Dasar Awal Pemikiran Politik Di Amerika Serikat (Lanjutan)

26 Apr

Dasar Awal Pemikiran Politik Di Amerika Serikat
Sejarah awal pembetukan Negara Amerika Serikat banyak dipengaruhi dari pemikiran politik abad ke 16, yaitu John Locke (1632-1704). Pemikir politik dari Inggris ini yang paling banyak mempunyai pengaruh besar kepada para bapak bangsa Amerika, ketika memulai pembentukan sebuah Negara baru yang bernama Amerika. Dasar pemikiran John Locke adalah bahwa demokrasi adalah kebutuhan bagi setiap individu yang telah dewasa untuk turut serta dalam membentuk kebebasan hidup secara bersama-sama. Intinya rakyat mempunyai kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri.
Amerika dibentuk sebagai Negara yang demokratis oleh bapak bangsa, karena mereka menolak sistem monarki yang ada di Negara Inggris Raya, dimana Raja atau Ratu mempunyai kekuasaan yang besar dalam pengambilan keputusan politik, sedangkan rakyat jarang sekali diminta ikut serta. Kelahiran pemikir-pemikir politik adalah akibat tersumbatnya demokrasi di tanah Inggris Raya dan Raja atau Ratu sangat tidak menyukai kebebasan individu, kerajaan menilai bahwa keputusan politik adalah bagian kekuasaan monarki, sehingga rakyat tidak perlu ikut campur. Hal ini yang menyebabkan rakyat Inggris yang ingin mendapatkan kebebasan pergi menuju tanah baru yang bernama Amerika. Mereka berharap mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, mempunyai kebebasan berpolitik tetapi bertanggung jawab, mempunyai pemimpin yang mengabdi kepada rakyat, pemimpin yang dipilih oleh rakyat dan untuk rakyat.
Konstitusi Amerika Sebagai Daya Tawar
Kontitusi Amerika yang dikenal sebagai Declaration of Independence adalah karya dari 13 negara bagian yang merupakan daya tawar dan hasil kompromi para bapak bangsa untuk mewujudkan sebuah Negara baru yang bernama Amerika. Amerika merdeka pada tanggal 4 Juli 1776. Para bapak bangsa meyadari sepenuhnya bahwa orang Amerika adalah kaum pendatang dari benua Eropa. Mereka datang berimigrasi karena ingin mencari sebuah kehidupan yang baru yang dapat menjamin kebebasan. Mereka menolak sistem monarki di Eropa yang membuat mereka selalu merasa terancam. Pada dasarnya mereka adalah kaum intelektual, tetapi ada juga profesi yang lain seperti petani, nelayan, kaum agamawan. Intinya hanya satu mereka menginginkan sebuah kehidupan baru yang mempunyai kebebasan. Para bapak bangsa menyusun konstitusi yang berbeda tetapi tetap menggunakan prinsip dasar-dasar pemerintahan Inggris, perbedaannya adalah membatasi kekuasaan pemerintah dan member kebebasan lebih yang bertanggung jawab kepada rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: