Transparent Leadership (Note) Septo Indarto (Team Double S)

18 Apr

Transparent Leadership (Note)
Septo Indarto (Team Double S)

Ketika seorang manager membangun budaya perusahaan dengan karyawan yang penuh perhatian kepada orang lain maka hal itu akan dirasakan oleh konsumen. Tapi jika seorang manager tidak dapat membangun budaya perusahaan dengan baik dan karyawannya di tindas dengan penuh ketakutan maka konsumen tidak akan memilih perusahaan kita untuk membeli produk kita.
Menjadi seorang manager adalah keberanian untuk berani terbuka untuk meciptakan budaya kerja yang lebih transparan ini penting sekali karena karyawan akan berbuat hal yang sama dan para karyawan akan membalas dengan kebaikan, mereka akan bekerja dengan lebih giat dengan satu tujuan supaya perusahaan bisa lebih maju, berarti hal itu akan membangkitkan motivasi dan kebersamaan sehingga tercipta team work yang baik dan tangguh dalam menghadapi berbagai macam situasi baik situasi tenang maupun situasi yang penuh dengan tekanan. Bisnis Anda akan mendapatkan manfaatnya untuk terus dapat berjalan dari waktu ke waktu, para konsumen akan datang untuk memakai dan membeli produk Anda, karena mereka mengetahui dengan baik tentang perusahaan Anda. Ini adalah transparansi managemen, dimana setiap aksi kerja dalam bentuk fisik, yaitu aktivitas pekerjaan maupun dalam bentuk tulisan, yaitu laporan-laporan yang ditulis untuk top managemen, semuanya transparan, setiap masalah dapat diketahui dan setiap kebijakan diumumkan, hasilnya organisasi berjalan dan bekerja dengan baik.
Bagaimana menciptakan hubungan yang seimbangan antara perusahaan dan karyawan. Hal yang pertama harus diketahui adalah perusahaan membutuhkan karyawan untuk operasional kerja dan karyawan membutuhkan perusahaan untuk bekerja serta menunjukkan prestasi kerja. Hubungan yang seimbang harus diciptakan. Manager perlu meningkatkan kemampuan moral karyawan dan memberikan rasa nyaman ketika bekerja, hal ini dengan tujuan adanya hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Ketika karyawan merasa nyaman dan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi, itu berarti mereka memang bekerja dengan motivasi tinggi, mereka merasa telah menjadi bagaian penting perusahaan. Perusahaan dapat memberikan fasilitas kepada karyawan seperti memberikan beasiswa pendidikan, pelatihan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, memberikan voucher untuk makan bersama keluarga, memberikan gratis buku-buku tentang managemen, memberikan tiket untuk liburan. Itu semua adalah fasilitas tambahan yang akan membuat karyawan merasa dihargai oleh perusahaan ketika mereka mengabdi untuk bekerja. Mereka, para karyawan menganggap perusahaan adalah keluarga besar tetapi dengan budaya kerja profesional dan transparan.
Kata integritas berasal dari bahasa latin kuno yaitu Romawi kuno dalam tradisi militer Romawi kuno dimasa pemerintahan Julius Caesar, ketika seorang prajurit menerima pukulan tangan kanan dari kepala pasukan militer dibagian dada pada baju militernya untuk memastikan telah terlindungi, selalu mengatakan: Integritas artinya kelengkapan, keutuhan, dan keseluruhan, kepala pasukan hanya memastikan bahwa prajuritnya telah memakai pakaian militer dengan benar dan terlindungi.
Tahun 1916, Harvard Business School membuka satu kelas mengenai kebijaksanaan dan etika bisnis yang menjadi bagian dari kurikulum wajib. Tujuannya adalah mendidik mahasiswa tentang etika dan integritas sebelum mereka masuk ke dunia bisnis walaupun masih tahap awal ataupun permulaan, sejak saat itu integritas mulai disebarkan sebagai sebuah nilai dari bisnis.
Para manager harus mengetahui bagaimana caranya untuk memenuhi target untuk mencapainya, hal yang harus dilakukan oleh manager adalah bagaimana cara mengkomunikasikan hal tersebut kepada karyawan dan hal itu dikaitkan dengan prestasi kerja. Sehingga seluruh team work dapat bekerja secara total untuk mewujudkannya. Komunikasi yang terbuka baik lisan maupun tulisan adalah hal yang penting dalam menciptakan budaya keterbukaan dalam perusahaan. Kita hidup dalam dunia yang penuh persaingan, tetapi lingkungan di luar kita selalu melihat siapa kita dan apa yang kita lakukan. Moralitas dan etika adalah hal yang mutlak untuk dikembangkan oleh team work, karena kita tidak ingin berbuat curang dan menciptakan sebuah masalah. Ini menyangkut good corporation dalam era budaya keterbukaan. Masyarakat akan melihat kita, apakah kita telah melakukan hal yang benar dan kontribusi kita kepada mereka. Dalam dunia bisnis kita tidak hidup sendirian, banyak yang menjadi teman, kompetitor, dan pengamat yang mengamati sepak terjang kita. Hidup bersih dalam dunia bisnis adalah hal yang kita lakukan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: