Pelayanan Kesehatan di Jakarta Septo Indarto (Team Double S)

17 Mei

Pelayanan Kesehatan di Jakarta
Septo Indarto (Team Double S)

Program pelayanan kesehatan di Jakarta yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi Jakarta harus terus ditingkatkan pelayanannya, bukan hanya dari segi pelayanan saja tetapi anggaran juga harus ditingkatkan, Karena selama ini anggaran untuk pelayanan kesehatan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan warga ibu kota.
Kota Jakarta membutuhkan akses pelayanan kesehatan dengan biaya terjangkau, khususnya bagi warga yang tidak mampu. Anggaran untuk pelayanan kesehatan di Jakarta harus diambil 10% dari APBD Jakarta. Peningkatan anggaran tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang tidak mampu untuk berobat dan mendapatkan obat berkualitas dengan biaya terjangkau. Saat ini anggaran kesehatan sebesar Rp 36 triliun (alokasi anggaran baru sekitar 8% dari APBD). Anggaran untuk pelayanan kesehatan di nilai masih kurang. Anggaran Kesehatan di Jakarta digunakan untuk:
1. Membangun pusat pelayanan kesehatan (puskesmas).
2. Penyediaan obat-obatan.
3. Sosialisasi program kesehatan.
4. Membayar tenaga medis (Dokter dan Perawat).
5. Membeli alat-alat kesehatan baru untuk mengganti alat-alat yang lama.
Selama ini masyarakat belum diberi mengenai informasi mengenai sosialisasi cara hidup yang sehat. Ini sangat penting sekali, karena ini merupakan langkah awal untuk mencegah masyarakat terserang penyakit. Hidup sehat jauh lebih penting dan berharga daripada kita membiayai ketika kita sudah terserang penyakit yang parah karena akan membutuhkan biaya yang besar untuk biayai perawatan kesehatan.
Penduduk kota Jakarta membutuhkan sebuah Asuransi Kesehatan untuk membantu masyarakat. Asuransi Kesehatan diberikan oleh pemerintah kota Jakarta, masyarakat yang belum memiliki perlindungan kesehatan terhadap dirinya, pemerintah provinsi Jakarta dapat membantunya.
Tata kota di Jakarta juga harus di desain ulang, khususnya perumahan kumuh yang mudah terserang penyakit. Banyak perumahan kumuh yang berdiri, sangat jauh dari standar kesehatan yang layak, bahkan pemukiman padat penduduk yang kumuh banyak yang kurang mendapat sinar cahaya matahari dan sirkualsi udara segar. Ini harus diperhatikan mengenai kurangnya mendapatkan cahaya matahari dan udara segar yang dihirup warga Jakarta adalah potensi ancaman penyakit terhadap kesehatan. Ini akan menyebabkan virus dengan mudah berkembang dan banyak orang yang tertular penyakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: