Organisasi dan Budaya Keterbukaan Septo Indarto (Team Double S)

18 Apr

Organisasi dan Budaya Keterbukaan
Septo Indarto (Team Double S)
Bagaimana organisasi bekerja saat ini? Organisasi bekerja harus mempunyai budaya keterbukaan yang sangat tinggi, karena setiap orang akan melihat kinerja kita, bagus atau buruk, bermutu atau tidak bermutu, jujur atau bohong, profesional atau berantakan, mempunyai visi jangka panjang atau hanya mengejar keuntungan semata, SDM memang orang-orang yang mempunyai dedikasi atau bekerja hanya ingin cari uang gaji. Septo (Team Double S)
Bagi organisasi zaman telah berubah, ini saatnya melihat, mendengarkan, menerima kritikan yang membangun, carilah informasi sebanyak-banyaknya dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja organisasi. Kita harus bertemu banyak orang, membaca buku-majalah-media online, melihat TV, mendengarkan radio, tujuannya agar kita tidak tertinggal informasi. Ini adalah era informasi, organisasi harus melek informasi perubahan apa yang terjadi di dunia luar, bagaimana menciptakan perubahan dalam lingkungan organisasi, jika itu telah berjalan bagaimana organisasi kita menjadi pelopor perubahan yang diikuti oleh organisasi yang lain. Hal yang pertama dilakukan ciptakan budaya keterbukaan dalam organisasi Anda. Setiap orang harus mempunyai kejujuran dalam bekerja dan selalu haus akan informasi untuk menciptakan perubahan.
Saat ini setiap organisasi menyadari pentingnya budaya keterbukaan, budaya keterbukaan menciptakan kejujuran dan proses untuk terus belajar tanpa henti. Organisasi juga wajib menumbuhkan budaya transparan kepada setiap karyawan. Ini sangat penting untuk menghindari kasus-kasus kejahatan yang dilakukan oleh karyawan, seperti laporan palsu untuk membuat bapak senang, membuat laporan keuangan palsu dalam jangka panjang akan membuat perusahaan bangkrut, membuat laporan yang transparan dari setiap kontrak dengan perusahaan atau konsumen untuk mencegah manipulasi data, sehingga biaya yang dikeluarkan dalam taraf yang wajar bukan dibuat-buat. Bagaimana cara kerja Budaya Transparansi: Setiap perusahaan menciptakan kultur perusahaan yang terbuka, penuh etika, dan setiap orang baik level top managemen dan karyawan telah mempunyai komitmen yang kuat untuk menciptakan budaya terbuka.

Dalam budaya organisasi yang terbuka, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu membimbing anak buahnya supaya terus belajar untuk mencapai hasil yang maksimal. Karyawan di awal karir mereka membutuhkan bimbingan dari atasan mereka, supaya mereka bisa bekerja dengan baik dan mampu menyelesaiakan setiap masalah yang timbul, karena atasan mereka dengan senang hati membantu memberikan solusi. Para manager perlu untuk mencari karyawan yang mempunyai karakter yang baik dan mampu bekerja sama dengan atasan dan tim kerjanya. Para karyawan memahami dengan baik bahwa karyawan terbaik adalah karyawan yang memiliki keberanian untuk berkata kepada atasan apa yang sedang terjadi di dalam perusahaan, ini adalah untuk kebaikan perusahaan. Jika terjadi masalah yang mengganggu dapat segera diselesaikan.
Ketika budaya keterbukaan menjadi sebuah keharusan, para manager menginginkan budaya keterbukaan diterapkan di organisasinya, bagaimana budaya keterbukaan bisa berjalan? Budaya keterbukaan bisa berjalan jika semua orang yang bekerja dalam organisasi tersebut mempunyai gairah yang tinggi untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Karyawan mempunyai motivasi yang tinggi untuk berprestasi lebih banyak, melakukan perubahan-perubahan yang sesuai budaya perusahaan. Memotivasi karyawan artinya seorang manager mampu memperkenalkan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dan memberi tantangan target kepada setiap karyawan dengan menanyakan apakah Anda semua mampu berbuat dengan lebih berani dengan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja perusahaan, perusahaan maju maka karyawan juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: