Membangun Karakter Positif ketika Bekerja (Septo Indarto-Team Double S)

9 Apr

Membangun Karakter Positif ketika Bekerja
(Septo Indarto-Team Double S)

Membangun karakter positif ketika sedang bekerja bukan saja bermanfaat bagi diri kita tetapi juga untuk tempat kita bekerja. Karakter positif akan menciptakan:
1. Rasa tanggung jawab
2. Meningkatkan produktivitas diri kita
3. Kejujuran
4. Sikap saling menghargai satu sama lain
Membangun karakter positif juga akan membantu perusahaan tempat kita bekerja dalam meningkatkan kinerja. Membangun karakter positif sangat diperlukan untuk dilakukan untuk menciptakan suasana kekeluargaan dalam meningkatkan profesionalisme kompetensi kerja. Karakter positif juga akan meningkatkan kinerja Team Work untuk menghasilkan tujuan yang telah ditetapkan secara bersama-sama. Karakter yang positif akan menciptakan mental yang positif.
Membangun karakter positif adalah sebuah kebutuhan, khususnya kepada institusi keuangan. Di institusi keuangan sering terjadi penyelewengan kekuasaan, sering kali orang-orang yang mempunyai kekuasaan besar menyalahgunakan jabatan yang sering menyebabkan kasus besar dan membuat penderitaan dalam segi finansial. Kadang-kadang institusi keuangan, seperti bank-bank besar mencari, merekrut, dan memperkerjakan anak-anak muda yang cerdas, terbaik, dan sangat ambisius. Tetapi kadang-kadang tempat mereka bekerja lupa memberikan pendidikan untuk membangun karakter positif, sehingga mereka dibiarkan bebas melakukan apa saja hanya karena mereka dianggap yang terbaik. Tetapi hal yang terjadi justru sangat fatal karena tidak ada pengawasan yang ketat, sehingga sering terjadi skandal keuangan.
Kasus penipuan Akutansi Palsu yang dilakukan oleh Kweke Adoboli adalah kasus kejahatan yang sangat penting untuk dipelajari oleh banyak perusahaan yang telah menyebabkan UBS kehilangan banyak uang. Ini adalah kejahatan di dunia keuangan khususnya dunia perbankan. Harus ada aksi nyata untuk mencegahnya. Kweku Adoboli adalah seorang sarjana di bidang e-commerce dan bisnis digital. Dia lulus pada tahun 2003 dari Universitas Nottingham, Inggris. Dia mendapat pekerjaan magang di UBS sebagai penasihat investasi pada tahaun 2006 dan terus menanjak karirnya hingga ke meja ekuitas.
Menurut Kimberly Krawiec, profesor hukum di Universitas Duke, Durham, bahwa kultur di UBS harus segera di rubah karena kasus tersebut.
Harus ada pengawasn yang lebih ketat dan perusahaan harus membangun karakter positif di setiap lingkungan kerja di setiap perusahaan. Mereka harus diajarkan bagaimana menciptakan sikap jujur dan bertanggung jawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: