atau mati karena tidak bisa menaklukan ganasnya alam dan hewan-hewan yang sangat liar. Benua ini sangat luas dan masih menyimpan misteri yang luar biasa, tetapi para imigran harus mampu menaklukan alam ini, mereka adalah generasi pembuka, pergi dari Eropa menuju Amerika untuk menciptakan sebuah kehidupan baru dengan impian baru, tetapi ini bukanlah perjuangan yang mudah, pemukiman-pemukiman baru muncul secara berkelompok, alam liar Amerika menempa para imigran, mereka menjadi pekerja keras dengan motivasi tinggi, peta-peta yang terbit di zaman Renaissance sudah memberi sebuah gambaran mengenai keadaan alam yang bergambar makhluk-makhluk dari alam mitologi, apakah ini suatu gambaran yang diberitakan dan ditulis oleh Columbus, tetapi misteri alam liar Amerika telah menarik para ahli geografi dari Eropa untuk mempelajarinya, seberapa misteriuskah alam liarnya?

Para ilmuwan sangat tertarik mempelajari alam yang penuh misteri ini dan juga mempelajari karakter susunan kelembagaan Amerika, yaitu ketika wilayah Amerika meluas setelah Louisana di beli pada tahun 1803 dan Andrew Jackson menang melawan pasukan Inggris di New Orleans pada tahun 1815. Kekayaan alam bertambah, Negara-negara bagian didirikan, daerah-daerah kosong mulai diisi oleh manusia-manusia yang mempunyai harapan dan motivasi tinggi, kota-kota baru dirancang dan di bangun, pembangunan rel kereta api dilakukan dengan cepat dan pembangunan telekomunikasi telegraf dibangun disetiap kota disetiap Negara bagian. Amerika memasuki era baru, era menuju sebuah kemajuan, era melihat masa depan, industry di bangun, batu bara dan emas di gali, bagi mereka yang beruntung menjadi orang kaya mendadak, penulis Amerika Washington Irving, James Fenimore Cooper, Mark Twain, dan William Dean Howels mencatat hal tersebut. Negara baru ini sedang memasuki era baru dalam pembangunannya, kemajuannya begitu cepat sekali.  

Tesis David Porter dalam bukunya yang berjudul People of Plenty (1954) bahwa karakter orang Amerika telah dibentuk oleh kekayaan ekonominya dapat dilihat dalam kaitan yang dikemukakan oleh Turner mengenai individualism, egaliterisme, dengan peluang-peluang yang terbuka untuk mendapatkan kekayaan yang besar karena tersedianya tanah-tanah yang cukup luas. George Pierson dalam M-Factor (Movement, Migration, Mobility) bahwa bangsa Amerika adalah bangsa yang bergerak menjauhi perbatasan tetapi bergerak kea rah perbatasan, dari desa ke kota, dari daerah ke daerah,  Menurut George Pierson perpindahan berarti perubahan , daerah perbatasan memainkan peranan yang sangat penting tetapi terbatas.

Walt Whitman dalam syairnya Pessage to India (1871) menulis: Ah, jiwaku, taktahukah dikau maksud Tuhan dari semula?/ Bumi ini untuk dijalin, dihubungkan dengan jaringan/ Suku bangsa, tetangga, untuk dikawini, dan jadi pasangan/ Samudera untuk diarungi, jarak jauh jadi dekat/ Negeri ini untuk dirangkul menjadi satu.

Sebelum kami sungguhkan kepada Anda berbagai fakta, ada baiknya kami sajikan terlebih dahulu panggung tempat berbagai fakta itu terjadi, karena geografi tanpa sejarah ibaratnya sama tubuh tanpa gerak, maka sejarah tanpa geografi ibarat pengembara yang tidak punya (John Smith, the general history of Virginia, New England, and summer Isles (London, 1624).

Generasi awal yang datang ke Amerika bukan hanya tujuan hidup yang akan mereka harus lakukan, mereka secara tidak sadar akan membuat sebuah kisah sejarah, sejarah yang mereka harus ciptakan, jika sejarah berbicara mengenai kejadian masa lalu, tetapi para imigran berbicara tentang masa depan, masa depan adalah sebuah kisah yang akan mereka ciptakan, kesengsaraan, kesulitan hidup, keyakinan akan perubahan adalah motivasi mereka untuk terus bertahan di alam yang mereka hanya yakini sebelumnya dapat mereka taklukan, sekarang mereka mendiami sebuah tempat yang sangat asing, mereka harus belajar tentang alam itu sendiri, pertanyaannya dari mana? Dari diri mereka sendiri, dengan melakukan perjalanan bergerak ke hutan-hutan pedalaman, yang menjadi persoalan besar para imigran tidak mempunyai pengetahuan tentang keadaan alam Amerika yang memadai, bahkan dari sebagian mereka sama sekali buta, tetapi mereka punya motivasi dan keyakinan untuk sukses, walaupun mereka sadar dalam eksplorasi alam tersebut, jiwa mereka juga akan terancam oleh hewan-hewan liar yang buas dan penduduk pribumi yang tidak mau diganggu oleh kehadiran orang-orang asing yang berkulit putih.

Para ilmuwan Eropa di abad pertengahan banyak yang mengatakan bahwa wilayah baru yang bernama Amerika adalah Negara yang kaya tetapi sangat miskin dengan sejarah, tidak ada pertunjukan seni, hal ini sangat berbeda dengan Eropa yang mapan kaya dengan sejarah dan pertunjukan seni yang hebat.

Imigran Perancis J. Hector St. John (Michel-Guaillaume Jean de Crevecoeur) dalam Letters from An American Farmer (1782): Jadi apa yang disebut orang Amerika, manusia baru ini? Ia orang Eropa atau keturunan orang Eropa, dan inilah asal-usul darah campuran yang lain dari yang lain itu, yang tidak akan pernah dijumpai di negeri lain, sang kakek orang Inggris, isterinya seorang perempuan Belanda, anak lelaki mereka kawin dengan seorang perempuan Perancis, dan keempat anak laki-laki pasangan  ini menikah dengan empat orang anak gadis yang berasal dari empat Negara. Sang kakek adalah orang Amerika. Dia meninggalkan negeri asalnya segala sikap dan prasangka dan tata karma yang lama, mendapat yang baru dari cara hidupnya yang baru, pemerintahan baru yang dipatuhinya. Dia menjadi orang Amerika karena diterima dengan tangan sikap terbuka di pangkuan alma mater kita yang baik hati. Disini setiap orang dari semua Negara di dunia berbaur menjadi suku bangsa manusia baru. Hasil cucuran peluh dan kemakmuran yang mereka ciptakan pada suatu hari akan menimbulkan perubahan-perubahan besar di dunia ini.  

Sebelum perang dunia I, proses alkuturasi terus berjalan, berbagai macam suku berbaur hal ini disebabkan banyak faktor antara lain dari perkawinan, pekerjaan, kepentingan ideology yang sama. Ini membutuhkan sebuah waktu walaupun tidak sebentar, perubahan mata pencaharian sehabis perang saudara juga terlihat, Amerika yang dimasa lalu adalah Negara agraris berubah menjadi sebuah Negara industri, kota-kota tumbuh dengan pesat, membangun infrastruktur-infrastruktur baru dan terjadi urbanisasi secara besar-besaran. Kota-kota besar menjadi daya tarik bagi orang-orang Desa untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Kota-kota membutuhkan tenaga-tenaga kasar yang terdidik, karena itu kota menjadi pusat kegiatan ekonomi warga, kota memerlukan gedung-gedung baru yang digunakan untuk pabrik, kantor dan tempat tinggal. Urbanisasi bergerak dengan sangat cepat. Perubahan mata pencaharian dari sektor pertanian menuju era industri.

Tahun 1960 adalah tahun-tahun penting bagi pergerakan persamaan hak, khususnya persamaan hak antara masyarakat kulit hitam dan masyarakat kulit putih. Pendeta Martin Luther King Jr. adalah pelopornya, sementara ada sekelompok masyarakat kulit putih yang menentang pembauran tersebut yaitu kelompok klu Klux Klan, tetapi ada yang harus diperhatikan bahwa sekelompok elit intelektual orang-orang kulit putih banyak yang mendukung proses pembauran tersebut, mereka bergerak di kampus-kampus. Karena mereka menganggap orang-orang kulit hitam adalah bagian dari bangsa ini, mempunyai hak yang sama dan mempunyai kewajiban yang sama, nenek moyang mereka juga telah berada di Amerika dalam jangka waktu yang lama. Presiden John F. Kennedy sebagai seorang presiden mendukung proses pembauran tersebut, ini bukan hanya sebagai sebuah gerakan solidaritas nasional tetapi sudah menyangkut identitas nasional.

Amerika mulai menemukan identitas budaya adalah pada abad 19, ketika Negara ini semakin percaya diri untuk bersaing dengan Negara-negara mapan di Eropa. Munculnya musik Jazz, musik untuk mengiringi pemakaman kulit hitam yang meninggal untuk dijadikan upacara kematian, tiba-tiba menjadi popular, Blues Music menjadi ajakan curahan hati (curhat) setiap orang yang bernyani dan menangis dalam memainkan sebuah lagu. Tetapi abad ke 19, Jazz mulai dijadikan music hiburan dalam bentuk awal Dixie Jazz, musiknya tidak beraturan tetapi sangat enak untuk improvisasi, Jazz mengalami banyak perkembangan, orang-orang kulit putih pun mulai untuk ikut memainkannya, Amerika mulai memproduksi acara-acara musical khas Amerika, dan Broadway menjadi salah satu bukti sejarah yang membangkitkan nilai-nilai identitas budaya Amerika.

Cleri, the maid of Milan (Home Sweet Home) 1823 lirik lagunya: Ditengah kesenangan dan istana-istana, sekalipun kita boleh menjelajahinya/Sekalipun begitu sederhananya, tidak ada tempat seperti rumah sendiri/Sebuah kehangatan dari langit tampaknya menaungi kita disitu/Yang dicari diseluruh dunia tidak pernah ditemukan di tempat yang lain/ Kalau jauh dari rumah kemewahan tidak ada artinya/Kembalikan kepada saya pondok daun saya yang sederhana itu/Burung-burung bernyanyi riang, mereka datang kalau saya panggil/Berikan mereka kepada saya, dan berikan ketenangan pikiran yang lebih berharga daripada segala-galanya.

Telivisi juga berkembang sangat cepat setelah era radio, dimana CBS dan NBC menyiarkan program-program percobaan secara teratur sejak tahun 1931, sempat menangguhkan siaran sampai Jepang menyerah pada tahun 1945, Telivisi menjadi alat hiburan yang popular dengan cepat, para insinyur memperkenalkan warna (19272), bunyi (1927), animasi sepanjang cerita (1947), dan proses layar lebar (1962).

Stasiun TV menjadi begitu popular, semua orang ingin menonton TV, industri penyiaran tumbuh, dunia politik berkembang, dunia hiburan dapat dinikmati dimana saja, Amerika telah memasuki babak baru dunia teknologi hiburan, dunia industri pendukung televisi tumbuh dan berkembang, seperti menganalisa surat penggemar, survei-survei dari telepon. Artis-artis ingin masuk TV untuk lebih dikenal masyarakat. Dunia hiburan memasuki sebuah revolusi baru, hiburan menjadi hak setiap orang untuk dinikmati, orang gemar akan hiburan setelah satu hari kerja dan TV menyediakan program-program hiburan di setiap rumah.  

Amerika adalah Negara pertama yang melakukan revolusi dunia hiburan, dunia hiburan di masa lalu adalah dunia panggung yang ditampilkan secara langsung, mulai masuk ke dunia televisi, industri ini menjadi industri besar setelah perang dunia kedua, televisi mengalami booming yang luar biasa, industri hiburan tumbuh pesat mulai diperkenalkan metode produksi, promosi, biaya-biaya operasional, pemasukan iklan, teknik-teknik penyiaran, semua itu menciptakan pekerjaan baru bagi ribuan orang Amerika setelah era depresi. Setelah perang dunia kedua berakhir rakyat Amerika ingin menikmati dunia hiburan sebagai sarana yang murah, praktis, dan bisa dinikmati oleh siapa saja.

Industri film juga mengalami peningkatan luar biasa dan juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi industri-industri pendukungnya, sebuah film yang laris dipasaran akan menyebabkan indutsri pendukungnya seperti industri souvenir, video game, promosi juga akan meningkatkan penjualan. Contoh yang sederhana ketika film star wars di buat, maka orang mencari souvenir dan juga video game untuk dimainkan, jadi mempunyai dampak domino bagi industri pendukung film tersebut. Industri film juga memanfaatkan internet sebagi kegiatan promosi sekaligus membangun branding film dan juga perusahaan pembuatnya yang menjadi alat marketing.  

Contoh lainnya adalah ketika film E.T. sukses menjadi film yang laris manis di pasaran karena penggunaan efek teknologinya, 50.000 topeng karet E.T. terjual yang mulai dari harga 49 sen sampai $55 per topeng, perusahaan McCall Pattern Company menjual ribuan pakaian E.T. bagi anak-anak seharga $ 45, Hersey Foods pabrik pembuat gula-gula  yang disebut Reese’s Pieces mampu meningkatkan penjualan sebesar 65% karena film tersebut, gula-gula digunakan  untuk menjerat makhluk luar angkasa itu keluar dari hutan. Jadi ada efek domino marketing yang diciptakan.

Era 1990-an, masyarakat keturunan Asia banyak yang memperoleh pendidikan tinggi dan sukses, Amerika menciptakan sebuah kelas sosial ekonomi baru, yaitu orang-orang Asia yang sukses. Mereka mempunyai pendidikan yang tinggi dan rata-rata berpendidikan universitas, kelompok etnis Asia menunjukkan sebagai sebuah kekuatan ekonomi baru dalam masayarakat modern Amerika, mereka mempunyai pendidikan tinggi, uang, ilmu pengetahuan. Mereka pun mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan politik di Amerika, etnis Asia adalah kelas menengah dan kelas menengah atas baru, mereka adalah kelas yang paling sadar akan pentingnya pendidikan untuk meraih prestasi setinggi-tingginya. Mereka bekerja dengan karir yang mapan, penghasilan yang tinggi, kemampuan beradatapsi dengan lingkungan dengan cepat. Mereka adalah kelompok sosial ekonomi baru yang banyak memberikan kontribusi besar kepada ekonomi Amerika, karena pada umumnya mereka juga berdagang selain bekerja di universitas dan di pemerintahan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: