Pemimpin Transparan (3) Septo Indarto (Team Double S)

9 Jun

Pemimpin Transparan (3)
Septo Indarto (Team Double S)

Jeffrey Immelt pada tahun 2003 menulis surat kepada para pemegang saham dalam laporan tahunan GE: Bekerja bersama dewan, kami membangun prinspin tentang gaji saya, hal ini harus transparan, gaji didapat berdasarkan prestasi yang diraih dan keinginan para investor. Dewan perusahaan sperti yang ditulis oleh Herb Baum sejak tahun 2001 telah mempunyai peran yang berbeda dewan perusahaan saat ini harus mampu memberikan nasihat mengenai arah dan tujuan perusahaan, karena kita hidup dalam transparasi ini membutuhkan sebuah tindakan yang luar biasa untuk menjadi lebih bersih dalam menjalankan operasional perusahaan sehingga kita menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Budaya transparan telah menciptakan hal-hal yang belum pernah kita pikirkan bagaimana cara menggaji para eksekutif, melaporkan pendapatan, dan harapan dari dewan perusahaan. Informasi itu boleh diketahui oleh masyarakat luas, karena mereka ingin perusahaan-perusahaan yang mendapatkan izin perusahaan menjalankan bisnis mereka secara jujur, sehingga mempunyai dampak positif dalam jangka panjang. Dewan yang baik mampu memainkan peranan yang penting seperti pengelolaan perusahaan yang baik, di GE, dewan perusahaan mau menjadi perintis untuk pemberian kompensasi dengan menghapus opsi saham sebagai bentuk kompesasi pimpinannya, Jeffrey Immelt.Program kompensasi diciptakan untuk kita mengetahui bagaimana keadaan perusahaan sebenarnya, karena arus kas tidak bisa dimanipulasi seperti pendapatan. Uang kas adalah penting, ini membuktikan perusahaan Anda sehat atau tidak, oleh karena itu dewan perusahaan harus mampu menuntun perusahaan harus bersifat transparan.
Ada hal yang menarik yang selalu ditanyakan kenapa investor membeli saham sebuah perusahaan? Jawabannya Investor membeli masa depan perusahaan dan hal itu telah dipertimbangkan secara matang oleh mereka, mereka membeli sebuah perusahaan bukan untuk mencari keuntungan jangka pendek. Mereka mempunyai manager investasi yang selalu memberikan informasi. Tetapi hal yang lebih penting adalah investor membeli saham perusahaan karena perusahaan tersebut di nilai bersih dan mempunyai pertumbuhan bisnis yang bagus dimasa mendatang. Bayangkan jika perusahaan tersebut terus merugi dan banyak berbagai macam skandal maka tidak ada satupun investor yang mau membelinya, oleh karena itu budaya transparan adalah hal yang penting. Oleh karena itu mempunyai seorang manager yang berhasil menciptakan sebuah budaya yang transparan adalah hal yang penting, karena ini menyangkut kredibilitas perusahaan saat ini dan dimasa yang akan datang.
Pengelolaan perusahaan yang efektif dan transparan bisa berhasil jika semua karyawan mendukungnya, karena ini adalah melibatkan semua karyawan, bagaimana jika karyawan tidak mau ikut terlibat, maka usaha menciptakan budaya yang transparan tidak akan berhasil hal yang penting adalah kultur dalam perusahaan harus berdasarkan nilai yang nyata dan penuh makna agar perusahaan dapat berjalan dengan baik, menurut Herb Baum kita bisa memakai hotline telepon dengan saluran khusus sehingga setiap karyawan dapat melaporkan pelanggaran yang terjadi di departemennya tanpa diketahui identitasnya. Ada sebuah tim khusus sebagai grup yang mengawasi kinerja tiap departemen dan mereka dapat dihubungi melalui hotline khusus, sehingga dapat segera bertindak. Jika pelanggaran tidak segera ditindak maka akan fatal akibatnya kepada operasi perusahaan dan kinerja akan semakin jelek, akhirnya bangkrut dan menyebabkan perusahaan tidak dapat berjalan lagi, satu-satunya jalan adalah menyatakan bangkrut dan memPHK banyak karyawan yang pada akhirnya menciptakan pengangguran dan masalah sosial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: