Hubungan Dagang China-Indonesia Septo Indarto (Team Double S)

16 Okt

Hubungan Dagang China-Indonesia
Septo Indarto (Team Double S)

China merupakan mitra dagang yang sangat penting dan mempunyai nilai strategis untuk semua Negara termasuk Indonesia, hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi China yang masih tinggi ditengah krisis ekonomi yang terjadi di Eropa dan di Amerika. Pasar China adalah pasar yang mempunyai daya tarik yang luar biasa untuk dipelajari, khususnya mengenai karakter konsumen. China mempunyai pertumbuhan masyarakat menengah yang besar dan tentunya daya beli mereka kuat sekali. Saatnya bagi Indonesia untuk melihat China sebagai salah satu Negara tujuan ekspor utama produk-produk China, ketika Amerika dan Eropa sedang dilanda krisis ekonomi yang cukup parah dan memerlukan waktu yang lama untuk penyelesaiannya.
Pendapat yang positif dikemukakan oleh Simon P Constantinides (Menjabat sebagai Regional Head of Global Trade Receivables Finance HSBC Asia Pacific) mengatakan bahwa hubungan bilateral China dan Indonesia diperkirakan akan tumbuh 8,5% pada lima tahun mendatang dan meningkat menjadi 167% pada 15 tahun mendatang. Indonesia harus melihat pasar China sebagai pasar yang menarik untuk menjual produk-produk Indonesia dan kita mempunyai kedekatan geografis karena masih dikawasan Asia. Kedekatan sevara cultural (budaya) juga merupakan sebuah keuntungan tersendiri. Hubungan dagang China-Indonesia telah berlangsung selama ratusan tahun, karena faktor sejarah dimasa lampau yaitu pada era kerajaan, dimana kerajaan-kerajaan di tanah nusantara sudah membina hubungan yang baik dalam bidang perdagangan dengan kerajaan China.
Saat ini perekonomian China didukung oleh sektor investasi dan ekspor, pemerintah China selalu memberikan stimulus (kemudahan-kemudahan) untuk bisa meningkatkan investasi dan ekspor ke pasar global. China sampai saat ini terus memperbaiki infrastruktur negaranya dan juga memperbaiki industri manufaktur karena memang telah bercita-cita menjadi pemain global yang akan mensuplai kebutuhan barang di pasar dunia. Tetapi harus ada hal yang bisa kita pelajari bahwa ketika pemerintah China sangat agresif untuk meningkatkan ekspor selalu ada celah yang dapat kita ambil, yaitu China membutuhkan barang-barang impor untuk menunjang perekonomian dalam negeri seperti batu bara dan CPO, hal itu untuk menggerakan roda industri. Karena kedua komoditas mentah itu adalah bahan baku untuk indutsri. Batu bara digunakan sebagai sumber energi sedangkan CPO (minyak sawit mentah) digunakan untuk memproduksi barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti sabun, parfum, minyak goreng etc.
Indonesia juga bisa mengekspor industri fashion yang disesuaikan dengan selera pasar China. Industri fashion China sedang mengalami booming yang luar biasa, Negara-negara dengan ikon fashion seperti Perancis, Italia, Inggris, Amerika banyak yang berlomba-lomba untuk menjual produk-produk mereka di China, karena melihat pasar yang tumbuh sangat besar dan masyarakat China sudah sadar mengenai arti dari sebuah penampilan, hal ini dikarenakan karena pertumbuhan ekonomi China yang melesat luar biasa. China saat ini memiliki generasi muda yang sangat fashionable (gemar berbusana secara menarik sesuai kaidah fashion), Indonesia mempunyai potensi untuk itu, industri kreatif fashion kita yang berada di Bandung dan di Jakarta harus didukung untuk bisa masuk ke pasar China dengan kualitas yang ditingkatkan. Karena sekarang pemerintah China menerapkan standar kualitas produk-produk yang dijual di China harus tinggi, setiap Negara berjuang untuk mencapai persyaratan hal itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: